Toserba DEA WIJAYA

Toserba Dea Wijaya berdiri sejak hampir 16 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 06 oktober 1996. Sebagai patokan umur manusia Dea bisa disejajarkan dengan anak kelas 1 SMA, sudah memasuki masa remaja bukan. Jika sebuah patokan keberhasilan adalah cabang dari toko, mungkin bisa dikatakan kami sama sekali tidak berhasil..Yach, sangat disayangkan memang usaha yang telah sekian lama berdiri, sepertinya cuma begitu2 saja. Yang mungkin perlu untuk diketahui bahwa Toserba Dea merupakan perusahan Keluarga dimana sebagai Owner De Jure adalah saya dan Owner De Facto adalah Ayah saya yang kebetulan berlatar belakang militer yang sangat kaku serta feodal..hiks
Secara Hirarki perusahaan, saya adalah pucuk pimpinan tertinggi, tapi saya tidak bisa membuat kebijakan sendiri..(Lho? anehkan?), karena memang ada ayah saya yang lebih banyak membuat kebijakan dan kebetulan sangat b’tentangan dengan ilmu yang saya peroleh selama di kampus, meskipun kebijakan tersebut bukan kebijakan yang secara langsung ke dalam, tapi mempengaruhi secara keseluruhan perusahaan.
Pada Tahun 2000, Ayah membuat kebijakan untuk membeli lahan disebelah toko, dengan nilai yang sangat besar, sebanding dengan membeli lahan beserta isinya di cabang yang baru. Sebagai hasil analisa SWOT toserba Dea adalah tidak memungkinkan untuk m’perluas Toserba di daerah tersebut. Dan saya telah menetapkan daerah gresik sebagai tujuan cabang yang pertama. Karena selain analisa SWOT, pertimbangan yang tidak kalah penting adalah saya memiliki 2 saudara yang lain. Kami b’debat hebat, tapi karena saya bukan pemilik modal harus menerima kenyataan tersebut.
Setelah perluasan Dea selesai, b’jalan tidak terlalu lama persaingan mulai menggilas kami. Dea pun oleng, seperti yang telah saya prediksi. Dan kami pun bantir setir untuk menyelamatkan Dea dengan mengubah konsep toko dari retailer murni menjadi semi Grosir. O ya sejak menikah, kebetulan Hubby diminta ortu untuk membantu menjalankan toserba ini. Alhamdulillah hubby sangat pandai dan pekerja keras. Dalam waktu yang tidak lama Dea kembali bangkit tapi dengan konsekuensi lebih banyak Dana Segar yang terserap untuk Grosir dan wilayah retail mulai menyempit, dalam arti, lantai 2 yang berisi ART mulai diturunkan karena Supermarket di lantai 1 mengalami penyusutan.
Dari semua yang Dea alami membuat Gap yang semakin besar antara Ayah dan saya, beliau menganggap pemerintahan saya gagal. Mau tidak mau harus menerima dengan ikhlas apapun yang Ayah katakan tentang saya, karena ini perusahaan keluarga.
Puncaknya di Tahun 2011 Ayah memberikan kewenangan Kakak laki-laki saya untuk membuat perubahan konsep Perusahaan kami. Kakak membuat konsep Toserba, Hotel, Pujasera dan bisnis Parkiran menjadi satu kesatuan. Saya sangat menghargai perubahan konsep tersebut, tapi berapa besarnya dana investasi yang akan tersedot dan berapa besar tingkat keberhasilannya masih perlu dipertanyakan. Yang kami kurang setujui adalah sejak awal perusahaan Dea berdiri visi dan misi kami adalah Toserba. Dengan kejadian ini berarti Visi dan Misi perlu diganti/ diubah menjadi bisnis yang terintegrasi. Ada beberapa hal yang perlu dicatat, bahwa pembangunan proyek ini akan mengakibatkan Toko pindah ke LT 2, karena pertimbangan proyek membutuhkan lahan Parkir yang luas, dan secara otomatis akan terjadi penurunan omset, karena beberapa konsumen kami mulai berkurang akibat enggan untuk naik ke atas melalui tangga. Dengan dana pinjaman Bank yang super besar tersebut toko lah yang masih memberikan kontribusi besar untuk membayar. Kadang ketakutan2 itu lah yang membuat kami sering mengalami Sibling Rivalry..hiks
Saat perjalanan pembangunan pun terjadi permasalahan antar Kakak, Ibu dan Ayah. Saya sudah paham dari awal Ayah bukan tipikal seorang yang bijaksana dan dilain sisi kakak merupakan Tipe yang keras kepala juga. Duh pusing lihat mereka beradu argumen stiap hari nya. Pada akhirnya memang saya dan keluarga akan tetap menjadi satu kesatuan dalam menjalankan perusahaan ini walaupun dengan bisnis yang berbeda, tapi potensi konflik akan terus membayangi kami. Sejauh ini memang saya banyak mengalah, karena saya tidak ingin harta akan menghancurkan keluarga kami.
Terakhir, Semoga perubahan2 yang sedang terjadi dalam perusahaan keluarga kami akan memberikan hasil yang positip seperti yang kami semua harapkan. Begitu berat memang harus menghadapi keterpaksaan kompromi yang berulang-ulang. Tapi saya akan tetap ikhlas dengan semua Ujian yang Allah berikan kepada keluarga kami.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan bagi kami untuk menghadapi semua Ujian dari Nya, maupun kesulitan2 yang akan kami hadapi kedepannya. Amien..Ya Rabbal Alamin 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s