Memahami IBRAH sebagai jalan Hidayah

image

   Innalillahi waina ilaihi rajiun..Telah berpulang ke Rahmatullah, eyang kami tercinta Hj.RA Sumarni, dalam usia 97 tahun.  Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu anha, doa yang mengiringi kepergian eyang menuju ke peristirahatan terakhirnya.
  

image

    Eyang Marni adalah ibu dari papa mertua, beliau diberikan Allah umur sedemikian panjang hingga 97tahun. Kondisi Eyang sebenarnya baik-baik saja sesuai dengan usia beliau mungkin metabolisme tubuh mulai menurun drastis baik fungsi organ tubuh maupun secara psikologis mengalami demotivasi. Sekitar 2 minggu sebelum kepergiannya, beliau mogok makan, tante Erni adek dari Alm.papa yang diserahi tugas untuk merawat eyang memutuskan untuk membawa ke Rumah Sakit untuk diinfus. Sehari sebelum kepergian eyang, Alhamdulillah saya dan suami sempat menengok dan mengobrol dengan eyang walau sebentar dan kurang jelas. Besoknya kami dikabari bahwa Eyang meninggal, Innalillahi Wainailaihi rojiun, doa kami panjatkan ke hadirat Allah SWT untuk eyang tersayang kami..Allahumaghfirlaha warhamha waafiha wa’fuanha, Ampunillah dosa Eyang, terimalah amal ibadahnya dan tempatkanlah ditempat terbaik Di SisiMu ya ALLAH..aamiin ya rabbal alamiin
  
     Saat itu juga kami berangkat menuju rumah kediaman eyang dimana disemayamkan. Alhamdulillah mendapat kesempatan untuk ikut memandikan, mengkafani, mensholatkan dan memakamkan. Semua prosesi saya ikuti dengan pemahaman syariat yang sangat terbatas. Karena kebetulan saya hobby banget browsing alhasil browsinglah saya sebelum prosesi dilaksanakan. Sejauh ini saya mengamati jarang ada anak atau keluarga inti yang paham bagaimana merawat jenazah sesuai syariat, mereka lebih memprioritaskan jasa modin dan perawat jenazah tanpa mau belajar sendiri.

     Sekali lagi dan semoga berkali-kali IBRAH itu akan datang, sehingga memaksa diri ini untuk terus belajar karena begitu banyak syariat agama yang sama sekali belum saya kenal. MashaAllah, terimakasih ya Allah, hamba begitu mudah menangkap hidayah yang Engkau berikan. Dengan memahami syariat merawat jenazah, harapan saya kedepan harus betul-betul dapat mengamalkan pemahaman saya ke orang tua terutama, dan saudara-saudara dekat lainnya. Karena bagaimanapun Kematian adalah Keniscayaan.

    Adapun sumber yang saya pelajari saat ini antara lain dari page Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah

https://m.facebook.com/PISS.KTB?id=210326412354113&refsrc=http%3A%2F%2Fwww.searchmobileonline.com%2Fsearch&_rdr

untuk lebih jelas dapat juga kita melihat tutorial lewat Youtube. 

   Semua amalan yang ingin kita lakukan hendaknya berdasarkan tuntunan atau syariat sesuai yang diajarkan Nabi besar kita Muhammad SAW, jika tidak amalan-amalan tersebut akan tertolak jika jatuh ke dalam hukum Bid’ah, termasuk amalan Merawat Jenazah.

    Note to myself, hendaknya kita selalu peka dalam melihat setiap kejadian disekitar kita, akan selalu ada IBRAH atau pelajaran yang dapat kita peroleh. IBRAH itu jualah yang dapat menuntut kita dalam memperoleh hidayah dari ALLAH, karena hidayah itu bukan datang dengan sendirinya tapi kita wajib mencarinya. Menjadi muslimah yang kaffah adalah keharusan, Aqidah yang kuat disertai taat Syariat akan membuat kita makin Shalihah…In Sha Allah..^___^   

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s