Manfaat ziarah kubur adalah zikrul maut

1. Inilah kubur orang-orang mulia, tempat para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in dimakamkan. Ini pula kubur muslimin yang wafat kemudian.

2. Kalaulah bukan untuk keamanan area pemakaman yang sangat luas itu, niscaya tak ada satu pun tembok yang dapat kita lihat di sana.

3. Tetapi hanya tembok yang mengelilingi area itu, adanya. Selebihnya, tak ada kubur yang ditinggikan, tidak pula dibangun dengan pualam.

4. Area pekuburan itu adalah Baqi’. Tak seorang pun menyangkal kemuliaan para sahabat yang dimakamkan di sana kecuali yang rusak aqidahnya.

5. Inilah kesederhanaan makam para sahabat radhiyallahu anhum ajma’in. Di situ pula kaum muslimin berikutnya dimakamkan.

6. Tak seorang pun yang mengingini makamnya ditinggikan, dibangun atas kuburnya kemegahan, kecuali karena ada masalah dalam imannya.

7. Tapi kita perlu bedakan dengan mereka yang tak mengingini kemegahan atas kuburnya, hanya saja orang-orang di belakangnya yang berlebihan.

8. Pesan Sa’ad bin Abi Waqqash, “أَلْحِدُو ا لِي لَحْدًا, وَانْصِبُوا عَلَىَّ اللَّبِنَ نُصْبًا, كَمَا صُنِعَ بِرَسُولِ اللَّهِ” HR. Muslim

9. Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu berpesan jika kelak meninggal dunia “Letakkan aku di lahad dan tegakkan batu bata”

10. >> di atas (jasad)ku sebagaimana dilakukan hal itu terhadap (jenazah) Rasulullah (shallaLlahu ‘alaihi wa sallam).” HR. Muslim.

11. Inilah pemakaman yang dicontohkan oleh seorang sahabat Nabi. Sebuah pelajaran betapa kemuliaan itu bukan terletak pada megahnya kubur.

12. Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu ‘anhu, “سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ بِتَسْوِيَتِهَا” HR. Muslim

13. Fadhalah bin Ubaid, “Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan)” HR. Muslim

14. Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Saya suka bila (kuburan) tidak dibangun & ditembok karena itu menyerupai penghiasan & kesombongan, >

15. > dan kematian bukan tempat bagi salah satu dari keduanya. Dan saya tidak melihat kuburan para sahabat Muhajirin maupun Anshar ditembok”

16. Membaguskan kubur menghiasinya dengan taman, tidaklah menambah kebaikan apa pun kepada yang dikubur. Ini justru menyelisihi tuntunan.

17. Bagusnya kuburan tidak meringankan siksa bagi penghuninya jika ia seorang pendosa. Justru khawatirlah terjatuh pada bentuk kesombongan.

18. Jika engkau ingin memuliakan orangtua yang telah meninggal dunia, perhatikanlah tuntunan agar tak terjatuh pada sikap meremehkan sunnah.

19. Ali bin Abi Thalib ra., “أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا  بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ;

20. >>  أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا  طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ” HR. Muslim.| Mari kita renungkan.

21. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, “Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam telah mengutusku? ;

22. >> Hendaklah kamu jangan meninggalkan gambar-gambar kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan.”

23. Berpijak pada perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu sebagaimana riwayat Muslim ini, menegaskan tak ada keutamaan hiasi kubur.

24. Tak ada pula keutamaan meninggikan, kecuali sekedar sejengkal (sebagaimana dalam riwayat lainnya) semata sebagai tanda bahwa itu kubur.

25. Yang demikian ini hanyalah agar manusia tak menghinakan kubur, tidak pula duduk di atasnya. Ini serupa dengan batu sebagai penanda kubur

26. Maka, jika ingin muliakan orangtua yang sudah meninggal dunia, lakukanlah dengan perbanyak mendo’akannya. Bukan membangun kuburnya.

27. Apalagi jika untuk membangun kuburnya, justru menjatuhkan pada hutang piutang ribawi yang memerlukan waktu lama untuk melunasi.

28. Semoga catatan sederhana ini bermanfaat. Semoga tidak terjadi fitnah syubhat seakan keasrian pekuburan pengaruhi kebahagiaan si mayit.

29. Semoga pula catatan ini dapat menjawab pertanyaan, meski amat ringkas. | Mudah-mudahan kita dapat menetapi syari’ah dengan baik.

30. Sungguh, di antara manfaat ziarah kubur adalah zikrul maut. Menghias-hiaskan dengan pertamanan indah justru dapat hilangkan zikrul maut.

Source: @kupinang (ust.Moh Fauzil Adhim)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s