Merefleksi kembali tentang makna Sekolah

Bismillāhi r-raḥmāni r-raḥīm

Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja.

Memaknai sekolah , merupakan satu hal yang amat sangat penting dan amat sangat mendesak bagi bangsa Indonesia pada umumnya dan bagi kita sendiri sebagi orang tua dan pendidik.

Untuk apa anak-anak pergi ke sekolah? dan sekolah yang bagaimana yang terbaik untuk anak-anak kita? .

Merubah paradigma yang sudah mengakar, menancap dan tertanam kuat sampai sudah memenuhi seluruh aliran darah kita bukanlah perkara yang mudah. Beralih dari zona nyaman, zona yang “seperti ini saja” sudah lumayan, juga bukan perkara yang mudah.

Tetapi kalau kita mau mengambil bagian untuk mencegah bangsa ini menjadi bangsa yang lebih terpuruk dan menjadi bangsa yang semakin tidak mempunyai harga diri, maka jawaban pastinya adalah…

BERANIKAH KITA (saya, panjenengan) ? menjadi dan mampu “BERBEDA” dari yang lainnya ?

Ketika kita tahu dan yakin jika yang “BERBEDA” itu yang benar. Mampukah kita (saya dan panjenengan) untuk berkata “TIDAK” ketika menyikapi sesuatu yang menurut ukuran syar’i atau norma salah ? dan sebaliknya, mampukah kita mengambil sikap”SETUJU” ketika sesuatu hal tsb sesuai syar’i dan norma ?.

Meski kita harus “BERBEDA” dengan seluruh orang di dunia, meski kita harus berdiri yang hanya sedikit orang saja yang berdiri di sana.

Hukum tidak ada yang abu-abu. Baik hukum agama atau hukum negara pun hukum norma. Hanya saja mampukah kita berdiri di barisan yang mungkin “Sedikit” pengikutnya, beranikah kita untuk berdiri di wilayah yang bukan abu-abu dan berani di wilayah yang hanya di huni oleh segelintir orang saja? Kalau kita mengaku umat Rasulullah.. Pasti kita berani, karena Rasulullah MUhammad SAW telah melakukannya. Beliau berani “BERBEDA” , beliau berani berdiri di “wilayah yang dihuni segelintir orang saja”. TEGAS dan PUNYA SIKAP tetapi TIDAK KEHILANGAN KASIH SAYANGNYA KEPADA SESAMA MANUSIA.

Bangsa ini mempunyai banyak orang-orang cerdas, pun orang-orang cerdik pandai, orang-orang kaya juga banyak. Bangsa ini hanya kekurangan orang-orang yang BERKARAKTER, bangsa ini kekurangan orang-orang yang berani berubah dan berpindah dari zona nyaman, meski mereka semuanya juga bukan orang jahat bahkan banyak orang baik-baik.

Maka pertanyaannya.., Mampukah kita mendidik anak-anak kita dan menumbuhkan generasi pengganti kita, untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter ? Generasi yang berprinsip, yang bisa berkata “Tidak – terima kasih” jika ditawari minuman keras atau “Uang suap?” atau “kunci jawaban” atau ” Hal-hal duniawi lainnya yang menggiurkan?”.. atau bahkan ternyata nanti sama saja dengan generasi kita atau malah lebih parah dari generasi kita – naudzubillah min dzalik…

Pertanyaan besarnya (sekali lagi) “Mampukah kita ?” , mampukah diri kita ini yang telah diamanahi oleh ALLAH SWT sebagai Agent of Change? maka jawabannya ada di di lubuk dasar hati kita terdalam masing-masing. Jangan pernah berharap generasi ini akan menjadi generasi berkarakter jika kita (orang tua, guru dan para orang dewasa) sendiri tidak mempunyai karakter-karakter yang ingin kita tanamkan pada generasi muda penerus kita nanti).

Sekolah adalah Lembaga “PENDIDIKAN” – “MENDIDIK” dan (jelas-jelas) bukan hanya sekedar mengisi kepala atau otak anak-anak kita dengan segala macam ilmu pengetahuan tanpa ada perubahan sikap – mental – tingkah laku dan nilai-nilai.

“Mendidik adalah tentang menginspirasi.” Menginspirasi untuk menjadi manusia-manusia yang TAQWA -VISIONER – THINKER – RESPONSBILITY – TOUGH – INDEPENDENT – DISCIPLINE – CREATIVE INNOVATIVE – COMMUNICATIVE – PRO ACTIVE – PATRIOTIC.

Ketika kita mengajar atau “Bersentuhan dengan anak-anak” , maka yakinkan pada diri kita , tanamkan pada diri kita dan mantapkan pada hati kita bahwa kita tidak hanya sekedar menagajar, tapi kita Menginspirasi , membuat otak dan hati anak-anak kita berbinar-binar menyala-nyala… untuk semakin yakin dengan agamanya, semakin khusyu’ menjalankan perintah Tuhannya dan dengan rela serta senang hati meneladani Rasulullah Muhammad SAW.

Ilmu mereka bukan hanya sekedar pengetahuan yang tertempel di otak , tetapi ilmu yang mereka dapatkan sampai pada sanubari terdalam dan tersebar mengakar kuat dalam pembuluh darah yang mengalirkan darah di seluruh tubuh kita, yang membuat mereka memiliki keyakinan yang mantap dan melakukan serta bersikap dengan penuh keyakinan , keikhlasan dan kegembiraan. (Terasa Idealis memang… tetapi menurut saya hidup tanpa Idealisme, seperti makan Ikan tanpa tahu bentuk dan rasa daging ikan yang sesungguhnya.. He.. he.. ^_^).

Selamat berjuang sahabat-sahabatku.. Selamat hari Pendidikan 2 Mei dan Selamat Hari Kebangkitan 20 Mei…

Semoga segala hal yang kita torehkan , menjadi bongkahan permata yang indah di hadapan Tuhan kita Allah SWT, menjadi satu prasasti virtual yang melekat pada hati dan sanubari anak-anak kita serta mampu membuat Rasulullah SAW tersenyum bangga kepada kita sebagai umatnya.

Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īin…

Ihdinā ṣ-ṣirāṭ al mustaqīim…

La Hawla Wala Quwwata Illa Billah…

Yakinlah.. setiap sistem rumit dalam penafasan yang harus dijalani untuk satu helaan nafas yang terlibatkan.. tetesan keringat yang mempekerjakan pori-pori kita serta setiap tetes air mata yang melibatkan sistem super canggih mata kita, tidak ada yang sia-sia… 😀

By the way.. semakin sering kita menangis, semakin sehatlah kita .. ^_^

( karena menangis dapat :. 1 Membantu membunuh bakteri pada mata , 2. membantu mencerahkan penglihatan, 3. membantu mengeluarkan racun 4. Membantu meningkatkan mood, 5. Membantu mengurangi stess, 6. Dapat melegakan perasaan )

Catatan dari:
Wahyu Rachmawiyati, Kepala Sekolah SMPI Raudlatul Jannah, Waru-Sidoarjo, 13 Mei 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s