Detik-detik menjelang UNas

image

Entahlah yang salah siapa, yang saya pahami selama ini memang harus ada yang namanya ujian kalau ingin naik kelas. Mulai zaman pra sejarah kita juga selalu dihadapkan yang namanya ujian hidup dengan adanya masalah yang datang silih berganti *eh ini ngomongin apa ya* :p
Jadi begini UNas menurut pemerintah adalah suatu kelaziman dalam kenaikan jenjang sekolah yang diperlukan sebagai Standart Kelulusan. Hanya saja kenapa 10thn terakhir sejak ditetapkannya UNas sebagai syarat kelulusan justru pemicu terjadinya kekacauan, itu karena adanya ketakutan pihak sekolah maupun siswa yang yang terancam tidak lulus jika tidak memenuhi standart tertentu dari pemerintah. Itulah kenapa terjadi banyak kecurangan, karena baik murid, guru, sekolah maupun ortu dituntut dan menuntut untuk lulus.
Alhamdulillah kami sebagai ortu telah menyekolahkan anak2 kami ke sekolah yang tepat, sekolah yang lebih menekankan pelajaran dan pendidikan aqidah, akhlak dan moral yang baik yang sesuai dengan Alquran dan Sunnah. Jadi disaat2 seperti ini anak2 diajarkan untuk mengedepankan kejujuran dalam pelaksanaan UN dan selalu percaya bahwa Allah akan senantiasa memudahkan setiap langkah. Hari Kamis yang lalu sebelum UN dilaksanakan diadakan acara doa dan buka bersama didalamnya termasuk memotivasi ortu dan anak agar siap dalam menghadapi UN, setelah berbulan2 di gembleng soal2 yang cukup membuat mabok anak2, saat yang ditunggu2 itupun segera datang. Harapannya adalah ortu dan anak dapat saling bahu membahu dalam usaha dan doa, berupa support yang menyemangati agar anak2 tidak khawatir dan panik.
Beberapa hari menjelang UN seperti biasa kak Belva susah sekali disuruh belajar, tapi ya bagaimana lagi disekolah sudah lebih dari cukup digelontor soal2 UN, dia lebih concern dengan proyek2 prestisius dia semacam scrapbook, perabotan barbie, boneka dari kain perca dan segala tetek bengeknya. Dan salah satu hasilnya adalah boneka MiCi, salah 1 nama produk boneka kak Belva untuk adek Mika tersayang.
Yaya, UN tetaplah UN musti harus dihadapi tidak perlu panik atau takut, Belva terkesan sangat santai mungkin karena beberapa sebab (1) dia merasa telah mampu dan memang hasil menunjukkan dia selalu berada di 5besar perolehan hasil tryout
(2) kami selaku ortu sudah mendaftarkan smp yang memang menyediakan beasiswa 100%, karena menjadi jawara di klas 6 dan masih satu yayasan dengan sekolah SD nya..Alhamdulillah
(3) dia lebih berminat melakukan apa yang menjadi passionnya, dan untuk masalah belajar dan sekolah dia gunakan secukupnya.
Ya sudahlah nak, mama juga bukan ortu yang otoriter dan hanya berusaha terus menjadi mama yang baik dan benar yang selalu mensupport apa yang telah menjadi minatmu dan berusaha memfasilitasinya..
Semoga apa yang menjadi cita2 mu kelak akan memberikan manfaat bagi sesama, berguna bagi nusa dan bangsa serta yang terpenting menjadi kalifah panji2 Islam, sebagai wakil Allah SWT di muka bumi ini..aamiin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s