Alhamdulillah, adek Mika Khitanan

Fitrah itu ada lima perkara : khitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis “ (H.R Muslim 257).

Selasa malam (24/12) kami putuskan adek Mika segera dikhitan, setelah beberapa kali liburan terpaksa cancel karena pertandingan yang hadir bergantian. Tidak ada makna apapun dari pemilihan tanggal tersebut, malah terkesan mendadak karena rencana awal kami sekeluarga masih akan mengantar kak Belva balik Jogja tanggal 25/12. Jika mundur lagi, khawatir belum pulih disaat harus kembali bersekolah di tanggal (02/01). Jauh-jauh hari saya sudah mendapat rekomendasi dari beberapa teman dan saudara untuk menggunakan Jasa Khitan dr Wawan, yang tinggal tidak jauh dari rumah kami, dan beliau juga menerima panggilan. Malam itu (22/12), saya menghubungi beliau dan appointment untuk 24/12 selepas Isya, Alhamdulillah beliau bisa, walaupun malam hari. Sebelumnya sudah pernah bertemu beliau di Khitanan keponakan juga, dan sempat mengobrol banyak tentang metode Sunat. Saat itu keponakan memilih Klamp kekinian (lepas sendiri) dan saya tau persis bagaimana menderitanya dia, sebelumnya ada juga keponakan yang lainnya menggunakan Klamp yang lama, dimana klamp masih bantu dilepas, dan banyak menguras airmata saking sakitnya..hiks. Sebenarnya tiap metode Sunat ada kelebihan dan kekurangannya, tapi mengingat orang-orang sekitar banyak bercerita tentang kelemahan Klamp, akhirnya kami memutuskan untuk memilih Sunat Laser untuk adek Mika. Oiya, sebenarnya penamaan sunat laser kurang tepat karena cara ini sama sekali tidak menggunakan Sinar Laser. Metode ini menggunakan alat kauter atau bedah listrik untuk memotong kulit penis. Alat kauter akan memotong kulit tanpa menimbulkan perdarahan karena memiliki sifat panas dan langsung membekukan darah di kulit tersebut. Dan perlu diketahui, metode sunat laser atau sunat listrik ini tetap membutuhkan jahitan untuk merapikan hasil sunat dan membuat luka pasca sunat lebih cepat sembuh. Jadi, metode sunat ini sebenarnya serupa dengan sunat biasa, hanya alat yang digunakan berbeda.

Dr Wawan datang ke rumah pk 19.30, selepas Isya, adek Mika juga telah siap di kamarnya yang kebetulan berada di lt 2, rencana mau pindah lt 1 dikamar kami, tapi kq kurang nyaman, lebih baik tetap dikamarnya sendiri, dan saya yang mengalah untuk naik turun melayani dan menemani. Dr Wawan masih sebaya dengan kami, sangat sabar menghadapi anak-anak. Sebelum memulai prosesi Sunat, beliau mengajak ngobrol adek Mika, memberi gambaran seperti apa “unforgetable moment” yang akan dihadapinya, termasuk masalah Bius juga Pisau Laser yang akan digunakan untuk Sunat. Dan disaat Papa, kedua kakak juga Eyang dan sepupunya berkumpul siap menemani, adek Mika hanya membolehkan sang Mama seorang yang menemani selama Prosesi, harusnya si Papa, tapi pak Suami ini tipikal orang yang tidak Tatag, jadi malah senang ketika adek Mika tidak ingin ditemani. Selama proses Sunat berlangsung saya hanya sanggup berdoa dalam hati serta mengobrol sesekali dengan dr Wawan, tanpa berusaha mengabadikan dengan video karena ikutan tegang, sesekali saja memfotonya, itupun karena dr Wawan yang meminta. Saat anestesi 1 hingga 4, adek Mika hanya sedikit menjerit, tanpa derai airmata, setelah terasa menebal baru pemotongan Kulup dilakukan. Dr Wawan memperlihatkan bentuk Penis adek Mika yang sudah bagus dan siap untuk di sunat, Alhamdulillah semuanya bersih dan sehat hingga memudahkan beliau mempercepat proses Sunat. Setelah pemotongan Kulup selesai, diakhiri dengan jahitan agar rapi dan lekas pulih kembali.

Alhamdulillah, Prosesi Khitan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan, tidak seperti yang kami takutkan. Obat analgesik dan antibiotik serta Betadine telah disiapkan dr Wawan untuk dipake merawat penis adek Mika, agar lekas sembuh seperti sediakala. Ya Allah, terimakasih atas rahmat dan karunia-Mu, kami dapat melaksanakan salah satu kewajiban kami sebagai orangtua, semoga adek Mika tumbuh menjadi pemuda yang Shalih, Berbakti kepada Orangtua, dan terus Berprestasi mengharumkan nama Bangsa dan Negara, serta senantiasa istiqomah menjalankan Syariat-Mu dan Sunah Nabi Muhammad SAW..aamiin.

Ipk 3.94 as TOP 3 FK 2018

“I dont want my children to follow in my footsteps. I want them to take the path next to me and go further than i could have ever dream possible”

Laporan hasil belajar kak Belva selama semester 1 dan 2, barusaja kami terima, seperti yang sudah diperkirakan, Ipk 3.94 telah terpampang nyata di KHS pertama. Dengan nilai Ipk sedemikian tinggi, kak Belva berada pada rangking 3 di angkatan 2018 (Ma syaa Allah Tabarakallah..), betapa bangga dan bahagia kami sebagai orangtua, kak Belva benar-benar dapat membuktikan bahwa pilihannya untuk belajar di Fakultas Kedokteran adalah berdasarkan hati nuraninya, bukan sekedar gengsi ataupun ikut-ikutan, dia mampu bertanggungjawab dengan mempersembahkan Ipk yang Fantastis. Terus terang, kami orangtuanya juga suprise, dulu saat kuliah Ekonomi saja, Ipk tidak pernah menyentuh angka 2.80..hiks.

Padahal selain sibuk kuliah, kak Belva juga banyak mengikuti UKM, di semester 3 ini, dia resmi diangkat sebagai anggota divisi Keilmiahan 2018 di UKM Smart (semacam Karya Ilmiah Remaja). Smart ini banyak kegiatan seperti Riset dan Penilitian, dan beberapa waktu lalu kak Belva sempat juga mengikuti Lomba Science, Medical Fiesta di Universitas Brawijaya, Malang, bersama 3 orang kakak tingkat. Mereka berempat sebagai duta dari UII, sebagai satu-satunya perempuan dan paling Junior, mereka berangkat dan pulang dengan Kereta Api. Meskipun dekat dengan rumah, tak sempatlah kak Belva mampir, walau sebenarnya kami juga ingin menengok kak Belva di Malang, namun saat itu bertepatan dengan jadwal pertandingan Popkab adek-adeknya. Baru pertama kali kak Belva ikut lomba ini, kelas Internasional lagi, banyak duta dari negara Asean juga, jadi dia berbicara full Inggris, ini memang keahlian kak Belva, cuma materi yang disajikan masih terlalu ringan (maklum masih terlalu junior), kalah dengan peserta yang lain, yang sudah memiliki jam terbang lebih banyak. Dari awal kak Belva tidak terlalu banyak berharap, masuk sebagai 10 finalist saja, tidak menyangka, Alhamdulillah untuk menambah pengalaman, karena sebenarnya ikut Medical Fiesta UB ini hanya sebagai salah satu syarat Magang di UKM Smart.

Di akhir November lalu, UKM Smart juga mengadakan Study Banding ke UKM sejenis di FK Unair, sebagai salah satu panitia, kak Belva juga terlihat paling aktif disini, Alhamdulillah. Dua kampus yang telah menolaknya berhasil kak Belva kunjungi, semoga ada hikmah dibalik pilihan Allah buat kak Belva, sekarang tidak ada lagi rasa sakit, walau kampus impian lepas dari tangannya. Jika dibandingkan UA dan UB, mungkin secara brand mungkin UII belum bisa menyamai (walaupun sudah Akreditasi A, dan setiap perlombaan FK, wakil UII juga sering memenangkan lomba), namun Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hambaNya (kembali lagi pada ilmu Tauhid, jangan sampai kecewa berlebihan), dan kak Belva sangat mencintai UII, UB dan UA tak lagi membuatnya terkesan. Selain itu kak Belva juga sedang disibukan dengan jadwal Penelitian yang orientasinya lanjut “going abroad” ke salah satu negara yang dipilih, dengan resiko berat, yaitu tidak dapat jatah liburan semester, karena harus piket laboratorium untuk memantau dan mencatat perkembangan sampling Penelitian. Semua konsekuensi telah kak Belva ketahui dan dia enjoy menghadapinya, Ma syaa Allah.

UKM kedua, setelah Smart adalah Cardios, di awal semester 3 ini, kak Belva juga diangkat sebagai anggota Tim Media Cardios, dimana sebagai anggota Pers, ditugaskan sebagai tim jurnalistik yang meliput beberapa agenda FK, termasuk yang barusaja dia kerjakan adalah Liputan MOS FK 2019, juga liputan tentang Intermedisco UII, yaitu lomba Science antar FK Universitas se-Indonesia. Kalo ingat jaman papa dan mama nya kuliah, tak ada satupun UKM yang kami ikuti, saya sendiri sibuk mengelola toko keluarga, sedangkan hubby sibuk bermain..hihihi, Alhamdulillah kak Belva sibuk dengan UKM yang sangat sesuai dengan minat dan bakatnya.

Dan kabar baik di akhir Desember ini, kak Belva meraih rangking tertinggi FK 2018 untuk Progress Test yang diadakan secara berkala di tiap jenjang, jika kemarin IPk sebagai rangking 3, mendapatkan hadiah uang sebesar 500k, untuk Progress Test ini, sebagai rangking 1 kak Belva berhak atas 400k, Alhamdulillah. Ma syaa Allah Tabarakallah, semoga kerja keras dan semangat kak Belva dalam belajar, dengan tujuan meraih keRidhoan Allah akan membawa keberkahan atas Ilmu dan terwujudnya cita-cita dan impian yang ingin diraih..aamiin

I didn’t lose the GOLD, I won the Silver – Popkab Sidoarjo 2019 Tournament

“Surrender doesn’t mean Giving Up on your Dreams. Surrender is opening yourself to Life itself and that’s the only real way you’re gonna Grow and be Happy”

Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten Sidoarjo 2019 telah resmi digelar kembali mulai 06/11 – 10/11. Di dahului dengan Upacara pembukaan Popkab 2019 yang dilaksanakan di GOR Delta Sidoarjo pada hari Rabu (06/11), dimana seluruh Atlet peserta Popkab diwajibkan hadir mengikuti ritual tersebut. Ada 8 Cabor yang ikut serta dalam Turnamen Popkab tahun ini, yaitu Atletik, Karate, Petanque, Senam, Voli Indoor, Voli Pasir, Catur dan Panahan. Peserta yang diperbolehkan mengikuti Turnamen ini adalah pelajar yang bersekolah di Sidoarjo dan memiliki usia maximal kelahiran 2003 atau berstatus SMA kelas 11 kebawah.

Rabu (06/11), opening ceremony dimulai tepat pk 08.00, para Atlet peserta Popkab berbaris berdasarkan Kecamatan yang diwakili, dan Mika Reva sendiri mewakili SDI dan SMPI Raudlatul Jannah yang berada di kecamatan Waru. Seperti biasanya didahului menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan pidato bapak Bupati yang diwakili oleh Pejabat dari Dispora, kemudian ditutup dengan Doa. Acara berikutnya pengesahan dokumen Atlet dan pertandingan Bola Voli Indoor sebagai cabang olahraga pembuka Turnamen Popkab Sidoarjo 2019. Untuk cabang olahraga Panahan sendiri, pertandingan terjadwal Sabtu dan Minggu (9-10 november).

Pagi ini, Sabtu (9/11), kami berangkat pk 08.00 menuju lapangan Jenggolo, dimana Club Paser ditunjuk Dispora sebagai tuan rumah. Scedule pagi sebelum Ishoma adalah Registrasi Peserta, lanjut Practice Day, yaitu mencoba setting alat, mencocokan visir dengan kondisi lapangan, menembakan arrow secukupnya, kemudian istirahat. Dan kami memilih keluar dari lapangan karena kondisi cuaca yang luar biasa panasnya (herannya sudah masuk bulan November belum juga datang Hujan), padahal biasanya kami standby di lapangan sambil makan siang dan sholat ditempat yang telah disediakan Panitia. Alhamdulillah, kami sempatkan ishoma dengan nyaman di resto langganan terdekat, sejenak mendinginkan body dan otak, agar anak-anak dapat bertanding dengan kekuatan maximal.

Ada yang berbeda di pertandingan kali ini, yaitu Reva berada di divisi Compound, semenjak hijrah dari Recurve seminggu lalu. Keputusan ini bukan keputusan yang terburu-buru, tapi telah melalui banyak pertimbangan, namun moment Popkab inilah sebagai Trigger-nya. Perjuangan Reva di Recurve sudah terlalu berat dan berdarah-darah..hiks, maksudnya Reva tidak lagi menemukan passionnya di Recurve, sebenarnya sejak awal Reva naik kelas dari Standart Bow, dia menginginkan Compound seperti Mika, namun karena Coach yang paling mengerti Peta Persaingan dan Kebutuhan Atlet, maka terpaksa Reva dan Mika harus terpisah divisi. Kami sebagai orangtua sekaligus Pengusaha terbiasa hidup dengan Target, melihat skor Mika yang terus menerus naik dengan signifikan berbanding terbalik dengan Reva yang mencatatkan Skor menurun secara perlahan, membuat kami sedih, karena itu berarti Reva tidak mencapai Target yang sudah diberikan dan harus memikirkan jalan keluar terbaiknya. Seiring dengan pertambahan jumlah Atlet Recurve Putri di Sidoarjo, karir Reva terlihat semakin suram. Komposisi Atlet Panahan Sidoarjo, divisi Compound Putri tercatat hanya 4 orang, sedangkan Atlet Recurve mencapai 8 orang, padahal pertama kali Reva masuk divisi Recurve, masih terdaftar 4 orang saja, meskipun secara umur memang Reva paling yunior, tapi dengan jam latian yang sama, kak Reva belum juga mencapai Skor setara dengan yang lain. Segala usaha telah kami lakukan dalam rangka meningkatkan Skor Reva, termasuk tambah jam latian, ganti tehnik, tambah asesoris, namun tak terlihat titik terang perbaikan, yang ada semakin menurun dan yang paling Fatal, kak Reva semakin kehilangan senyumnya, hanya “Underpressure” terlintas diwajahnya. Padahal tujuan awal kami, anak-anak melakukan aktivitas positif, sebagai sarana mencetak Prestasi, tapi juga harus membuat mereka bahagia, bukan malah Stress, apalagi kak Reva sudah SMP, tuntutan belajar setiap mapel Sekolah akan semakin berat saja.

Popkab 2018 tahun lalu, Reva sempat mencatatkan prestasi sebagai Juara 1 babak Eliminasi Recurve Putri, Medali Emas telah berhasil dia persembahkan untuk SMPI Raudlatul Jannah. Reva memang memiliki mental yang baik saat memiliki kesempatan di babak Eliminasi (Aduan), beda saat babak Kualifikasi, karena dia belum sepenuhnya matang di Recurve. Bahkan Turnamen OPUD 1 tingkat Provinsi, team Recurve Putri berhasil meraih Medali Perunggu, salah satunya karena Reva bermain cantik saat aduan, walaupun saat babak kualifikasi, Skor Reva terjun bebas..hiks. Dari semua evaluasi sejak Porprov, OPUD 1 dan Kejurda Junior kemarin, kami memutuskan Reva harus segera pindah divisi, menjelang Popkab 2019, karena selain divisi Recurve tidak terjadwal babak Eliminasi (sebagai sarana Reva untuk mengambil kesempatan menang), juga agar kesempatan meraih Medali menjadi lebih besar. Egois???, harusnya tidak, kami selaku orangtua selalu menekankan komunikasi dua arah dengan win-win solution dan pada akhirnya Reva legowo dengan keputusan kami, karena pada dasarnya Reva lebih memilih Compound dan belum menemukan “Klik” dengan Recurve. Keputusan ini bukan berarti kami ataupun Reva menyerah, namun lebih kepada berfikir Realistis dengan semua kesempatan yang ada, toh Reva masih berkarir di Panahan, meski pindah divisi. Kebetulan Bow Compound beserta Arrow milik Mika (sebelum ganti Hoyt), masih tersimpan dengan baik dan bisa dipakai sang kakak dalam Turnamen Popkab 2019 ini. Dalam waktu seminggu kak Reva dituntut untuk mengejar Skor Recurve di Compound, karena terbiasa menggunakan Recurve, kelebihannya dia dengan mudah menarik Compound yang berat, namun kekurangannya dia terbiasa menggunakan tehnik Recurve yang berlawanan dengan Compound. Alhamdulillah, kak Reva berhasil mencatatkan Skor 265 di sesi 1 dan 263 di sesi 2, itu artinya kak Reva berada di rank 2 dan berhak atas Medali Perak, Alhamdulillah. Sesaat setelah pindah divisi, Reva pernah berkata,”kalo latian Compound, aku pengen cepet Bisa, tapi kalo pake Recurve, aku pengen cepet Selesai.” Owalah anakku, kenapa tidak bilang dari dulu, harusnya Mama Papa tidak memaksamu, sudahlah tak ada kata terlambat ataupun menyesal, kita tetap bisa mulai dari awal, selalu ada Hikmah dari setiap Kejadian, bukankah Reva justru memiliki ilmu lebih banyak karena dia pernah berada di dua divisi Panahan, siapa tau suatu saat nanti, Reva bisa menjadi salah satu Coach Panahan andalan Indonesia..aamiin

Sedangkan Mika sendiri, bermain sangat Spektakuler di Popkab kali ini. Mika berhasil mencatatkan Skor 315 di sesi 1 dan 330 di sesi 2, yang artinya Mika berhasil meraih Medali Perak dengan mengalahkan para Seniornya. Ma syaa Allah, padahal Mika masih dikategori SD, sanggup mengalahkan Atlet nomer 2 Sidoarjo yang sudah SMA dengan selisih 1 poin. Mika termasuk Underdog a.k.a tidak dijagokan, Skor normal selama latian masih ada di peringkat 5 atau 6 dari 10 Atlet Compound Putra, jadi meraih Perunggu saja itu sudah sangat hebat, apalagi Perak..SUPERB!!!. Padahal kami sempat kecewa dengan ketiadaan Event PORSD Provinsi karena berbarengan event PORPROV yang juga digelar tahun ini, dimana seharusnya Kans Mika bisa lebih besar menang di level Provinsi karena sangat jarang Atlet Compound Putra tingkat SD dengan Skor yang tinggi, ternyata Allah Azza Wa Jalla merencanakan kemenangan Mika ditingkat Popkab yang lebih bergengsi karena lawannya beragam dari SD hingga SMA meskipun level Kabupaten. Kami juga merasa Surprise hari ini, apakah ada hubungannya dengan kepindahan Reva hingga jiwa kompetitifnya semakin terasah, antara bahagia juga ada rasa tidak ingin kalah Skor dengan kakak, entahlah, apapun itu semoga tetap saling sayang dan support, karena Mika sangat excited dengan hijrahnya Reva ke divisi Compound ini.

Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas segala nikmat dan karunia-Mu yang tak terhingga kepada keluarga kecil kami, Engkaupun memberikan keberuntungan yang Setara antara adek dan kakak, seperti yang selalu kami pinta dalam setiap Doa. Semoga kedepan Reva dan Mika dapat terus berprestasi hingga membawa nama bangsa dan negara di skala Internasional..aamiin. In syaa Allah ^^

Early Birthday and Anniversary Present from Allah, Alhamdulillah

“In my mind, marriage is a spiritual partnership and union in which we willingly give and receive love, create and share intimacy, and open ourselves to be available and accessible to another human being in order to heal, learn and grow.”

Seminggu yang lalu, Jumat (20/09), saya dan teman alumni SMP berkunjung ke salah satu teman yang barusaja pulang dari Baitullah selepas melaksanakan Haji, Alhamdulillah ikut senang melihat dan mendengar ceritanya, tak lupa kami meminta doa darinya, semoga cepat menyusul berHaji. Sepulang dari rumah teman, dengan antusias saya mencoba cek waiting list di website Kemenag, masih tetap 2021,..hmm. Kami berdua mendaftarkan diri melalui Shafira dengan fasilitas Haji Plus, sejak 2014, disaat itu seharusnya kami hanya menunggu 5th saja, berhubung Mekkah sedang dalam proyek perluasan, kuota Haji Indonesia terpaksa dikurangi, dan menyebabkan waiting list kami mundur menjadi 7th. Membaca berita tentang renovasi yang telah selesai, tentu kami berharap bisa segera berangkat, tapi kami juga siap sabar jika harus menunggu sesuai antrian.

Kebetulan rumah teman yang pulang Haji ini dekat dengan rumah Ibu, dan saya menceritakan keinginan untuk bisa segera berangkat, keinginan yang sejak lama terpendam. Baru selesai ngobrol, tidak terlalu lama, hanya sekitar 10 menit, tiba-tiba hubby forward WA dari Shafira, Ma syaa Allah undangan Sosialisasi Haji 2020..Allahu Akbar, akhirnya giliran kami tiba..in syaa Allah. Kurang afdol jika saya tidak cek ulang di website Kemenag, Alhamdulillah berubah, maju 1th, dari yang awalnya 2021 menjadi 2020. Terimakasih ya Allah, atas Hadiah Terindah buat hari lahir saya yang ke 44th dan Anniversary pernikahan kami yang ke 19th, sungguh kami hanya bisa berharap dapat melaksanakan Haji lebih cepat, selain faktor usia, kami juga sudah merasa mampu secara Financial. Tahun 2020 ini memberi banyak kemudahan buat kami, karena kak Reva dan adek Mika terjadwal UNAS secara bersamaan di 2021, juga jadwal event Porprov Jatim 2021, meskipun tahun 2020 juga terjadwal turnamen Popda, namun hanya kak Reva yang dapat mengikutinya, karena hanya diikuti jenjang sekolah SMP dan SMA.

Hari Selasa (24/09), kami hadir memenuhi undangan Shafira, Alhamdulillah gedung Shafira dekat sekali dengan rumah, sehingga memudakan kami untuk riwa-riwi konsultasi baik masalah prosedur ibadah Haji maupun pembayaran. Dari uraian pak Andi sebagai CEO yang sangat mudah dipahami, kami semakin yakin telah memilih Biro Travel Haji yang tepat, meskipun relatif mahal dibanding yang lain, yah..seperti pepatah jawa bilang “ono rego ono rupo”, yang terpenting buat kami adalah bisa fokus ibadah, itu saja. Shafira jauh-jauh hari mengumumkan siapa saja yang akan berangkat di 2020 untuk membantu kami calon jamaah agar menyiapkan diri baik fisik maupun financial, karena bagaimanapun Haji Plus tentu membutuhkan dana surplus..hiks. Ada beberapa tipe Haji Plus ini, (1) Standart dibagi 2, Non Arbain (20hari) dan Arbain (26hari), kemudian kelas (2) Premium, yaitu Arbain (20hari). Lumayan juga selisihnya antar ketiganya, dan saat ini kami masih bingung memilih yang terbaik, karena masih menghitung dana sekaligus waktu. Ya Allah, terimakasih atas karunia dan nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami dan keluarga, berilah kelancaran dan kesehatan untuk kami berdua hingga hari H, semoga kami dapat memenuhi panggilan Haji dan menjadi Haji yang Mabrur nantinya, kami mohon bantu kami untuk istiqomah menyiapkan segala sesuatunya, baik Ilmu juga Dana, agar kami benar-benar dapat melaksanan Haji dengan Optimal.. Aamiin ya Mujibassailin.

Happy 18th Birthday kakak Belva

Daughter, you’ve achieved so much in life, and I’m nothing but proud of the woman you’ve become. May your year be filled with continued success and never-ending love. Happy Birthday my Bebe” 💕

Tepat hari Rabu (18/09) usia kak Belva menginjak 18th, fase Usia peralihan dari Remaja menuju Dewasa, fase dimana kematangan psikologis yang dianggap mampu membedakan dengan jelas antara benar dan salah. Selain itu usia 18th sudah harus fokus dan mampu menerima tanggungjawab besar dalam usaha meraih cita-citanya di masa depan. Sebenarnya kami ingin bersama-sama ke Jogja untuk sekedar makan malam merayakan ultah kak Belva, namun sayang adek-adek juga sedang on fire mengejar target untuk persiapan Liga Pora Opud seri 2 di bulan depan, jadi setiap weekend selalu digeber Latian. Kak Belva sangat mengerti dengan kesibukan masing-masing, apalagi kakak saat ini super sibuk dengan urusan Kampus, dari Pagi hingga Maghrib dia baru masuk Kosan.

Kak Belva sangat antusias mengikuti banyak UKM di Fakultas, diantaranya Musik (daftar sebagai Keyboardist tapi diterima sebagai Vocalist), Cardios (jurnalistik) dan Smart (proyeksi untuk mengikuti Olimpiade). Sempat semester 2 kemarin mengikuti seleksi IMO (International Medical Olympiade), sayang tahap terakhir dia kalah bersaing oleh kakak tingkat, maklum kalah ilmu dan jam terbang, in syaa Allah, giliran kak Belva ada di semester 3 atau 4. Alhamdulillah di semester 2 ini, IP bahkan mencapai 4, karena disetiap Blok, kakak berhasil mendapatkan nilai “A” bahkan hingga ujian OSCE, dia berhasil menyelesaikan dengan “One Shoot” tanpa Remidi sedikitpun, setelah ditotal dengan semester 1, IPK dari 3.88 naik menjadi 3.94..Ma syaa Allah. Alhamdulillah betapa bangga Papa dan Mama nak, kakak bisa buktikan dapat bertanggungjawab atas pilihannya hingga istiqomah berPrestasi.

Tidak sampai disitu saja, kak Belva juga sangat berminat bergabung sebagai Asisten Lab Biokimia, Anatomi, Histologi juga Farmakologi, selain dia senang mengajar, dia juga bisa menambah uang saku. Ada beberapa ketentuan untuk menjadi Asisten termasuk nilai IPk beserta matkulnya, untuk aslab Biokimia dan Anatomi, IPk minimal 3.50 dan nilai Biokimia dan Anatomi harus A, untuk Histologi, IPk minimal adalah 3.00 dan matkul juga wajib A. Alhamdulillah setelah melalui seleksi, kakak berhasil diterima sebagai Aslab Biokimia, menyusul Histologi dan ternyata harus berkelanjutan Aslab Patologi Anatomi. Kak Belva sempat bingung karena Aslab maksimal hanya boleh 3 matkul, sedangkan kakak masih berminat ke Anatomi dan Farmakologi. Dia tidak mengetahui jika Histologi akan menjadi kesatuan dengan PA, sedangkan seleksi Histologi saja dia ogah-ogahan, tapi ternyata diterima. “Ya sudah Ma, nanti dicoba lagi saja kalo ada pendaftaran Anatomi dan Farmakologi, kan belum dibuka, jadi belum tau boleh gak ya,” cerita kak Belva. Ya, yang terbaik sajalah kak, yang penting kamu enjoy, dan bisa melaksanakan kewajiban sesuai SOPnya. Ternyata selain itu kak Belva juga mengikuti Seleksi untuk Penelitian untuk proyeksi ke Luar Negeri bersama kakak tingkat, dan Alhamdulillah diterima juga, dan sejauh ini sudah membuat proposal awal untuk penelitian. Eh, masih dilanjut lagi untuk mencoba gabung “English Debating Society” yang merupakan UKM skala Universitas bukan Fakultas, kalo ini Passionnya dari dulu, malang melintang lomba Speech dan Storytelling. Semoga bisa mengatur waktu dan skala Prioritas dengan baik agar semua berlangsung lancar dan berkah ilmunya.

Liburan semester kemarin, kak Belva juga tidak bisa menikmatinya karena dia memilih untuk menjadi Panitia Ospek sebagai Wali Jamaah, dimana tiap Waljam mensupervisi mahasiswa baru sebanyak 13 orang. Seharusnya tanpa remidi, justru kesempatan buat kakak untuk libur lebih lama daripada teman lainnya. Terkadang dia menyesal namun dia juga sangat sadar dengan konsekuensi yng harus dia ambil saat mendaftar sebagai Panitia Ospek, karena belum tentu di tahun depan dia memiliki kesempatan, mengingat kesibukan FK akan semakin tinggi. Yach..walaupun membawahi 13 orang mahasiswa yang jelas seusia, mungkin malah lebih tua dari kakak, menguras pikiran, energi dan hati..hiks, maklum barusaja melepas masa-masa SMA. Tapi itulah kakak, dia suka mencari Tantangan dengan harapan memperbanyak pengalaman dan ilmu itu yang utama.

Usia 18th adalah pintu bagi datangnya ketertarikan dengan lawan jenis yang lebih serius, hal ini yang terkadang kami khawatirkan (bagaimana jika dia jatuh cinta pada orang yang “salah”, naudzubillah, jangan sampai..hiks) dan memang mulai ada yang berPDKT-ria. Sebenarnya tidak hendak menolak kodrat manusia, kami juga bukan kaum yang anti dengan namanya fase “pacaran”, namun saya pribadi lebih menekankan adanya prioritas tanggungjawab yang harus diperhatikan dengan benar. Bukankah jika kita mulai berani berkomitmen berarti harus sanggup menerima apapun kelebihan dan kekurangan pasangan, walaupun dalam fase “Pacaran” ada hal-hal yang wajib disepakati, termasuk membagi waktu, perhatian dan hubungan dengan teman lawan jenis, bagaimana jika sang pacar tipe cemburuan..hmm, bisa bikin pusing tujuh keliling. Kami melihat kakak masih sangat antusias dengan berbagai kegiatan yang hampir menghabiskan waktunya, juga hubungan pertemanan yang luas dengan berbagai UKM Fakultas dan Universitas, so sejauh ini kakak masih istiqomah menolak setiap ada yang berminat mengikat. Alhamdulillah kakak masih memilih enjoy dengan semua kegiatannya, guna mengalihkan energi negatif ke positif, getol mengejar semua Ambisi dan Target yang ingin diraihnya. Kami sebagai orangtua akan terus mengingatkan kak Belva juga sama-sama berdoa agar nantinya Allah akan mengirimkan Seorang Pendamping Terbaik yang DiRidhoi-Nya disaat yang tepat.

Barakallahu fii umrik kakak, semoga senantiasa sehat dan bahagia, dapat membagi waktu dan skala prioritas dengan baik, semoga kuliah lancar dan mendapat nilai terbaik, berkah ilmu dunia dan akherat, ibadah wajib jangan ditinggalkan, tambahkanlah sunah lebih banyak disaat kamu galau dan butuh ketenangan, Mama Papa akan selalu memelukmu dengan Doa, semoga Allah Azza Wa Jalla selalu melindungimu dimanapun kamu berada..aamiin

Medali Perunggu di Liga Pora Opud seri 1 Jatim 2019 – Cabor Panahan

Champions are not the ones who always win races – champions are the ones who get out there and try. And try harder the next time. And even harder the next time. ‘Champion’ is a state of mind. They are devoted. They compete to best themselves as much if not more than they compete to best others. Champions are not just athletes. Best Time Mind” – Simon Sinek

Selesai dengan turnamen National Archery Championship Surabaya, adek Mika lanjut dengan turnamen Liga Pora Opud seri 1 yang diselenggarakan selama 3 hari (30/08 – 01/09). Dan Kali ini adek Mika ditemani kak Reva, karena divisi yang dimainkan ada Compound dan Recurve, Liga Pora memang mengkhususkan 2 divisi ini, karena harapan jangka panjangnya akan bermain di kelas Internasional seperti tertulis dalam Visi dan Misi Liga Pora.

Kejuaraan yang berlangsung dari 30/08 – 01/09 2019 tersebut merupakan pilot project Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam upaya pembinaan usia dini. Selain panahan, Liga Pora juga mempertandingkan beberapa cabang olahraga (cabor). Cabor-cabor yang dipertandingkan antara lain atletik digelar di NTB, panjat tebing di DI Yogjakarta, pencak silat di Sumut dan angkat berat di Jambi. Dan untuk Jatim kebagian panahan. 120 atlet panahan Jawa Timur yang terdiri dari 17 Kabupaten/Kota beradu kemampuan, dalam Kejuaraan Panahan U-20 Liga Pora Opud seri 1 2019 di lapangan panahan KONI Jatim.

“Ini Liga Pora yang pertama digelar Kemenpora. Bagus buat kami dari Jawa Timur, prestasi-prestasi panahan di Jawa Timur ini bisa terpantau di pusat, Dan dari situ, bisa disaring lagi untuk dapat presatasi di tingkat nasional dan dunia. Itu sesuai dengan tagline Liga Pora itu sendiri, ‘prestasi daerah menuju Dunia,” terang Dellie Threesya Dinda, ketua pelaksana Liga Pora Opud seri 1 2019 pada Surya.co.id, Jumat (30/8/2019).

Jumat pagi ini (30/08), Mika dan Reva berangkat dari rumah pk 07.00, sampai lapangan sudah ramai oleh team dari berbagai Kota dan Kabupaten yang mengirimkan Atletnya. Hari ini terscedule Practice Day sekaligus Babak Kualifikasi divisi Compound dan Recurve Putra-Putri. Dengan kondisi Angin yang lumayan kencang siang ini, membuat Skor Reva dan Mika kurang maksimal, jauh dari Skor Latian, apalagi Bow Reva dan Mika memang belum kompatible dengan jarak target yag musti dibidik, berat Bow yang tidak sesuai menyebabkan Arrow sangat rawan terbawa Angin. Skor Reva hanya 195 dan Mika 250, sangat menyedihkan..hiks.

Selepas istirahat, babak Kualifikasi dilanjutkan kembali di sesi kedua, kali ini Angin cukup bersahabat. Skor Mika naik hingga 281 (rank 25 dari 30) dan Skor Reva naik menjadi 224 (rank 15 dari 23), Skor inipun sebenarnya jauh dari Skor saat mereka latian, ahh sudahlah, memang belum saatnya stabil, karena itu tadi Alat yang belum support dan Jam terbang yang kurang tinggi membuat mereka gampang demam panggung..hehehe. Sore ini Reva dan Mika harus masuk Hotel yang ditunjuk Kabupaten Sidoarjo sebagai tempat menginap. Mika belum terbiasa lepas dari orangtua, berhubung ada kak Reva yang bisa menjaganya, kami pun request di awal agar mereka ditempatkan dalam 1 kamar, Mika butuh berproses untuk Mandiri. Dan kamipun pulang ke rumah, besok terscedule Babak Aduan Perorangan dan Beregu hingga Semifinal, kami akan jemput Reva Mika pagi pk 07.00. Selamat istirahat anak-anak semoga hasil babak Aduan lebih baik.

Pagi ini kami berangkat dari rumah menuju Hotel, tepat pk 07.00 sampailah kami. Alhamdulillah bersyukur sekali memiliki anak-anak yang disiplin, Reva Mika telah siap tepat waktu disaat Atlet lain masih banyak yang belum bangun ataupun belum mandi. Mereka siap sarapan dan langsung kami antar menuju Lapangan. Dan ternyata.., di Lapangan telah banyak team Kabupaten lain yang hadir dan bersiap untuk mengikuti Upacara Opening Ceremony Liga Opud 2019. Alhasil Reva Mika yang mewakili Kabupaten Sidoarjo karena Atlet Sidoarjo yang lain belum siap, sebagian memang sudah siap tapi belum menuju Lapangan, entahlah apa tidak ada info jika ada Upacara sebelum Babak Aduan dimulai.

Selama Upacara berlangsung, para Atlet yang terlambat datang langsung menempatkan diri dikontingen masing-masing. Dan selesai Upacara, Babak Aduan segera dimulai, dan sudah menjadi rezeki Mika harus bertemu mas Aal yang merupakan Teammate, diawal aduan perorangan. Mas Aal merupakan Atlet Senior di Sidoarjo, prestasi terakhir adalah meraih Medali Emas Porprov 2019, jelas bukan lawan sebanding, tapi Mika tidak gentar sedikitpun, justru Mika main sangat bagus. Babak Aduan divisi Compound dihitung berdasar Skor, tiap seri Mika hanya selisih 1 poin, dan tiap seri menembakan 3 arrow, total 1 sesi Mika memperoleh Skor 130 dan mas Aal 137, Welldone Mika, we are so proud of you!..

Tak jauh berbeda dengan Mika, Reva juga terpaksa menghadapi Teammates, yaitu mbak Putri. Kali ini Reva lebih beruntung mengalahkan mbak Putri dengan 6 – 2, dan melanjutkan pertandingan melawan Atlet nomer 1 kabupaten Bojonegoro. Pengalaman pertama Reva bertemu mbak Desy, peraih Medali Porprov 2019 ini, memng tidak sebanding, tapi Reva memiliki histori mental lebih baik saat bermain Aduan dibanding Kualifikasi, Reva sempat mencuri poin di seri kedua, menyamakan posisi 2 – 2 , meski akhirnya kalah 2 – 6. Kak Reva sudah bermain bagus, tapi belum saatnya untuk Menang, tetap semangat, masih ada Aduan Beregu, dan harapan untuk meraih salah satu Medali..in syaa Allah.

Selesai dengan babak aduan perorangan hingga Semifinal dilanjutkan dengan babak Aduan beregu, Team Compound Putra harus menghadapi lawan yang cukup berat yaitu Team dari Kota Malang, dan harus menerima kekalahan. Saat aduan beregu ini, ada 5 Atlet Sidoarjo Compound Putra, entah dengan pertimbangan apa Mika ditunjuk untuk turut bermain, sebenarnya dari segi umur dan kapabilitas serta skor kualifikasi kemarin, jelas Mika paling bawah, namun Coach Gatot meyakinkan Mika bisa bermain bagus seperti saat aduan perorangan. Kami sebagai orangtua hanya bisa support apapun keputusan Coach, yang sudah memberi kesempatan buat Mika mendampingi mas Aal dan mas Izaz. Dan ternyata memang benar Mika bermain bagus, namun Team kota Malang jauh lebih banyak memiliki jam terbang, jadi relakan saja kekalahan Sidoarjo hari ini, masih ada Perembutan Perunggu di hari Minggu besok melawan Team kota Surabaya B. Nasib yang sama juga dialami oleh Team Recurve Putri, dimana kak Reva, mbak Aca dan mbak Fawwaz harus dipaksa menerima kekalahan oleh Team kota Surabaya A. Dan hari Minggu besok, terjadwal perebutan Perunggu melawan musuh bebuyutan Team kabupaten Malang, tetap semangat, in syaa Allah, giliran Team kabupaten Sidoarjo pemenangnya..aamiin.

Minggu (01/09), pagi ini terjadwal Final Perunggu dan Emas, Team Compound dan Recurve baik Putra dan Putri semua masuk dibabak Aduan Beregu Final, Emas untuk Compound Putri dan Perunggu untuk Compound Putra, Recurve Putra dan Putri. Team Compound Putra Sidoarjo menghadapi Team Surabaya B dan Team Recurve Putri Sidoarjo menghadapi Team kabupaten Malang. Jika Team adek Mika kurang beruntung karena kalah dari Team Surabaya B, sebaliknya Team kak Reva kali ini menang melawan Team kabupaten Malang, Alhamdulillah setelah sekian lama “paceklik” Medali, akhirnya Team Recurve Putri berkesempatan naik Podium untuk menerima Medali Perunggu.

Terimakasih ya Allah atas Karunia dan Nikmat yang Engkau berikan untuk anak-anak kami, buat Reva dan Mika khususnya, dan para Atlet kabupaten Sidoarjo pada umumnya, di Liga Pora Opud seri 1 ini, Reva berhasil meraih Medali keduanya setelah kejuaraan POPKAB untuk Divisi Recurve. Semoga di Liga Pora Opud seri 2 nanti, yang rencananya akan digelar akhir Oktober nanti di Pasuruan, Team Panahan Sidoarjo akan meraih lebih banyak lagi kemenangan..aamiin. In syaa Allah.

The Youngest One in National Archery Championship Surabaya 2019

“But you must be patient and careful; nor should you expect to become an accomplished archer without long and severe training” 🏹🎯

Pagi ini Kamis, 11 Juli 2019 Mika kami antar menuju Lapangan Koni Jatim, Kertajaya untuk mengikuti Turnamen FAST – National Archery Championship Surabaya 2019. Turnamen kali ini tanpa kak Reva, karena kakak harus beristirahat dan mengevaluasi tehnik Recurve selepas Porprov yang baru saja selesai. Tepat pk 07.00 kami berangkat, hari ini terscedule Practice Day dan babak Kualifikasi divisi Compound dimana Mika ikut berpartisipasi. Tidak terlalu banyak berharap dalam kompetisi kali ini, karena kategori turnamen bersifat Umum, yang artinya boleh diikuti semua umur dan kalangan, bahkan sekelas Atlet Sea Games-pun masih berminat untuk bertanding, jadi Mika disini murni menambah jam terbang dan mengasah daya kompetisi saja.

Mika mendapatkan nomer 8B itu artinya target yang harus dia bidik ada dibagian atas, sedikit repot karena tinggi tubuh Mika belum cukup support jika arrow menancap dibagian atas. Alhamdulillah Atlet yang ditempatkan di sebelah Mika, 8A dan 8C cukup membantu saat babak Kualifikasi ini. Mika baru latian menembak target atas seminggu menjelang turnamen NAC ini dengan sedikit paksaan, karena itu tadi, Mika malas harus meminta bantuan mas-mas Atlet di Club.

Setelah melakukan Practice Day selepas Ishoma, pertandingan babak Kualifikasi dilaksanakan. Sesi pertama Mika berhasil memperoleh Skor 283, cukup bagus, meski belum Maximal, dilanjutkan sesi kedua Mika menorehkan Skor 292, ini lebih bagus, sebenarnya saat latian beberapa kali sempat mencapai skor 300, namun tetap Alhamdulillah, Mika hampir mencapai Goal Settingnya. Secara total Mika berada di rank 66 dari 87 Peserta, wow Keren bukan, secara Mika adalah peserta termuda, dan seperti sudah diprediksi sebelumnya, para Atlet Sea Games lah pemenangnya, dengan Skor rata-rata sudah diatas 340..hiks. Dengan kondisi Skor seperti ini, Mika tidak bisa lanjut ke babak Aduan baik perorangan maupun beregu, karena Skor Atlet yang berada dalam satu Tim dengan Mika juga tidak mencukupi untuk masuk ke babak 1/4 final, hanya diambil 8 tim beregu. Dari turnamen ini bisa di evalusi, mental Mika sudah sangat bagus, main woles dan tidak merasa underpressure, meski lawan tidak seimbang, skor babak pertama dan kedua naik 9 poin, padahal cuaca sangat panas dan bow cukup berat, berarti fisik Mika dalam kondisi prima, sempat ketakutan akan kecapekan di babak kedua, Alhamdulillah apa yang dikhawatirkan tidak terjadi, justru Mika dapat menunjukkan Performa Terbaiknya. Tetap semangat berlatih dan tambah jam terbangmu Mika, in syaa Allah tidak lama lagi kamulah Juaranya..Aamiin.