Mendisiplinkan Anak

   “Children are educated by what the grown-up is and not by his talk”    -Carl Jung-

   Kedisiplinan adalah kepatuhan pada peraturan dan tatanan yang ditetapkan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar kedisiplinan dapat menjadi budaya di tengah keluarga.

Langkah pertama, yaitu adanya aturan jelas yang harus diikuti. Bagaimana mungkin anak disiplin, sementara aturan belum dibuat. Untuk itu orang tua harus mengenal anaknya, sehingga tahu peraturan seperti apa yang dapat dibuat dan kemungkinan besar akan diikuti. Membuat peraturan yang tidak memperhatikan kebutuhan, kecenderungan dan perhatian anak hanya akan menjadikan peraturan tersebut sebagai rambu-rambu yang tak terbaca. Sebagai contoh, ketika kita memiliki anak yang hobinya melakukan aktivitas fisik, lalu kita beri peraturan yang tidak memberi ruang bagi si anak untuk melakukan aktivitasnya, maka kemungkinan besar peraturan tersebut akan hanyut seiring waktu. Perlu diingat, peraturan dibuat untuk mengikat anak konsisten mengembangkan kebaikan yang ada pada mereka dan mengurangi berkembangnya potensi keburukan padanya. Peraturan dibuat bukan untuk menghakimi tapi untuk mengantisipasi. Karena itu, duduk bersama dan kekompakan orang tua menjadi prasyarat utama.

Langkah kedua, adalah menegakkan dan mentaati peraturan yang dibuat. Karena itu, peraturan yang dibuat harus dapat dipahami dan diakui oleh setiap anggota keluarga, karena bila tidak adanya kekompakan, anak akan menemukan berbagai macam cara agar peraturan dapat dielakkan. Hilanglah kesempatan menegakkan kedisiplinan.

Langkah ketiga, adalah memastikan bahwa ada evaluasi, maka dapat ditentukan konsekuensi dan terlihat tingkat konsistensi, sehingga dapat ditentukan sebuah koreksi. Evaluasi dapat berupa perhitungan berapa punishment dan reward yang telah ditegakkan dan yang mana yang lebih sering terjadi. Bila punishment terlalu sering kita berikan, kemungkinan peraturan yang dibuat tidak terlalu mengikat ataupun tidak terlalu dipahami oleh anak. Dan bila reward yang terlalu sering kita berikan bisa jadi peraturan tersebut sudah menjadi kebiasaan, lalu kita dapat memberikan peraturan yang lebih menantang lagi. Harus ada peningkatan untuk perubahan ke arah kebaikan.

#MHA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s