3 Kebiasaan Yang Membahayakan

   Perilaku anak sangat ditentukan oleh perilaku orang tua pada mereka. Sikap mereka pada saudaranya, pada teman bermainnya dan pada orang tua mereka sendiripun ditentukan bagaimana orang tua membentuk perilaku mereka.
   Memang betul lingkungan mempengaruhi dan pendidikan menentukan perilaku anak, tapi tetap saja orang tua punya pilihan untuk memutuskan dalam lingkungan seperti apa anak mereka disekolahkan.
   Berikut ini ada beberapa kebiasaan orang tua yang disadari atau tidak ternyata telah mendorong perilaku anak pada perilaku negatif. Setidaknya ada tiga kebiasaan negatif orang tua yang berbahaya untuk pembentukan karakter anak.

Menjadikan anak sebagai Raja yang tak pernah salah
   Saat masih kecil ketika belajar berjalan tidak jarang tanpa sengaja menabrak sesuatu, seketika itu orang tua menyalahkan barang yang ditabrak. Secara tidak sadar orang tua mengajarkan bahwa anak tidak bersalah, yang salah barang atau orang lain. Pemikiran ini akan terbawa hingga dia dewasa. Akibatnya setiap ia mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan maka yang salah adalah orang lain, karena dia selalu benar. Maka dari itu sejak dini mari ajari anak untuk bertanggungjawab dan mengakui kesalahan ataupun kelemahan agar menjadi lebih baik dan lebih kuat.

Berbohong kecil tapi sering
   Beranggapan bahwa bohong kecil tidak berakibat fatal, justru membuat suasana semakin parah. Kadang orang tua tanpa sadar mengajarkan kebohongan saat terjepit dan itu dilakukan berulang-ulang. Misalnya saat orangtua berangkat kerja kemudian anak rewel, maka akan banyak kebohongan dilakukan agar anak kembali tenang. Akibatnya anak tidak dapat lagi membedakan pernyataan orang tua yang dapat dipercaya atau tidak.  Perlahan-lahan anak mulai memberontak, tidak lagi penurut, mudah curiga dan tak lagi percaya. Memang berkata jujur butuh perjuangan di awal, tapi di akhir kita akan mendapatkan kemudahan dan sebaliknya.

Lebih fokus pada Salahnya anak
   Tidak sedikit orang tua mengeluhkan perilaku anak-anak yang tidak pernah akur dan sering kali bertengkar ataupun saling mengejek. Kebiasaan orang tua akan melerai atau memarahi keduanya. Sebaliknya apa yang kita lakukan bila mereka bermain akur, saling berbagi dan memuji. Seringkali kita mendiamkan karena kejadian seperti itu wajar, memang sudah seharusnya seperti itu. Apa akibatnya??..Pola ini semakin mendorong anak untuk melakukan sesuatu yang negatif karena dengan begitu akan terus mendapatkan perhatian dan sebaliknya. Karena itu, mulai sekarang dan seterusnya mari memberi perhatian kepada perilaku kebaikan yang anak lakukan agar terus mereka tingkatkan, sekaligus memberi perhatian kepada perilaku negatif mereka untuk diperbaiki, lalu dihilangkan.

#MHA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s