HIJRAH ku

   Hijrah dapat diartikan perpindahan atau perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik semata-mata karena Allah. Pernah kita dengar kata Hijrah saat Nabi Muhammad SAW diperintahkan Allah untuk hijrah dari Makkah ke Madinah. Peristiwa hijrah itulah yang mencetuskan fenomena dan momentum terbesar di dalam sejarah perjuangan Rasulullah SAW. Momentum tersebut ialah pembentukan sebuah negara Islam yang pertama dan perpindahan era dakwah secara rahasia kepada era dakwah secara bernegara. Dari aspek yang lain, hijrah juga mengajar umat Islam agar mengatur strategi dalam langkah dan gerak kita. Sebagaimana kita melihat Rasulullah SAW mengatur strategi dalam berhijrah, demikianlah kita wajib mengatur strategi dan target yang ingin dicapai agar mudah kita raih.

   Berbicara tentang Hijrah, terasa sekali dua tahun terakhir terjadi perubahan spiritual yang sangat extrim pada diri ini. Mulai jalan hidayah itu terbuka saat menghadapi ujian kehidupan dan telah sukses saya lalui pun anak-anak yang selalu memotivasi menjadi tauladan yang baik bagi mereka. Subhanallah, rasanya tidak ingin menyia-nyiakan sedikit pun anugerah Allah berupa hidayah ini. Berupaya terus untuk belajar mentadaburi Al-Qur’an dan menggali sunah-sunah Rasul yang selama ini saya abaikan.

   Ramadhan kali ini ada target yang ingin kita raih, yang paling utama adalah Lailatul Qodar. Siapapun, umat muslim dimanapun berada sedang berlomba-lomba ingin mendapatkannya. Salah satu tanda muslim yang mendapatkan Lailatul Qodar adalah muslim yang selepas Ramadhan terjadi perubahan yang signifikan menuju taqwa. Hal positip yang kita ambil adalah masalah kebiasaan, 10 hari terakhir dimana Reward yang dijanjikan Allah berupa pahala lebih baik dari seribu bulan memancing kita untuk beribadah lebih dari biasanya. Dan, 10 hari inilah yang dapat menimbulkan pembiasaan diri melaksanakan amalan wajib dan sunah dengan lebih sering dan khusyu’. Jadi meski tidak mendapatkan Lailatul Qodar seharusnya kita sudah melatih diri untuk menjadi manusia taqwa, tinggal bagaimana kita memaintainance ibadah dan perilaku kita seperti saat Ramadhan.

   Semoga Ramadhan kali ini benar-benar membawa perubahan positif bagi saya terutama dan keluarga. Di Ramadhan ini kami banyak melaksanakan sholat berjamaah walaupun dirumah, Papa sebagai imam kami, Mika pun turut sholat berjamaah dan melaksanakan puasa walau sampai jam 10, sesekali sampai dhuhur, kak Reva puasa sampai Magrib dan kak Belva tahajud tak pernah lepas. SUBHANALLAH, nikmat Ramadhan begitu lezat kami nikmati Ya Allah, Terimakasih atas karunia Mu yang tiada henti tercurah untuk keluarga kecil kami..^__^
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s