BUAH HATI

 

image

   Anak adalah buahhati setiap orang tua, dambaan disetiap keinginan orang tua serta penyejuk hati bagi keletihan jiwa orang tua. Anak tidak lahir begitu saja, anak terlahir dari buah cinta sepasang hamba Allah subhanahu wa ta’ala, yang merupakan amanat wajib untuk dijaga, diasuh dan dirawat dengan baik oleh orangtua. Kita tahu dan paham betul bahwa setiap amanat akan dimintai pertanggungjawaban.  Pertanggung jawaban orang tua tersebut baik di dunia ataupun di akherat. Namun tatkala anak sudah baligh maka mereka bertanggung jawab atas diri mereka sendiri.
   Buahhati kita tentu butuh bekal,  dan hal ini dapat diwujudkan dengan memberi pendidikan. Selain memberikan pendidikan di sekolah, ada hal yg jauh lebih penting, yaitu memberikan pendidikan yang baik sesuai Al Qur’an dan As sunnah sebagai bekal perjalanannya. Sebagaimana perkataan Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu, “Didiklah anakmu karena kamu akan ditanya tentang tanggungjawabmu, apakah sudah kamu ajari anakmu, apakah sudah kamu didik anakmu dan kamu akan ditanya kebaikanmu kepadanya dan ketaatan anakmu kepadamu.”
   Pendidikan tersebut banyak cabangnya satu diantaranya adalah pendidikan akhlak, akhlak anak yang baik dapat menyenangkan hati orang lain baik orangtua atau orang-orang di lingkungan. Bahkan akhlak yang sesederhana sekalipun misalnya memberikan wajah berseri saat bertemu dengan saudara muslim yang lain. Disamping ikhtiar dengan pendidikan akhlak yang bagus hendaknya orangtua selalu mendo’akan anak-anaknya, agar mereka tumbuh dengan naungan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala pula. Karena doa orangtua atas anaknya termasuk doa yang mustajab. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan, doa orang yang teraniaya, doa orang yang sedang bepergian dan doa orangtua atas anaknya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban). Sungguh islam adalah agama yang sempurna hingga pendidikan anakpun diperhatikan dengan serius. Tapi tatkala anak tumbuh menjadi anak pembangkang, suka membantah kepada orangtua bahkan durhaka.  Banyak diantara orangtua yang menyalahkan si anak, salah bergaul lah, tidak bermoral lah atau alasan yang lain.
   Yuk, kita kaji diri kita dulu sebelum menyalahkan, karena siapa tau para Orang Tua yang lalai mengajarkan pendidikan pada anak. Bisa jadi sebenarnya bukan lantaran karena anak salah bergaul namun hendaknya orangtua jg mawas diri. Mungkin saat si anak masih kecil belum akan terasa dampak dari arti pentingnya akhlak bagi orangtua.  Namun saat dewasa kelak maka akan sangat terasa bahkan sangat menyakitkan bagi kedua orangtua. Dan perlu ditekankan bahwa akhlak yang baik dari seorang anak adalah harta yang berharga.  Lebih berharga daripada sekedar harta materi. Sebelum terlambat mulailah saat ini menanamkan akhlak tersebut, dari hal yang sederhana saja seperti:
(1). Dengan memberi contoh mengucapkan salam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Dan maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu jika kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai?  Tebarkan SALAM diantara kalian.” (HR. Muslim).
(2). Memperhatikan etika dalam makan. Dari umar bin Abu Salamah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepadaku,  “Sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah dari makanan yang paling dekat denganmu.” (Muttafaqun ‘alaih).
(3). Mengajarkan kejujuran. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Peganglah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukan kepada surga. Seseorang selalu jujur dan memelihara kejujuran hingga tercatat di sisi Allah termasuk orang yang jujur. Dan hindarilah dusta karena kedustaan menunjukkan kepada kejahatan dan kejahatan menunjukkan kepada neraka. Seseorang selalu berdusta dan terbiasa berbuat dusta hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari Muslim). Akhlak yang baik dari seorang anak akan melahirkan generasi yang baik pula, generasi pemuda yang taat kepada Allah, Banyak kita jumpai, ibu berkata..”Nak sini duduk dekat mamah, nanti aku kasih permen loh”.Setelah buahhati duduk, tidak dikasih apa-apa. Apakah kita sebagai orangtua seperti memberikan legitimasi bahwa anak, buahhati kita boleh-boleh saja berbohong?. Ada lagi banyak dijumpai, ketika anak terantuk meja misalnya… Apa yang banyak kita jumpai, ketika ibu melihat buahhatinya nangis. Kebanyakan mereka memukul mejanya dan bilang “Mejanya Nakal!”… Wahai orang tua, kenapa tidak jelaskan pada buahhati mu untuk berhati-hati. Menjelaskan pada buahhatimu lebih berhati hati.. itulah yang jauh lebih Tepat. Atau ketika sang buahhati gak mau makan.. Kenapa banyak kita jumpai.. “Makan dong, ntar nasinya nangis….”. Jika kita sering mengatakan pada buahhati kita “Nak, jangan jajan diluar. Nak jangan ini jangan itu….”. Sudahkah kita mengatakan kepada buahhati kita… NAK, JANGAN BERBUAT SYIRIKK!!, ini jauh lebih utama. Semoga kita dikaruniai buahhati yang berbakti kepada kedua orangtua dan memperhatikan hak-hak bagi saudara muslim lain.

Source:@Islamdiaries

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s