“Kak, are you a Polyglot??”

image

  Kemarin sore saya dan hubby sedang belanja di AceHardware  untuk belanja keperluan toko, membeli Handpallet tepatnya. Saat sedang memilih dan  hape berdering, diseberang sana, belva dengan riang gembira mengabarkan,”Ma, mandarin aku 100, tertinggi, bahasa Jawa juga tertinggi tapi 99. Eman ya ma”..”Alhamdulillah, I told you kak, you are a polyglot, so proud of you” jawab saya dengan yakin dan bangga.
   Polyglotism adalah istilah untuk orang yang dapat menguasai berbagai bahasa. Dan biasa disebut juga dengan Polyglot. Menguasai 4 hingga lebih bahasa asing. Polyglot yang saya kenal adalah om saya sendiri yang kebetulan berkebangsaan Jerman, yup, beliau menikah dengan tante saya. Dulu waktu kecil jika berkunjung ke Indonesia sudah sangat fasih berbahasa Indonesia tapi jika sedang bersama tante tetap menggunakan bahasa Jerman. Kata tante sih, om dapat berbahasa Indonesia, Inggris, Perancis, Polandia selain bahasa ibu, yaitu Jerman. Sebenarnya tidak ada sangkut pautnya sih dengan kak Belva, beda jalur ini..huhihuhi. Cuman takjub ajah liat kak Belva cas cis cus pake bahasa Inggris dan Mandarin, begitu cepat dan lancarnya dia belajar, sayangnya kalau kena giliran saya suruh praktek ngomong in Javanesse, suka gak pede, dia bilang,”susah melafalkannya, ma”..”Ah, alesan, malu kali ya kamu kak, bahasa Jawa tuh bahasa nenek moyangmu, nduk” jawab saya..hahaha
   Herannya lagi disaat teman-temannya yang lain kesulitan baik urusan vocab maupun grammar, dia cepat sekali menghafal. Perbendaharaan kata nya apalagi bahasa Inggris, sangat luar biasa. Sejauh ini hanya belajar sendiri secara otodidak, tanpa les formal sedikitpun. Kalau dia tidak ada bakat Polyglot saya yakin gak mungkin secepat itu dia menghafalkan vocab dan grammar. Mama nya pun sering terkena pembetulan, gegara salah ucap atau grammar nya, duh lidah mama sudah kaku ini kalau harus belajar ngomong inggris dengan baik dan benar. Kalau disuruh memilih, mama belajar makhraj huruf hijaiyah ajah deh kak (sambil buka buku tilawati 2)..wkwkwk
   Di sekolahpun, telah disediakan guru bahasa Jepang selain Inggris dan Mandarin, tapi untuk bahasa Jepang bukan masuk di mapel cuma sebagai eskul saja. Sementara ini Belva masih memprioritaskan English club sebagai eskulnya dan Alhamdulillah disekolah telah dibimbing guru yang sangat kompenten, dan dapat mengexplore kemampuan Belva lebih baik, mengarahkan serta mencuatkan prestasi dibidang bahasa Inggris. Dan dalam waktu dekat ini Belva akan dikirim mewakili sekolah dalam lomba English Competition. Harapan saya tidak mentarget untuk jadi jawara, hanya lebih kepada menumbuhkan keberanian unjuk gigi semata. Tapi tetap berusaha sebaik mungkin, ya kan Kak..^__^ (sambil ciumin kak Belva).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s