Sunnah Rawatib

 
image

Ibadah sunnah merupakan pelengkap dan penyempurna ibadah wajib yang kita lakukan. Dengannya, kita dapat semakin mendekatkan diri pada Allah swt. Meraih cinta dan ridha-Nya. Menggapai kebaikan dan kebahagiaan hidup di dunia juga akhirat. Salah satu ibadah sunnah yang dapat kita lakukan adalah shalat sunnah rawatib.
   Shalat sunnah rawatib ini merupakan pengiring shalat fardhu, yang selain adalah tiang agama, juga merupakan amal yang pertama dihisab pada hari Kiamat

“Tidaklah seorang muslim mendirikan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga (HR. Muslim)”

     “Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zuhur, dua rakaat setelah maghrib dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh. (HR. At-Tirmizi dan An-Nasai)”

      “Nabi saw melarang shalat setelah Subuh hingga matahari terbit dan setelah Ashar sampai matahari terbenam. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)”

   Shalat rawatib terdiri dari muakkadah (yang ditekankan), yaitu dua rakaat sebelum subuh, dua rakaat sebelum dan sesudah shalat Zuhur dua rakaat setelah shalat Maghrib, dan dua rakaat setelah shalat Isya dan ghairu muakkadah (tidak ditekankan), yaitu dua rakaat sebelum shalat Ashar, Maghrib, dan Isya. Seperti yang disabdakan Rasulullah saw dalam hadist berikut
    
    “Di antara dua adzan (antara adzan dan iqamat-ed.) ada shalat, di antara dua azan ada shalat”. Kemudian beliau berkata pada kali yang ketiga, “Bagi siapa saja yang menghendakinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)”

   Rasulullah saw sendiri senantiasa mengerjakan shalat rawatib 4 rakaat sebelum shalat Zuhur dan 2 rakaat sebelum shalat Subuh. Dan surat yang sunnah dibaca saat sunnah subuh adalah Qs.Al Kafirun dan Al Ikhlas, seperti hadis Rasul berikut ini,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca dalam dua rakaat shalat sunnah subuh surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas (Muslim 726)”

   Selain berusaha memenuhi dan meningkatkan kualitas shalat wajib kita, tidak ada salahnya mulai membiasakan diri untuk menambahnya dengan shalat sunnah. Tidak perlu sekaligus, pelan-pelan saja sesuai kemampuan kita. Jika kita mampu melakukannya dengan konsisten, perlahan tapi pasti ibadah tersebut akan menjadi bagian dari diri kita mengisi relung hati dan jiwa dengan ketenangan, melatih diri untuk senantiasa mengingat dan mendekatkan diri kepada-Nya memperoleh keberkahan juga kebahagiaan hidup saat ini dan di hari kemudian.

Advertisements

2 thoughts on “Sunnah Rawatib

    • Gpp, 2 rakaat sebelum subuh memang yang paling sering digembar-gemborkan karena menurut hadis juga pahala nya seisi dunia..hehe, tapi rawatib yg lain jangan sampai lupa, dicicil dek, ntar lama2 jadi kebiasaan kq 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s