Ibrahim sebagai sosok ayah teladan

 

image

  Tersebutlah tokoh pengasuhan dalam Alquran. Dimana keluarganya ditinggikan atas seluruh insan (3:33). Dialah ibrahim, ayah teladan
  Di tengah kesibukan sebagai nabi, tetap peduli terhadap anak istri. Meneruskan iman dari generasi ke generasi
  Meski pulang setahun sekali, bkn berarti jadi ayah yg tak peduli. Urusan mengasuh anak tetap dilakoni. Terbukti 2 dr 12 anaknya adlh nabi
  Dialah Aba’ al anbiya. Seluruh keturunannya menjadi manusia mulia. Hingga kita perlu belajar kepadanya bgmn seharusnya menjadi orangtua
  Dari ishaq anaknya, lahirlah sosok ya’qub dan yusuf yg mempesona. Dari ismail buah hati tercinta, lahirlah Muhammad, manusia termulia
  Untuk bisa mencetak anak semulia Ismail, maka belajarlah menjadi orang tua sekualitas ibrahim. Mengasuh anak tidak main-main
  Ibrahim memberikan bukti, bahwa tanggung jawab ayah bukan sekedar mencari sesuap nasi. Tapi juga peduli dlm mengasuh anak bersama istri
  Ibu memang madrasah pertama seorang anak dan ayah adalah kepala sekolahnya. Maka jadilah ayah kepala sekolah bukan penjaga sekolah
  Kepala sekolah tugasnya menyamankan sekolah. Inilah yg dilakukan ibrahim saat mula2 mencari tempat tinggal bagi keluarganya. (14:35)
  Jika sekolah nyaman, maka siswa pun belajar dgn fun. Itulah kenapa suami hrs bisa nyamankan istri agar ia bisa asuh anak dgn suka hati
  Sebagai kepala sekolah, ibrahim punya visi misi (14:35-37). Hajar sebagai ibu jalankan tugas sesuai juklak tanpa merasa ragu
  Saat kembali ke rumah, Ibrahim total jalankan misi mengasuh. Anak sering diajak ngobrol seraya jiwa hadir secara utuh
  Perintah Allah disampaikan secara santun. Anak menerimanya tidak dgn manyun. Taat dlm kondisi apapun (37:102)
  Anak yg tak pernah diajak bicara, taat karena terpaksa. Saat lepas dari orang tua merasa merdeka. Langgar agama tak takut dosa
  ‘Bagaimana pendapatmu nak?’ Inilah kalimat sakti seorang ayah, yg hargai anaknya. Meski anak masih belia tetap punya hak utk ditanya
  Ayah hebat Ibrahim, cari tempat tinggal tdk main-main. Lebih memilih jauh di ujung berung asal dkt dengan masjid tempat bernaung (14:37)
  Sebab, jika anak terbiasa bermain dkt masjid, jiwanya dkt dgn Allah Al Majid. Jika dkt dgn mall atau pasar, syahwatnya makin liar
  Maka, jgn sembarang cari tempat tinggal. Karena jika tidak, rencana pengasuhan sebaik apapun berpotensi gagal
  Akhlaq ibrahim juga jadi teladan. Tak berbeda apa yg dikerjakan dgn yg dikatakan. Sebelum mengajar anak, ia memulai duluan (14:40-41)
  Anak belajar dari apa yg dilihat ketimbang apa yg didengar. Lisan menyuruh utk sholat namun ayah sendiri suka melanggar
  Terakhir, saat jauh terpisah dari ananda tak pernah alpa merangkai doa. Anak terikat hatinya sebab dijaga oleh Allah Penguasa Semesta
  Ibrahim merangkai doa dari negeri sebrang. Berharap iman dlm jiwa anak tak pernah hilang. Inilah sosok ayah penyayang
  Jika jarak telah memisahkan, biarkan doa yg menyatukan. Sebab doa senjata orang beriman. Inilah rahasia kesuksesan ayah teladan
  Maka tak ada alasan krn sibuk bekerja, abai dlm urusan rumah tangga. Justru lelaki mulia diukur dari kemanfaatan di dlm keluarga
  Mari belajar jadi ayah hebat dr Ibrahim agar lahir generasi sekualitas ismail. Jika peran ayah minim, bgmn mungkin negeri kita berhasil?

Source:@ajobendri (ustadz Bendri Jaisyurrahman)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s