Menikmati Kurikulum 2013

   Senin pagi ini telah dimulai nya UAT untuk tema pertama “Ourselves”. Senin hingga jumat, Reva akan menghadapi UAT. Dengan kurikulum baru yaitu 2013 yang dicanangkan pemerintah sebagai ganti kurikulum KTSP. Seperti yang telah disosialisasikan pihak Sekolah tiga minggu yang lalu banyak memberi pencerahan seperti apakah kurikulum yang baru. Sebenarnya dari pihak pemerintah sendiri menganjurkan perubahan kurikulum untuk klas 1 dan 4 sebagai uji coba, tapi entahlah sekolah anak-anak memilih untuk memberlakukan di aemua jenjang klas. Kebetulan Reva lah yang harus melalui kurikulum baru ini. Setelah klas 1 menggunakan KTSP sekarang klas 2 menggunakan kurikulum baru.
   Awalnya memang ada rasa malas, ngeluh, ngapain sih kudu berubah lagi??. Itulah gambaran jika dipaksa keluar dari Zona Nyaman, tidak hanya guru tapi orang tua murid dipaksa belajar lagi. Apalagi saya termasuk orang tua yang tidak memberikan les tambahan kepada anak-anak. Pertimbangan bahwa sekolah anak-anak sudah full day yang telah menguras cukup banyak energi, karena juga nilai di sekolah masih lebih dari cukup, berarti mereka tidak punya kesulitan dalam menerima pelajaran. So cukup mama ajah yang ngajari, nah kalo materi atau sistem berubah-ubah ya extra energi deh.
   Sekolah anak-anak selama ini telah menerapkan sistem “Visi Semesta” dimana dalam setiap satu tahun ajaran menggunakan 6 Tema, yaitu Ourselves, Environment, Changing, Tehnology, Entrepreneurship, Manage the World, dan tidak mengenal UTS dan UAS tapi lebih kepada UAT yaitu Ulangan akhir tema. Di setiap akhir tema selalu harus ada project akhir yang dihasilkan. Di setiap Tema ada mapel-mapel yang di satukan berdasar tema tersebut dan dikaitkan dengan Spiritual Paradigm yang bersumber dari ayat-ayat AlQuran. Salah satu alasan juga yang membuat enggan memberi les tambahan adalah tidak ada kesamaan urutan materi yang diberikan sekolah dengan diknas. Materi keseluruhan sama hanya urutannya yang tidak sama.
   Saat ini justru Pemerintah melalui Depdikbud mulai mengenalkan kurikulum 2013 yang menggunakan sistem Tematik seperti yang diterapkan Sekolah anak-anak 4tahun terakhir. Anak didik tidak hanya dituntut dalam aspek menghafal saja tapi juga memahami pelajaran dengan menghasilkan project akhir. Dengan mengintegrasikan mapel IPA dan IPS kedalam mapel yang lain yang tidak dihilangkan di kurikulum ini seperti Bahasa Indonesia, Matematika dan PKN. Memang awalnya seperti rumit, tapi setelah dipahami lebih dalam dengan pikiran terbuka tanpa apriori, fokus dengan solusi, kurikulum ini lebih meringankan anak-anak.
   Semoga seluruh aspek masyarakat yang concern dengan perubahan menuju perbaikan pendidikan ikut mendukung suksesnya kurikulum baru ini, dan semoga seluruh guru mau belajar lagi demi kelancaran proses belajar mengajar, serta anak-anak Indonesia dapat menikmati pendidikan terbaik dari pemerintah..aamiin
  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s