Perkembangan Belva di Sekolah Baru-nya.

Alhamdulillah, itu terus menerus yang selalu terucap dari bibir dan hati saya melihat perkembangan Belva. Ya, Belva anak saya yang cerdas tapi pendiam dan pasif dikelas. Meskipun rangking 1 tak pernah lepas, tapi Belva memiliki kekurangan yang cukup membuat saya dan ustadzah-ustadzah nya gemes tidak ketulungan. Bagaimana tidak Belva sangat pasif bahkan untuk berbicara di depan orang tua dan ustadzah saat Student Lead Conference dia diam saja, menunggu mama nya yang lebih aktif. Sudahlah memang tiap anak adalah unik, ada lebih ada kurang. Dan orang tua dituntut untuk mengetahui secara detil kelebihan dan kelemahan serta perkembangan dan potensi apa yang dapat diexplore dari seorang anak.

SMPI Raudlatul Jannah ini memang masih baru 4tahun berjalan, dengan murid yang masih sangat terbatas, justru ekslusif menurut saya, anak-anak lebih dapat diperhatikan secara personal, dengan harapan potensi-potensi terpendam dapat dimunculkan, lobi-lobi yang lebih mudah kepada ustadz/dzahnya, in sha Allah akan lebih diperhatikan daripada yang muridnya sudah ratusan. Dan juga yang tak kalah penting karena saya puas atas hasil didikan Belva selama di SD nya maka saya pun mantap melanjutkan ke Perguruan yang sama. Walaupun dapat dikatakan cibiran orang-orang disekitar yang berusaha melemahkan, tidak menyurutkan tekad saya, karena saya lah yang paling paham dan mengerti seperti apa anak saya dan apa yang dibutuhkannya. Dengan mengenal visi dan misi, para ustadzahnya dan sistem serta kurikulum sekolah dengan baik, maka harapan saya sebagai orang tua dapat meminta bantuan tanpa sungkan demi kemajuan anak. Dengan tekun saya sholat Istikharah demi memantapkan keyakinan saya atas sekolah yang saya pilih untuk Belva, Alhamdulillah Allah menunjukkan kekuasaanNya.

Belva saat ini mulai berorganisasi dengan terpilihnya dia sebagai bendahara kelas, walau dalam skala yang kecil, dia sudah berani menerima tanggung jawab tersebut. Belajar memang di mulai hal-hal yang paling mudah, In Sha Allah kedepan akan bertambah keberaniannya untuk unjuk gigi. Selain itu di extrakurikulum English Club dia juga mendapat peran sebagai guru dalam film dokumenter terbaru di bawah arahan ustadz Dewa, ustadz baru nya yang hampir tidak pernah berbahasa Indonesia selama mengajar dan berinteraksi di Sekolah. Ustadz Dewa terpesona melihat kemampuan Belva berbahasa Inggris, beliau bertanya belajar dan les dimana, padahal Belva sendiri belajar secara otodidak, baik melalui buku, musik maupun film bahasa Inggris. Dan hari Minggu kemarin ada acara Darling (Tadarus Keliling), Belva juga dipaksa wali kelasnya untuk ngemsi dalam bahasa Inggris, awalnya dia menolak, tapi kemudian dia menyanggupinya. Subhanallah, NikmatMu ya Allah, tiada pernah berhenti tercurah bagi hamba Mu ini.

Harapan kedepan buat Belva, dia akan berani berorganisasi dalam OSIS, lomba debat Bahasa Inggris, ya apapun potensi yang selama ini tertutup dapat terexplore dan berkilau. Dan saat di SMA kelak dia dapat terus meningkatkan prestasinya..Aamiin ya Rabbal alamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s