Belva’s and Reva’s SLC

image

  “Knowing your kids is not enough in loving them. | Understanding them is. | Facilitating their potential: SUPER” -HasbiParenting-
  
   Hari Sabtu, 3 november 2013, Undangan SLC Belva dan Reva diadakan bersamaan, Alhamdulillah jam tidak berbenturan, undangan Belva pk 09.15 dan Reva pk 10.15. Selisih satu jam cukup untuk perjalanan mobil dari SMP ke SD Radja yang tempatnya berbeda tapi berdekatan.
   Pagi sekali saya berangkat, sekitar pk 08.15, berencana menemui ibu Kepala Sekolah terlebih dahulu guna melancarkan misi suci, yaitu menyamakan frekuensi demi pengembangan potensi Belva yang belum terexplore dengan sempurna. Alhamdulillah beliau sedang duduk manis di ruangannya. Dengan percaya diri saya masuk, sedangkan Belva segera menuju kelasnya. Kami berdua berbincang cukup lama, hampir satu jam, hingga jadwal SLC Belva telat setengah jam dari jadwal. Ah, tak menjadi soal, lebih penting menemui bu KepSek daripada mendengarkan Belva presentasi, yang sejak pagi sudah mengancam mama nya untuk tidak banyak bertanya..hahaha.
  Perbincangan yang gayeng antara saya dan bu KepSek disebabkan karena kami saling mengenal cukup lama, yaitu saat Belva masih PG, beliau KepSeknya, Belva naik jenjang SD beliau PR Sekolah SD, hingga jenjang SMP beliau juga menjadi KepSeknya, tidak berasa kenaikan karir beliau mengikuti jenjang sekolah Belva *kebetulan saja kaliiii??*, mengenal beliau selain offline juga online, kami berteman di Facebook. Memang hampir keseluruhan ustadzah anak-anak berteman dengan saya di Facebook. Berdasarkan Visi dan Misi pendidikan dan pengajaran anak-anak juga, kami telah seiring sejalan, kalau tidak, tidak mungkin saya mengembalikan Belva ke Almamater sekolah yang sama, iya kan?, ya, iyalah..hehehe.
  Sebagai pembuka perbincangan kami, saya mengucapkan terimakasih atas kesempatan buat Belva sebagai duta english competition dan Alhamdulillah menduduki peringkat ke 7 se Jawa Timur. Selanjutnya saya menceritakan semua kelebihan dan kekurangan Belva dan mohon support bagi perkembangan potensinya ke depan, dengan melalui program duta sekolah salah satunya. Walaupun semua itu membutuhkan biaya saya siap memberikan bantuan dengan senang hati. Ustadzah Wahyu (KepSek) merespon semua uneg-uneg saya dengan baik, beliau  juga sudah mengetahui potensi Belva sejak mulai SD. Beliau berucap,”ibu telah diberi karunia yang sangat luarbiasa “GOLD PACKAGE”, Belva anak yang cantik, cerdas, memiliki prinsip yang kuat dan shalihah,”..”Alhamdulillah, justru itu Ust, saya tidak ingin mengecewakan Allah yang sudah mempercayakan Belva kepada keluarga kami, saya ingin memberikan yang terbaik, mencuatkan prestasinya, bukan sekedar ambisi semata, tapi sebagai bekalnya esok dimasa depan,” jawab saya. Dan beliau berjanji akan membantu dengan cara terbaik demi pengembangan bakat serta potensi Belva tersebut.
   Berbincang dengan KepSek sudah selesai, menuju ruang kelas Belva menemui wali kelas dan mendengarkan Belva presentasi. Seperti yang sudah-sudah, Belva dengan ketidakpedeannya, hanya presentasi sekadarnya saja dengan suara yang sangat lembut..huuffttt. Baiklah nak, karena kamu masih yang numero uno, maka mama tidak akan komplain. Ustadzah Fidya sebagai wali kelas, bercerita panjang lebar tentang keseharian Belva, “mbak Belva ini top banget ya bu. Cantik, cerdas, baik hati, semua nilai-nilai ulangan baik harian maupun uts selalu yang terbaik. Keaktifan dikelas juga lumayan bu, kurang pede memang tapi cukup berani koq kalau disuruh maju kedepan, dia juga tidak pelit berbagi ilmu, selalu mengajari temannya jika temannya belum paham dengan materi yang diajarkan, dan sudah banyak yang naksir juga lho bu, terutama klas 8..hehehe”. “Alhamdulillah, so proud of you kakak, boleh berbagi ilmu asal tidak disaat ulangan kan ust? Kalau itu prinsip harus jujur dan percaya dengan kemampuan masing-masing, masalah naksir selama tidak terganggu, cuekin ajah deh kak..qiqiqi” jawab saya. Terakhir Belva menuliskan target didepan saya dan wali kelasnya, (1).harus lebih percaya diri
(2).memaximalkan nilai yang belum maximal
(3).lebih aktif dikelas
   Setelah selesai dengan Belva, maka saya lanjut mendatangi undangan SLC di SD bersama Reva. Bertemu ustadzah Fitri sebagai wali kelas 2D. Reva memulai presentasi dengan membaca tilawati 4 dan kemudian Reva mempresentasikan Mozaik Bunga dengan nilai E yang dia buat. Sebenarnya Belva dan Reva tidak jauh berbeda, 11-12 kata ustadz Yunus, wali kelas Reva waktu klas 1, sama-sama pemalu, tapi Reva sedikit lebih aktif diklas. Ustadzah Fitri menceritakan keseharian Reva,”Reva sangat patuh, taat dan tertib, begitu memperhatikan pelajaran jika dikelas, tahu betul kapan saat bermain atau belajar, cukup aktif dikelas, berani bertanya jika belum paham, bagaimana dirumah bu, sholatnya, mengajinya, belajarnya?, saya lihat dari buku penghubung koq aman sekali”..”Alhamdulillah ustadzah, memang dirumah selalu saya doktrin untuk fokus saat pelajaran, masalah sholat memang tidak pake nyuruh, mengaji dan belajar setiap hari walau cuman sebentar sekali, apalagi kalau dia paham dengan materi, jadi tidak saya suruh belajar tapi lebih kepada mengembangkan bakat dan hobby ust, seperti baca buku, menulis cerpen, menggambar, itu saya anggap sarana belajar”. Dan terakhir sebagai gongnya, saya selalu menanyakan rangking, bukan buat gaya-gayaan, tapi sebatas informasi buat saya, apakah anak saya sudah cukup memahami pelajaran yang diberikan. Dan rangking Reva turun 2poin, berada diurutan 6, setelah klas 1 berada diurutan 4. “Gapapa ya Nak, besok dapat ditingkatkan lagi, gak boleh sedih ya”, sambil saya peluk Reva. “Memang klas 2D ini, banyak anak pinternya bu,”ustadzah Fitri menambahkan.
   Setelah berpamitan kami bertiga pulang, sembari dijalan mengobrol tentang reward yang saya janjikan. Belva,”ma, aku jadi dibelikan Monsterhigh kan?”. Reva,”aku gak dapet monsterhigh ya ma?, nanti aku pinjem kamu ya kak?”. Saya menimpali,”owh kacian Reva, kak Belva gak mama belikan Monsterhigh koq, buku aja ya kak?”. Reva,”aku juga mau buku ma, monsterhigh ku sudah 2 koq, sudah cukup”. Belva,”yach, mama, okelah beli buku, yang banyak tapi ya?”
   Baiklah anak-anak perempuan mama yang hebat, mama tidak akan berhenti bersyukur telah memiliki kalian dan mama akan terus berdoa buat kalian, semoga kedepan menjadi anak-anak shalihah yang cerdas imtaq dan berprestasi, berbudi pekerti luhur serta menjadi muslimah yang bermanfaat bagi sesama..aamiin

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s