Belajar Menerima Kekalahan

   Siang itu, Rev baru saja pulang sekolah, dia mulai bercerita seperti biasanya,” Ma, saat house time tadi, diumumkan akan ada lomba Radja mencari Bakat, gimana Ma, aku ikut tidak??”..”Tentu saja Nak, kamu harus ikut, kemampuanmu bermain keyboard sudah sangat membanggakan, jangan kamu sembunyikan,” jawabku sambil tersenyum manis. “Tapi ma, aku malu,” lanjut Rev..”Kenapa musti malu nak, kamu harusnya bangga dengan kemampuanmu, bukankah kakak sudah sering ikut konser dan selalu sukses?, ayo semangat, tunjukkan kalau kakak berprestasi” lanjutku. “..Uhm, baiklah ma, tapi bantuin daftarnya ya, aku masih agak takut atau malu gitu..hehehe,” kata Rev sambil tersenyum. “Siap Laksanakan!!,” sahutku dengan gembira.
   Keesokan harinya, seperti biasa saat mengisi buku penghubung sekalian aku tambahkan catatan kecil, hanya ingin mengkonfirmasi, apa benar akan diadakan ajang pencarian bakat di sekolah. Sepulang sekolah, ustadzah kelas telah menjawab buku penghubung dan menyatakan benar adanya tentang lomba tersebut dan Reva jika ingin mendaftar harus melalui Teacher Captain House Biru dimana Rev dikelompokkan. Alhamdulillah, aku mengenal hampir seluruh ustadzah di sekolah, proses pendaftaran Rev untuk mengikuti acara Radja Mencari Bakat, berlangsung dengan lancar. Bahkan Rev sangat antusias dengan acara tersebut, dengan salah satu alasan terutama tentang hadiahnya..Rev setengah menjerit,”Mama, hadiahnya lho jutaan rupiah, kalau aku bisa menang, aku bisa beli boneka sendiri, tanpa harus menunggu Reward dari mama..Aseekkk”..”Wow, keren hadiahnya, ayo segera berlatih kak, dengan ketekunan dan kesungguhan, insyaAllah kamu akan menang Nak..aamiin,” kataku menyemangati.
   Saat Audisi itu datang, dengan peserta kurang lebih seratusan siswa, Rev agak gemetar, demam panggung, tapi aku tak berhenti menyemangati, meyakinkan padanya kalau dia mampu lolos audisi. Alhamdulillah, dia tampil, meski dengan sedikit grogi, permainan keyboardnya lancar tanpa cela. Sambil menunggu hasil penilaian juri tentang lolos atau tidaknya, kami menunggu selama 2minggu, cukup lama deg-deg an nya. Meski hasil audisi belum diumumkan, Rev tetap tekun berlatih, nothing to lose jikapun dia tidak lolos, karena masih banyak kejuaraan yang bisa dia ikuti.
   Dan Alhamdulillah Rev lolos masuk semifinal dengan total peserta tersisa 25peserta. Rev makin semangat berlatih, aku pun selalu mendampinginya saat berlatih bersama coachnya, mempersiapkan lagu terbaik dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Untuk semifinal ini Rev mempersembahkan lagu DUBIDAM yang dulu dinyanyikan oleh Eno Lerian saat masih kanak-kanak. Saat tampil di acara semifinal, tanggal 22 Februari 2014, Rev makin percaya diri, tak ada lagi kata demam panggung, karena mungkin dia menggunakan keyboardnya sendiri, Alhamdulillah Rev lolos dan melaju ke babak Final Radja Mencari Bakat.

“Penampilan Rev saat Semifinal memainkan lagu DUBIDAM”

   Acara final diadakan, satu bulan setelah semifinal, cukup lama memang, selain acara diadakan bersamaan dengan acara FAMILY DAY, tanggal 22 Maret 2014, dimana seluruh wali murid diundang untuk bermain bersama anak-anak dan ustadz/dzah sekolah. Selain sebagai sarana komunikasi dua arah juga mempererat tali silaturahim antar wali murid dan guru anak di sekolah. Acara berlangsung sukses, disela-sela lomba diisi oleh para finalis Radja Mencari Bakat. Dan Rev tampil pertama kali dengan mepersembahkan lagu “CANON IN C BY JOHANN PACHELBEL” dengan tingkat kesulitan yang tinggi, karena lagu ini lagu Klasik dan pemilihan lagu ini berdasarkan hasil musyawarah antara aku dan kak Dewi, coach Reva.

” “Penampilan Rev saat final memainkan lagu klasik CANON IN C”

   Alhamdulillah, Rev cukup sukses memainkannya, walau tidak sesempurna seperti saat latian, banyak variasi dan fill tidak dimainkan, mungkin selain grogi karena banyaknya audience juga karena keyboard yang digunakan adalah property sekolah. Ada sedikit kecewa dan penyesalan dalam hatiku karena tidak membawakan keyboard milik Rev saat tampil final, tapi aku tidak ingin menunjukkannya dihadapan Rev, dia sudah berusaha dengan baik.
   Saat pengumuman tiba, dan dengan sangat menyesal Rev belum beruntung untuk menjadi salah satu juaranya. Terbersit rasa sedih dan kecewa di wajah mungil Rev, “Ma, aku kalah, kenapa aku kalah, aku memainkannya dengan lancar, memang aku tidak menggunakan variasi atau fill, tapi kan lancar ma, salahku dimana”. Rasanya hati tersayat sembilu, aku pun sedih dan kecewa, sama seperti yang dirasakan Rev, bahkan aku ingin menangis, tapi aku berusaha meyakinkan Rev,”Kamu tidak kalah nak, hanya belum beruntung saja, tidak ada yang salah dengan permainan keyboardmu, kamu tetap Juara Sejati buat Mama Nak, percayalah, kamu lah yang terbaik diantara finalis yang lain buat Mama. Kamu sudah menembus babak Final, artinya kamu sudah mencapai 10 besar yang terbaik diantara yang lain. Jangan berkecil hati ya, tetap semangat dan terus berlatih, masih banyak kesempatan buat kakak untuk berhasil di ajang lomba yang lain..InsyaAllah”
   Yach, inilah ajang pencarian bakat, akan sangat sulit bagi Juri menentukan yang terbaik. Standart penilaian model yang seperti apa untuk membandingkan bakat, semisal Wushu, Catur, Dai, Gambar, Menyanyi, Keyboard dalam satu kompetisi???. Sudahlah, toh semua sudah selesai, Rev harus belajar menerima kekalahan, yang mungkin seharusnya tidak dia rasakan jika aku tidak ngotot mendorongnya ikut dalam ajang pencarian bakat. Kedepan mungkin aku harus mencari lomba yang setara dengan standart penilaian yang lebih jelas. Semua kejadian baik suka dan duka ada pelajaran dan hikmah yang dapat kita petik, selain belajar tentang kekalahan dalam perlombaan adalah hal yang biasa, sebagai orangtua kita wajib menghargai proses anak menuju keberhasilan walaupun hasilnya sendiri belum tentu menjadi yang terbaik menurut kita. Belajar dan terus belajar menjadi orangtua yang bijaksana, mendampingi dan memfasilitasi bakat yang anak miliki dan mengikuti serta menghargai proses yang anak lalui menuju keberhasilannya, apapun hasilnya nanti.

   

“TETAP SEMANGAT KAK REVA, MAMA DAN PAPA SELALU BANGGA PADAMU”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s