Taman Surga dalam Rumah kita

  Kajian tentang tema keluarga sering kita dengar dan memang seharusnya segala yang berorientasi Akherat haruslah kita ulang-ulang dalam mempelajarinya. Keluarga adalah salah satu yang musti kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah, bagaimana sikap kita, bagaimana cara kita mengasuh dan mendidik jangan sampai anak lepas dari rahim iman. Karena seperti janji Allah di akherat kelak kita akan dikumpulkan di surga bersama-sama dengan anak, cucu dan cicit dalam satu keluarga selama kita masih dalam satu rahim iman. Itulah mengapa setiap pernikahan bukan saja memikirkan tentang siapa calon atau berapa biaya tapi juga persiapkan bekal ilmu. Tanpa ilmu, tunggulah saat-saat kehancurannya. Betapa pentingnya ilmu tentang keluarga demi mewujudkan pernikahan yang sakinah mawwadah warahmah.
  Seperti apakah ciri-ciri penghuni surga itu, dan bagaimana kita dapat menciptakannya dalam rumah kita, karena dengan menciptakan surga di dalam rumah kita, setiap penghuni rumah, baik ayah, ibu, anak-anak selalu kerasan di rumah dan selalu ingin pulang itulah esensi dari Sakinah. Keluarga Sakinah adalah keluarga, dimana setiap anggota keluarga merasa damai, tenang dan nyaman ditengah-tengah keluarga.
  Allah berfirman dalam QS Al Hijr ayat 46 ,”Masuklah kalian ke dalam (surga) dengan Sejahtera lagi Aman”, yang mengandung arti bahwa yang dibutuhkan di dalam rumah yang merasakan surga didalamnya yaitu:
(1). SEJAHTERA; tercukupi kebutuhan dari setiap anggota keluarga, meliputi aspek ekonomi. Seorang ayah wajib mencari nafkah, seperti Sabda Rasul, seorang suami harus bersungguh-sungguh dalam mencari nafkah, dan sangat berdosa jika ia melalaikan kebutuhan keluarganya. Sejahtera juga meliputi dalam kebiasaan mengucapkan Salam jika anggota keluarga saling bertemu atau berpisah, suami berangkat bekerja atau anak berangkat sekolah, jika masuk atau keluar rumah selalu ucapkan salam dengan baik, melafalkannya dengan sempurna..In Sha Allah rumah tenang dan damai.
(2). Rasa Aman; baik suami maupun istri dapat menciptakan suasana yang menyenangkan, bukan saling teror baik fisik maupun verbal, saling menang sendiri, saling menjatuhkan ataupun saling menyebutkan jasa masing-masing.
(3). Jangan ada dendam; Qs Al-Hijr ayat 47, Allah berfirman,” Dan Kami melenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan diatas dipan-dipan”. Terkadang akibat kesal dengan si bapak kemudian si ibu menteror anak, itulah sebabnya setiap permasalahan antara suami dan istri harus diselesaikan hingga tuntas jangan dipendam menjadi dendam. Suami harus selalu peka dengan keadaan istri, sediakan waktu buat istri berkeluh kesah atau sekedar bercerita, berlaku pula sebaliknya.
(4). Akrab; Seperti telah di sebutkan sebagai lanjutan surat Al-Hijr diatas, penghuni surga juga sangat senang duduk berhadap-hadapan, bercerita akrab, seperti itulah hendaknya kelurga. Selalu ada waktu untuk keluarga, ayah dan ibu serta anak meluangkan waktu untuk berdialoq, bercerita dan berbagi kisah, saling bertatap mata, bukan cuma sambil lalu atau berbasa’basi.
(5).Tidak ada kata/kalimat negatif. Saling memuji ataupun memotivasi adalah sangat penting dalam menjaga keharmonisan keluarga, baik suami dengan istri, maupun ayah-ibu dengan anak-anak. Setiap tindakan kejujuran dari pasangan maupun anak hargailah. Nabi Muhammad pun melakukan hal yang sama, justru malah memuji atas keberanian jika sanggup mengakui kebohongan.
6. Selalu berdzikir dan memuji Allah. Inti dari rumah tangga Surga itu semua berlandaskan kepada Allah. Menjaga keharmonisan rumah tangga tidak melulu masalah ekonomi yang bersifat tehnis, tapi lebih kepada Spiritual. Jadi landasan terpenting dari Rumah Tangga adalah Takdir Allah, karena Allah lah yang sanggup menjaga keharmonisan hubungan baik suami dengan istri maupun orang tua dengan anak. Makin kuat hubungan kita dengan Allah, maka semakin baik hubungan dengan sesama, itulah konsep aqidah dalam islam. Jadi semakin kuat landasan pernikahan karena Allah, semakin mesra lah hubungan suami-istri, demikian pula orangtua-anak.
(7). Berbicara lembut tidak kasar atau berteriak. Karena berbicara kasar atau berteriak hanya ada dineraka bukan di surga. Dengan Allah pun kita dituntut untuk berdoa dengan lembut, karena Allah tidak suka dengan kata-kata keras dan kasar, Allah mencintai kelembutan.
Demikianlah ciri-ciri dan cara menciptakan suasana surga dalam rumah kita. Setiap kebiasaan baik harus kita lakukan berulang-ulang agar melekat dan menjadi karakter tiap anggota keluarga, saling mengingatkan, serta menasehati, sekalipun anak terhadap orang tua, tetaplah orang tua juga harus mau mendengar, tidak hanya mendengar malah, tapi sebagai sarana untuk berubah menjadi lebih baik, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang sehat.
Menjelang 13tahun perkawinan kami, ilmu tentang keluarga yang baru saja saya dapatkan dari ustadz favorit saya di twitter dengan akun @ajobendri, melalui link youtube nya, saya anggap sebagai kado pernikahan. Harapan dan target kami dalam 13th pernikahan kami ini adalah keluarga bahagia yang terus mengejar pernikahan yang Sakinah Mawaddah Warahmah. Dan sejatinya Ilmu adalah bekal untuk meraih keinginan dan harapan kita, untuk itu kita wajib belajar dan menambah ilmu agar hidayah dan ridho Allah selalu hadir dalam kehidupan kita..In Sha Allah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s