AMERICA, CANADA..We are coming

   Alhamdulillah, sepertinya kalimat Tahmid ini tiada pernah berhenti terucap dari bibir ku. Setelah berunding dengan anak-anak, pada akhirnya mereka mengijinkan papa dan mama nya untuk berangkat berlibur ke Amerika. Terimakasih anak-anak, mama dan papa juga tidak akan pernah berangkat ke Amerika jika tidak karena Allah telah memberikan Karunia terindah berupa Golden Ticket melalui Frisian Flag Indonesia, dan tentunya Allah memiliki Maksud yang lain atas semua hadiah keren ini, mungkin saja ada hubungannya dengan pendidikan kalian kelak dikemudian hari..InsyaAllah, harus berani bermimpi.
   Persiapan kami mulai dari pengurusan Paspor, sedikit menguras tenaga sepertinya. Hari pertama kami melihat antrian yang sedemikian parahnya di kantor Imigrasi Surabaya, sambil berusaha mencari informasi tentang prosedur pengurusan Paspor, seketika itu kami langsung menyerah dan segera mendatangi Biro Jasa istilah halus dari Calo, dengan harga 2xlipat, kami setujui tanpa mendebat. Yach, berdasarkan pertimbangan waktu dan tenaga, kami merasa tenaga kami lebih bermanfaat jika kami bekerja saja, toh untung jualan masih lebih gedhe dari selisih harga paspor, lagi pula itung-itung memberi rezeki si Calo..hehehe
   Dalam waktu satu hari saja, kami langsung terjadwal foto dan wawancara, potong jalur a.k.a menyerobot antrian adalah hal biasa dalam pengurusan paspor oleh Calo bekerjasama dengan orang dalam. Foto lanjut wawancara dilakukan dengan sangat singkat, seminggu kemudian pengurusan Paspor kami berdua telah selesai.

   Langkah selanjutnya adalah pengurusan Visa, karena ternyata Tour terjadwal mengunjungi NIAGARA FALLS, yang posisinya berada diperbatasan USA dan Canada, maka kami harus mengurus Visa 2 negara tersebut, MasyaAllah..
   Pengurusan Visa US tidaklah mudah, susah sekali menembus negara Super Power satu ini, banyak syarat yang harus dilengkapi termasuk Rekening Koran perusahaan 3bulan terakhir, padahal jelas kami Tour ke US berdasarkan Reward dari FFI sebagai sponsor utama kami, tapi itulah Amerika, mungkin harus memastikan kondisi setiap pencari Visa tidak akan meninggalkan masalah seperti menjadi imigran gelap disana. Mana mungkin kami tinggalkan surga kami di Sidoarjo hanya untuk menjadi pekerja gelap di Amerika, konyol sekali kan. Amerika tetap Amerika, peraturan tetap peraturan, syarat sesulit apapun, harus dipenuhi. Namun sekali lagi Alhamdulillah, Keuangan toko sedang sehat-sehatnya, omset sedang bagus-bagusnya, lancarlah urusan tentang Income perusahaan. Setelah semua syarat terpenuhi terjadwal kami untuk wawancara, Alhamdulillah lagi kami dapat melakukannya di Kedubes US perwakilan Surabaya, tanpa bersusah payah ke Jakarta. Pengurusan Visa tetap di Kedubes US, Jakarta dan semuanya diurus oleh biro Tour yang ditunjuk oleh FFI, hanya wawancara saja dilakukan di Surabaya.
   Kunjungan wawancara di Kedutaan US untuk pertama kali dan semoga kelak akan kembali saat menemani wawancara kak Belva untuk kepentingan kuliah di Harvard..aamiin. Melalui penjagaan super ketat dan berlapis kami memasuki kantor utama pengajuan Visa. Wawancara kami bersama seorang Bule yang tidak kami ketahui namanya dibatasi oleh kaca pembatas, jadi wawancara terkesan seperti mengunjungi Napi yang hanya diperbolehkan mengobrol lewat telepon, mirip film-film barat yang aku tonton..hahaha, so weird!!. Pertanyaan sekitar alasan kami ke Amerika, usaha apa, bergerak dibidang apa, berapa besar income, berapa jumlah karyawan, berapa jumlah anak, di Amerika mau kunjungan kemana saja, apa pernah keluar negeri, ini pertanyaan paling lucu yang pernah aku dengar. He said, “Kenapa tidak pernah keluar negeri??,”. Aku dan Hubby menjawab,”Belum ada kesempatan”. Aku membatin dalam hati,”Ya, urusan gue, mau keluar negeri atau kagak, bukan urusan lu kali pakLe..wkwkwk”. Ya, doain ya pakLe (baca:bapak Bule), kami segera naik Haji, biar kami keluar negeri lagi, ke Arab Saudi..aamiin, SOON. Wawancara ditutup dengan disetujuinya Visa kami dan seminggu lagi Paspor dan Visa akan dikembalikan.

   Setelah paspor dan visa Amerika selesai, lanjut pengurusan visa Canada. Visa Canada tidak terlalu ribet masalah syarat, dan tanpa wawancara atau mungkin karena kami telah memiliki visa Amerika sehingga Canada tinggal mengikuti saja.

   Kunjungan selama 10hari ke Amerika dan Canada terjadwal 16 April hingga 25 April 2014. Dari Jakarta transit Abu Dhabi lanjut Washington DC. Keesokan hari nya menuju Corning lanjut Toronto, Canada. Dari Toronto menuju Niagara Falls lanjut Montreal, balik lagi ke Amerika melewati Boston, berakhir di New York, dan pulang kembali ke Jakarta.

image

image

   Alhamdulillah, keberangkatan kami tanggal 15 itu sudah diatur sedemikian oleh Allah sebagai bentuk kesempatan buat aku mendampingi anak-anak belajar, dimana kak Belva harus menyelesaikan UTSnya satu minggu kemarin dan kak Reva harus menunaikan ulangan PPT dan UAT dua minggu kedepan. Terimakasih ya Allah, hamba sangat bersyukur vacation yang cukup jauh dan dua minggu ini tidak menyisakan pikiran yang berat, kalaupun anak-anak memutuskan untuk libur sekolah tidak akan ada beban.
   Karunia-Mu terlalu besar dan indah untuk keluarga kami ya Allah. Semoga perjalanan ini akan semakin mempertebal keimanan kami, aku dan suami. Semakin tunduk dan patuh kepada-Mu, semakin ingin berbagi dengan sesama yang membutuhkan dan Kelak anak-anak kami akan melanjutkan perjuangan kami dan dapat meraih prestasi yang lebih daripada apa yang kami raih saat ini..aamiin

Advertisements

2 thoughts on “AMERICA, CANADA..We are coming

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s