Manajemen Uang Saku Bulanan

 
image

Tahun ajaran baru, kelas baru, anggaran uang saku pun ikut baru, yang ini maksudnya butuh penyesuaian uang saku.

Belva tahun ini memasuki klas 7, dimana uang saku maximal yang diperbolehkan adalah 15ribu. “Wedew, banyak amat kak?”, kata saya. Belva jawab,”yee mama, itu kan maximal, dulu juga waktu klas 6, uang saku maximal 10ribu, tapi lho mama kasih jatah cuman 5ribu”..hihihi, iya ding. Bukannya pelit tapi disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan. Tahun lalu saat kelas 6, Belva mendapatkan jatah bulanan sebesar 200ribu dengan perincian uang infak/sedekah sebesar 20% dari 200rb yaitu 40ribu kemudian uang tabungan sama 20%nya yaitu 40ribu, sisa nya adalah uang yang dapat dipergunakan sebagai uang jajan yaitu 120 dibagi 20/25 hari, yaitu 6000/5000 per hari, tergantung kebutuhan Belva juga. Setelah memasuki klas 7, maka sudah sewajarnya uang bulanan sedikit dinaikkan selain karena kebutuhan sebagai anak Smp lebih besar, faktor inflasi pun harus tetap diperhatikan. Setelah berunding dengan Belva, dicapai angka kesepakatan yaitu 250ribu per bulan, yang terdiri dari uang infak 20% yaitu 50ribu, menabung 20% juga yaitu 50ribu dan sisa nya jatah jajan sebesar 150ribu yang berarti 7500 per hari, sabtu dan minggu libur tanpa uang jajan.

Berbeda dengan Reva yang masih klas 2, jatah bulanan baru dia dapatkan diklas 2 ini, karena saat klas 1, belum diperbolehkan membawa uang saku hanya berupa bekal saja. Setelah menginjak klas 2, mulai diperbolehkan. Saya tanya Reva,”uang saku untuk klas 2 berapa nak?”..Reva,”klas 2 sudah boleh bawa uang 5000 ma”..”Wah, banyak juga ya”, jawab saya. Baiklah, dari hasil perhitungan saya, maka jatah bulanan Reva adalah 100ribu perbulan, 20% untuk infak/sedekah setiap hari jumat yaitu 20ribu, menabung juga 20% yaitu 20ribu, sisa 60ribu sebagai uang saku yang berarti tiap hari 3000 rupiah, karena tiap hari sabtu dan minggu libur sekolah.

Selain sebagai sarana belajar mengelola uang sendiri, mereka juga belajar hemat, itu juga ilmu yang bermanfaat sebagai bekal mereka kelak jika ingin menjadi entrepreneur sukses, ilmu mengatur uang ini sebagai dasarnya. Mereka bebas menggunakan uang tabungan, boleh buat beli apa saja diakhir bulan atau pun habis karena mereka boros tidak sengaja. Contoh Belva doyan sekali makan bakso, memang uang jajan di sekolah cuma digunakan 5000 tapi jika pulang sekolah dia membeli bakso, alamat uang tabungan bisa terkuras habis. Jika terjadi krisis keuangan sebelum berakhirnya jatah bulanan, ya terpaksa bawa bekal dari rumah..hahaha, tapi jarang sekali terjadi, Alhamdulillah sejauh ini Belva bisa memanage dengan baik. Yang paling penting uang infak tidak boleh diganggu gugat. Pernah dalam satu bulan uang Belva sengaja tidak digunakan karena dia terobsesi ingin membeli boneka, Alhasil setiap hari bawa bekal dari rumah, bebas ajah sih, begitu kan malah lebih hemat..^___^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s