REV’s STORIES (Bullying)

 

image

image

  Seperti biasa hari Jum’at, tepat pukul setengah sebelas siang, aku jemput Reva dan Mika pulang sekolah dan seperti biasa pula mereka berdua pasti berebut bercerita tentang aktivitas teman-teman mereka hari itu. Tiba-tiba Rev berkata,”Ma, aku cuman tanya ya, jangan marah”. “Tentu tidak nak, tanya tentang apa?”jawabku santai. “..uhm, kalau misalnya aku pindah sekolah bagaimana menurut mama, aku bosan dengan sekolah ku sekarang,” lanjut Rev. Bagai mendengar petir di siang bolong, jantung ku mulai berdegup kencang, ada apa tiba-tiba Rev bertanya seperti itu, paranoid ku mulai kambuh, pikiran negatif berkecamuk..“Anakku kena bullyingkah??” Hal pertama yang timbul dalam pikiranku.
   Beberapa hari Rev mengeluhkan sikap beberapa temannya yang membuatnya tidak nyaman, beberapa kali sempat bercerita sambil menangis, ada yang suka mengolok, berebut teman dan lainnya, dia selalu jadi korban disini. Rev anak kedua ku terlahir dengan sifat lebih sensitif dibanding dua saudaranya, harus extra keras menjaga hatinya agar tidak gampang terluka, akan tetapi selalu aku ajarkan untuk mengurangi sifat sensitifnya tersebut, agar tidak gampang terluka dengan perkataan atau perlakuan teman yang buruk. Namun Rev lebih pemberani dibanding kak Bel, dan dia sangat supel, memiliki teman yang banyak, tanpa pilih-pilih.
   Hari Senin, setelah jumat, sabtu dan minggu kami, antara aku dan Rev bicara dari hati ke hati tentang ide pindah sekolah itu Klir sudah, semua kembali normal. Pagi sebelum berangkat sekolah, kubuka kotak pencil Rev, ku temukan secarik kertas berisi ancaman

   “Kata Chika kamu sudah masuk dalam anggota genk Princess, kalo benar berarti kita putus pertemanan (Rahma)”

Ku usap kepala Rev dan mulai bertanya,”apa ini kak?, coba cerita sama mama”..Rev menjawab dengan sedih,”itu yang bikin aku pingin pindah sekolah ma, aku gak suka genk-genk an, tapi rahma selalu begitu, aku harus main sama dia terus, sedang kalau aku main sama yang lain dia marah. Dan chika juga sering olokin aku, tapi kata rahma chika pengen aku masuk genk princess, aku gak mau Ma, aku pengen maen dengan semua teman, aku gak suka pilih-pilih”..Astaghfirullah
   Merasa sangat miris dengan kejadian yang diceritakan Rev, aku tidak paham dengan apa yang ditonton bocah-bocah ingusan ini, sinetron kah atau tayangan sampah lainnya yang jauh dari kata mendidik. Genk Pricess diketuai oleh Chika dan wakilnya Naila Sya, Naila inilah yang membantu Chika untuk merekrut untuk bergabung dengan Genk ini. Aku tak tau pasti apa visi dan misi genk ini, yang pasti mereka ingin mencari perhatian dengan mengganggu dan mengintimidasi beberapa teman Rev yang berbadan mungil. Beberapa dimusuhi termasuk Rev karena Rev tidak pernah berminat untuk bergabung dengan Genk ini. Sedikit banyak tentu sangat mengganggu ketentraman semua anggota kelas.
   Sabtu, saat Raport Mid-Semester, ternyata salah satu wali murid yang anaknya terkena bullying lapor tentang keberadaan Genk Princess dan kelakuannya yang meresahkan. Naya namanya, anak yang sangat mungil, dia sering ditakut-takuti akan dimasukkan kamar mandi dan dikunci dari luar. Alhamdulillah, seperti Rev, mungkin Naya juga bercerita pada orang tuanya.
   Pada akhirnya hari Senin berikutnya, Genk Princess digiring ustadzah Wali Kelas menghadap BK, setelah sebelumnya di adili di kelas, dan cukup keras warning dari ustadzah. Finally, Genk Princess resmi dibubarkan dan semoga tidak ada lagi genk-genk lain yang muncul dan mengganggu ketenangan kelas..aamiin
   Dari cerita tersebut diatas sebagai orang tua termasuk aku sendiri berusaha untuk selalu membuka komunikasi dengan anak-anak. Membiasakan bercerita sedari kecil selain mencegah timbulnya sifat introvert kita juga dapat selalu uptodate dengan keadaan sekolah, trend apa yang terjadi agar kita selalu mawas diri, preventif bukan overprotektif. Mengajari anak-anak selain tentang pelajaran juga bagaimana menjadi problem solver yang baik dan benar dalam menghadapi masalah di sekolah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s