Hijabku sebagai wujud keTaatanku

 

image

  Bercerita tentang hijab, tahun 2000 adalah titik balik kehidupan Spiritual saya. Ada history dibalik mengapa mendadak saya memutuskan memakai Hijab disaat rambut saya baru saja diwarnai Blonde..cie, Blonde, dark cooper tepatnya..hehehe
   Tepat tanggal 1 January 2000 saya hijrah dengan mantap memakai Hijab. Alhamdulillah hidayah itu datang dengan sedikit paksaan dari diri sendiri bernama Nadzar. Yup, saya memang bernadzar jika nilai Akutansi Manajemen setidaknya dapat nilai D dan saya bisa ikut Wisuda, saya akan berjilbab. Kondisi saat itu memang tidak memungkinkan saya untuk wisuda padahal sudah molor 1 semester, hal ini diakibatkan nilai AM sangatlah parah, sedangkan Skripsi telah siap diujikan..Subhanallah, bagaimana ini caranya dapat mengatrol nilai AM sehingga tidak mengulang lagi satu semester.
   Tiap hari berusaha Tahajud, puasa senin dan kamis dan keluarlah Nadzar itu di setiap Sholat saya..”Ya Allah, jika Engkau meluluskan Nilai AM saya, saya berjanji akan memakai pakaian Hijab untuk selamanya..aamiin”. Saat-saat mendebarkan itu tiba, nilai AM keluar dengan nilai D..wkwkwk, parah memang tapi lega karena dengan begitu saya dapat melanjutkan sidang Skripsi dan mengikuti Wisuda..Alhamdulillah. Terus terang saya sama sekali lemah dalam bidang akutansi, AM merupakan mata kuliah momok bagi mayoritas mahasiswa fak.Manajemen apalagi Ubaya, Univ.Surabaya yang standartnya tinggi selangit itu, ujian full bahasa Inggris, memahami soalnya saja sudah kesulitan apalagi menjawabnya..huuufftttt
    Finally, saya lulus dengan IPK 2.72..Mayanlah, secara Ubaya gitu lho..hehe, setelah Mei Wisuda, lanjut Oktober menikah, coba kalo nilai AM dapat E, pingsan saya. Mundur satu semester meaning mundur pula acara Pernikahan kami..#jiah.
   Memang keputusan saya menggunakan hijab membuat kaget keluarga dan teman, terutama ayah, beliau tidak siap melihat saya mengenakan hijab karena masih terlalu muda. Sempat kami berdebat menjelang pernikahan, Ayah tidak menghendaki saya mengenakan hijab di saat ritual Pernikahan. Dan saat itu saya tidak dapat menolak atau membantah permintaan ayah, baiklah Ayah, saya mematuhimu hanya di 3hari saja, yaitu selama ritual pernikahan berlangsung..Astaghfirullah, ampuni hambaMu yang lemah ini ya Allah, hamba tak kuasa membantah perintah ayah..hikshiks
    Setelah Pernikahan selesai digelar, hijab langsung saya kenakan lagi. Alhamdulillah, rasanya begitu nyaman, risih dan canggung melanda diri selama 3hari. Bayangkan saja berhijab sudah sekitar 8bulan harus dipaksa lepas selama 3hari..Bayangkan!!. Ahh, sudahlah semua telah berlalu. Semoga Allah selalu menuntun saya untuk Istiqomah dalam hijrah saya. Setelah 13tahun saya lalui, saya masih terus belajar dan belajar tentang syariat Hijab khusus mencapai kesempurnaan Hijab saya dan belajar syariat-syariat Islam secara menyeluruh yang wajib saya ketahui dan terapkan..Sami’na Wa Atho’na

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s