Wisuda kak Belva dan kak Reva sebagai 10 Wisudawan Terbaik

Wahai anakku, bagi yang menghendaki akhirat, kuncinya adalah ilmu. Bagi yang menghendaki dunia, ilmu jualah syarat utamanya. Dengan semua ilmu yang telah kamu peroleh, mama papa doakan selalu, semoga dirimu dapat menggenggam dunia dan menempatkan akhirat di hatimu. Selamat hari wisuda nak, semoga Allah memberikan kesuksesan serta keberkahan dunia dan akhirat..aamiin

Selasa pagi ini (15/05) tepat sehari sebelum puasa ramadhan dimulai, sekolah kak Belva menggelar Wisuda kelulusan bertempat di hotel Utami, Juanda. Sehari sebelumnya juga telah diumumkan hasil Nilai UNBK yang diwarnai dengan ramainya berita di media massa dan sosial betapa hancurnya nilai UNBK tahun ini, apalagi bukan karena soal-soal HOTS (High Order Thinking Skills), soal-soal yang seharusnya untuk Sbmptn ternyata tahun 2018 ini sudah diuji cobakan untuk SMA hingga SD. Hasilnya keseluruhan siswa SMA di Jawa Timur yang dinyatakan lulus UNBK hanya 28% saja, sisanya tidak lulus, mengenaskan. Nilai UNBK sendiri tidak berpengaruh langsung terhadap kelulusan siswa, karena menuju PTN mereka hanya membutuhkan tes Sbmptn namun untuk Sekolah Kedinasan, nilai UNBK ini sangat penting dan harus berstatus lulus, jika tidak lulus, maka tahun depan dapat melakukan remidi UNBK, selain itu status siswa yang lulus dan tidak, sangat berpengaruh pada Akreditasi Sekolah. HOTS tidak diajarkan oleh semua sekolah, selain itu program baru sekolah lebih concern belajar soal-soal Detik-Detik yang biasa dipake acuan setiap tahunnya, sedangkan HOTS lebih mengedepankan penalaran soal.

Alhamdulillah nilai UNBK kak Belva masih jauh lebih baik, dengan nilai rata-rata 8 (32,75), memang nilainya lebih rendah daripada UNBK saat SMP (33,85) kemarin, namun kak Belva berada di peringkat 6 di kelas Aksel, dan nilai Kimia tertinggi di kelas IPA secara keseluruhan. Meski tiket Snmptn lepas, saat wisuda nama kak Belva sempat nongol di akhir acara pengumuman siswa yang diterima di Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta. Memang untuk tahun ini banyak ujicoba dari Dikbud, selain soal HOTS, perubahan sistem penilaian Sbmptn juga tentang pengurangan kuota Snmptn, hingga menyebabkan siswa aksel yang diterima di PTN sangat sedikit, dikelas kak Belva sendiri hanya 8 dari 21 siswa. Masih banyak teman kak Belva yang masih harus berjuang lagi di jalur penerimaan mahasiswa yang lain, bersyukurnya kak Belva sudah memiliki Kampus, meski swasta tapi dengan akreditasinya A. Alhamdulillah acara Wisuda berlangsung dengan sukses dan lancar.

Sabtu pagi (02/06) acara wisuda kak Reva gantian di gelar, di salah satu ruangan di Masjid Al Akbar, yang sudah menjadi langganan Wisuda SDI Raudlatul Jannah setiap tahunnya. Meski belum ada pengumuman kelulusan dan nilai USBN, acara berlangsung meriah. Saat acara wisuda juga diumumkan siswa dan siswi teladan kelas 6, dan itu bukan kak Reva, tapi kak Reva tetap anak yang teladan di mata Mama dan Papa sayang..hiks. Ada salah satu pesan yang disampaikan motivator dakwah yang diundang pihak yayasan, yang memang kebetulan sebagai Konsultan PI Raudlatul Jannah. Beliau berpesan ada 3 ilmu di dapat selama SD 6 th ini, yaitu (1).ilmu yang agak penting, yaitu 3 mapel yang Unaskan, dianggap agak penting karena hanya berperan dalam kehidupan dunia saja, (2).ilmu yang penting, yaitu ibadah, baik itu sholat, puasa dan ibadah-ibadah sunah lainnya, yang harus senantiasa istiqomah dikerjakan sepanjang hayat dan terakhir, ilmu yang terpenting (3).Aqidah yang lurus (Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, hanya kepada Allah, kami menyembah dan hanya kepada Allah, kami meminta pertolongan), jangan sampai nanti selepas meninggalkan SD anak-anak lepas dari lurusnya aqidah yang telah terbentuk selama bersekolah di SDI Raudlatul Jannah.

Continue reading

Advertisements

Diantara UII, Unair dan UB

“Planning is bringing the future into the present so that you can do something about it now.”

– Alan Lakein –

Selasa (08/05) tepat pk 05.15 kak Belva telah bersiap menuju kampus ITS, untuk melaksanakan Sbmptn. Di hari dan tanggal yang sama pengumuman penerimaan mahasiswa FK UII juga akan dilaksanakan. Semalam sebelumnya saya mengingatkan kak Belva untuk melihat pengumuman UII sebelum berangkat Sbmptn tapi dia memilih fokus untuk ujian terlebih dahulu, dia khawatir terpecah konsentrasi apapun hasil dari UII. Baiklah nak, mana yang sekiranya membuatmu nyaman saja.

Mengapa harus UII??, fakultas kedokteran terkenal sangat menguras biaya, itulah kenapa kami begitu detail melihat satu persatu profil universitas yang memiliki fakultas pendidikan dokter mulai dari akreditasinya hingga biayanya. UII merupakan salah satu dari 3 universitas swasta yang memiliki fakultas kedokteran dengan akreditasi A (setara universitas negeri) tapi dengan biaya yang lebih kompetitif, bahkan misalkan kak Belva mengundurkan diri, uang akan dikembalikan penuh hanya dipotong 1.5jt rupiah saja untuk administrasi, dan fasilitas ini tidak bisa kami dapatkan di universitas lain. Tidak itu saja, yang paling utama adalah UII merupakan Universitas Islam yang tidak hanya mengajarkan ilmu kedokteran tapi sekaligus ilmu Syar’i secara berkesinambungan. Penerimaan Mahasiswa Baru UII memiliki beberapa model, PSB, PBT, CBT dan Hafidz. Kak Belva mengikuti PBT gelombang ke 3, yang tahap seleksi 1 (tes tulis) dilaksanakan pada 29/04, pengumuman di 02/05, dilanjut tanggal 03/05 seleksi tahap 2 (tes psikologi, kedokteran dasar, bahasa inggris, mengaji dan terakhir wawancara). Alhamdulillah pada 01/05 malam pengumuman sudah ada, yang lolos untuk mengikuti tahap 2, tersisa 80 dari 400 peserta.

Rabu (02/05) pagi kami kembali lagi ke Jogja kali ini tanpa adek-adek karena kak Belva harus sudah siap di auditorium fakultas kedokteran UII pk 07.00 dan kami menginap semalam lagi. Kamis pagi kami sudah sampai di UII, peserta sudah ramai di ruang audiotorium mendengarkan pengarahan dan lanjut mengikuti tes demi tes seharian ini. Pk 14.00 kak Belva telah selesai, Alhamdulillah meski pertanyaan kedokteran dasar dia belum terlalu paham, namun dia bisa mengisinya dengan benar, untuk inggris, dia harus mentraslate text book, kemudian mengaji 3 ayat lanjut wawancara. Selama memunggu anak-anak kami berjuang pada seleksi tahap 2 ini, sempat kami para orangtua berkenalan dan mengobrol, mereka berasal diantaranya Bangka Belitung, Jakarta, Pekalongan, Kediri, dll, ini memperlihatkan betapa mahasiswa UII berasal dari seluruh Indonesia dan kompetisinya sangat rapat, bahkan kak Belva berkenalan dengan mahasiswi Tehnik UGM, yang ternyata masih berminat mengejar FK UII. Dan Maghrib telah tiba, selesai sholat kak Belva memberanikan diri membuka hasil pengumuman FK UII, karena tidak semua yang mengikuti seleksi tahap 2 akan lulus semuanya. Alhamdulillah kak Belva diterima, lulus dengan uang Catur Darma berada di urutan 3 dari 6 peringkat. Terimakasih ya Allah, semalaman saya tidak bisa tidur nyenyak, selain memikirkan UII juga memikirkan Sbmptn. Plong rasanya, kak Belva sudah memiliki kampus, berasa nothing to lose kalaupun Sbmptn tidak lulus, jika memang Unair atau UB menerima kak Belva, tugasnya hanya tinggal memilih saja, tanpa ada beban.

Rabu (9/05), mulai pagi kami persiapkan semua persyaratan yang akan dibawa kembali ke Jogja untuk verifikasi dokumen, selain legalisir berkas-berkas penting juga termasuk surat keterangan sehat jiwa raga dari SpKJ dan bebas buta warna dari SpM. Alhamdulillah meski seharian muter gak karuan, dari pagi hingga malam akhirnya selesai juga. Sebenarnya verdok dilaksanakan hingga tanggal 22/05 namun berhubung Senin ada gladi bersih karena Selasa kak Belva Wisuda, maka kami kejar minggu ini harus rampung semuanya.

Kamis pagi ini (10/05) kami berangkat lagi ke Jogja, menginap semalam agar Jumat dapat menyelesaikan semua urusan kuliah di UII ini, sehingga saat tiba ramadhan kami sekeluarga bisa khusuk menjalankan ibadah tanpa ada gangguan. Jumat (11/05) pk 09.00 kami check out dari Hotel menuju kantor Rektorat UII, sepanjang perjalanan kami perhatikan adanya semacam kabut yang ternyata abu vulkanik yang disemburkan Merapi yang batuk pagi ini, ya Allah kami sempat galau, semoga urusan kami lancar dan selesai hari ini, karena hari Sabtu UII tidak melayani verdok dan registrasi. Alhamdulillah kami tiba di UII dengan kondisi kampus aman, normal dan sedikit rame baik oleh mahasiswa maupun calon mahasiswa yang hendak mendaftar juga yang sudah proses registrasi. Saya dan kak Belva turun dari mobil sedangkan papa masih mencari tempat parkir, kami langsung menuju rektorat dan sejenak mengantri. Giliran kak Belva pun tiba, setelah cek dokumen lanjut foto Kartu Mahasiswa, dan kami pun pulang. Rencana dari rumah, setelah agenda verdok dan registrasi kami ingin menunjukkan tempat kos putri dekat kampus yang nyaman dan aman. Pilihan kami jatuh pada rumah kos Ersyada 2, kamar yang kebetulan kosong dan dipilih kak Belva ada di lantai 2, telah lengkap semua fasilitas dan insyaallah jika tidak ada halangan akan menjadi kamar kak Belva selama menimba ilmu di UII. Meski ada satu ganjalan dihati kak Belva yaitu tentang impian besarnya dapat di terima di Unair, dia masih akan menunggu hasil Sbmptn nanti, tapi kak Belva juga sudah siap jika harus gagal meraih tiket Sbmptn, dia akan qonaah dengan takdir yang Allah berikan padanya, insyaallah. Terimakasih ya Allah atas segala rahmat dan karunia-Mu, kak Belva sudah diterima di Universitas Islam Indonesia yang sangat sesuai dengan karakternya, selama ini Doa yang kami panjatkan kepada-Mu, bukan tentang dimana anak-anak kami harus sekolah, tapi dimanapun mereka berada, dapat terus berpegang teguh pada Syariat-Mu dan Sunah Nabi-Mu, berikanlah perlindungan selalu saat mereka tidak berada didekat kami, semoga kelak ilmu yang mereka peroleh bermanfaat untuk umat, serta membawa berkah dunia dan akherat..aamiin.

Perjuangan itu belum Selesai

“Life is a fight, and in that fight it doesn’t matter how hard you hit or how well you fight. What matters is how hard you can get hit and keep on fighting.”

Selasa (17/04), tepat adzan Maghrib berkumandang, kak Belva berlari keluar kamar, dan meninggalkan mamanya berdua dengan Reva untuk melihat hasil pengumuman Snmptn, dia tidak sanggup untuk melihatnya sendiri, dan memang hasilnya kak Belva belum beruntung. Snmptn merupakan jalur undangan yang diperuntukkan bagi siswa SMA yang memiliki akademis tinggi juga berprestasi untuk dapat diterima di Universitas Negeri tanpa tes, namun hingga detik ini tidak ada satupun survey yang dapat memastikan alat ukur apa yang digunakan, benar-benar seperti “bejo bejan”. Dari sekitar 20 siswa aksel, hanya diterima 8 orang saja, siswa dengan ranking atas hanya diterima di pilihan kedua atau ketiga, ke 4 siswa yang memilih Fakultas Kedokteran semuanya tidak ada yang lolos, baik FK Unair, UB, Unej, dan Unsoed, namun ada 1 siswa yang tidak terlalu menonjol dikelas justru diterima di ITB Fakultas Eletro dan Informasi. Entahlah apa barometernya, yang pasti Perjuangan kak Belva masih harus dilanjutkan, selain persiapan Sbmptn juga UII dan UMM.

Tak terlalu lama bagi kak Belva untuk meratapi nasib, Alhamdulillah dia anak yang selalu bertawakal dan qanaah atas hasil yang diberikan Allah Azza Wa Jalla kepadanya, selain itu impian besarnya ada di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dan dia masih memiliki kesempatan untuk meraihnya, namun dia juga berfikir realistis dengan mempersiapkan FK UII dan UMM sebagai double gardan. Hanya mungkin ada sedikit masalah di penjadwalan Tes yang diagendakan oleh FK Swasta ini, kami berusaha mengambil jadwal sebelum Sbmptn agar kesempatan diterima lebih besar daripada setelahnya, namun UMM melaksanakan sehari sebelum Sbmptn yaitu tanggal 7 Mei, padahal Sbmptn dilaksanakan 8 Mei (duh..), sedangkan UII sebelum Sbmptn terjadwal 29/04 yang mungkin akan bersamaan dengan UN kak Reva (kemungkinan ini masih bisa diatur), sebenarnya Reva sendiri memiliki beban target justru bukan pada Unas tapi PORKAB yang mengharuskannya latian setiap hari, jika kami harus ke Jogja, latian Reva libur sejenak, tapi tak apa, hidup memang harus memilih, dan kami akan memilih berdasarkan skala Prioritas yang paling penting. Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan keridhoan-Nya untuk perjuangan kak Belva dan kak Reva dalam meraih impiannya..aamiin

USBN, UNBK, SNMPTN akankan berlanjut SBMPTN??? Insyaallah cukup SNMPTN saja..aamiin

“Life is a circle of happiness, sadness, hard times, and good times. If you are going through hard times have faith that good times are on the way”

Minggu (08/04), malam itu kak Belva mengirimkan SC Sekretariat SBMPTN melalui Line tentang metode penilaian baru ujian SBMPTN dan memohon dengan sangat pada mamanya ini untuk lebih giat menjalankan jurus-jurus langit, meminta kepada Allah Azza Wa Jalla untuk memberikan keridhoan-Nya agar kak Belva diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya melalui jalur SNMPTN. Senin (09/04) hingga empat hari kedepan kak Belva akan menghadapi UNBK, setelah selama 15 hari dia harus berjuang menyelesaikan USBN. Menjelang UNBK di sekolah kak Belva juga telah diadakan Istighosah (berdoa bersama) sebagai jurus langit bermunajat kepada Allah agar anak-anak kelas XII dan kelas Khusus diberikan kemudahan dan kelancaran dalm menghadapi UNBK.

Kamis (12/04) kemarin adalah hari terakhir pelaksanaan UNBK, setelah hari pertama hingga keempat berturut-turut, Bahasa Indonesia (relatif santai), Matematika (lumayan panik, karena kesulitannya cukup tinggi, dan banyak komplen peserta UN SMA yang komplain di sosial media), Bahasa Inggris (baik-baik saja) dan terakhir Kimia (mapel pilihan, aman terkendali), Alhamdulillah semua dapat diselesaikan dengan baik, semoga hasil sesuai yang diharapkan kak Belva dan di Ridhoi Allah Azza Wa Jalla..aamiin. Setelah UNBK selesai bukan berarti selesai semua urusan, yang lebih membuat sport jantung adalah pengumuman SNMPTN yang akan di laksanakan tanggal 17/04. SNMPTN merupakan jalur undangan yang diberikan Universitas kepada para siswa yang memiliki nilai tinggi dan stabil, dan Alhamdulillah 100% anak aksel mendapatkan undangan ini. Untuk jalur Undangan SNMPTN memilih fakultas dan universitas tidak semudah yang dibayangkan, benar-benar harus menggunakan strategi yang matang. Seperti kak Belva kali ini, keinginannya untuk memilih Kedokteran Airlangga harus dialihkan ke Brawijaya, karena salah satu teman sekelas yang lebih tinggi nilai rata-rata kelasnya berminat ke Kedokteran Airlangga sedangkan kuota untuk SNMPTN tidak bisa diprediksi, selain berdasarkan nilai juga akreditasi Sekolah. Jika Tiket SNMPTN lepas artinya kak Belva harus berjuang kembali melalui jalur SBMPTN yang kompetisinya lebih gila-gilaan lagi, selain bersaing dengan anak-anak pintar yang tidak lolos SNMPTN juga bersaing dengan anak-anak umum yang mungkin justru beruntung. Melihat perjuangan kak Belva yang berat sejak awal masuk kelas Aksel, mempertahankan nilai untuk selalu stabil naik, jika harus berjuang lagi di SBMPTN rasanya saya tidak tega.

Memang passing grade Fakultas Kedokteran amat sangat tinggi, untuk itulah kami juga siapkan cadangan swasta buat alternatif pilihan.Sebelum pendaftaran SNMPTN kemarin kami sempat survey ke beberapa Fakultas Kedokteran Swasta dan ternyata yang memiliki Akreditasi A hanya beberapa saja di Indonesia dan semuanya berada di pulau Jawa, diantaranya Universitas Islam Indonesia (Jogja), Universitas Sultan Agung (Semarang) dan Universitas Tarumanegara. Sempat menjajal UII melalui jalur prestasi tanpa tes, dan kebetulan belum jodoh, dan jika Allah belum Ridho di SNMPTN, kak Belva akan mencoba lagi melalui jalur tes tulis, juga mencoba UMM Malang yang masih berAkreditasi B, sembari menunggu SBMPTN. Sayangnya jika kak Belva diterima jalur SBMPTN, uang yang sudah terbayar tidak bisa diambil kembali, itu yang semakin membuat galau, tau sendiri mahalnya biaya Fakultas ini. Ya Allah, semoga saja Engkau benar-benar berkenan memberikan keridhoanMu untuk kak Belva agar diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang cukup melalui jalur SNMPTN..aamiin

Antara Recurve, PORKAB dan Cervicalgia

“Perhaps you hate a thing that is best for you, and you love a thing that is bad for you. Allah knows, while you know not.” – [Quran, 2:216]

Senin sore ini pk 15.30 kami tiba di RS Mitra Keluarga, visit Spesialis Syaraf untuk memeriksakan leher kak Reva yang sakit untuk di gerakkan sejak hari Minggu kemarin. Alhamdulillah sejak kecil anak-anak jarang sakit, kalaupun sakit mereka sudah cukup dengan dokter umum, ke Spesialis Anak kalau imunisasi atau kalau tidak sembuh jika ke dokter umum. Namun sore ini ada yang berbeda, kami mendaftarkan kak Reva di Mitra Keluarga sebagai pasien baru untuk Spesialis Syaraf pula dan sengaja kami memilih dokter perempuan dengan pertimbangan kak Reva sudah baligh juga karena kak Reva sendiri yang meminta kami. Mendapatkan nomer 9, kami mengantri dengan sabar, kami lihat di sekitar pasien lebih dominan yang sudah berusia, kak Reva mungkin satu-satunya pasien anak-anak.

Tak berapa lama nama kak Reva disebut,

Suster : Anak Danica

Kamipun masuk ke dalam ruang periksa, bu Dokter Devi yang cantik segera menyapa kami dengan ramah,

Devi, Sp.S : mbak Danica kenapa?, yuk cerita

Reva : bangun tidur leher seperti kecetit, bunyi klek begitu dok

Devi, Sp.S : dokter periksa dulu ya, (sambil lanjut periksa, ditekan-tekan bagian yang sakit berulang-ulang antara leher sampai bahu, membandingkan kanan dan kiri), ini Otot kq bisa seperti ini kalo sekolah bawa apa saja?, ranselnya berat banget ya?, ini terjadi penebalan otot.

Saya : iya dok, kebetulan anak kami atlet panahan. Jadi beban ada di sebelah kiri..hiks

Devi, Sp.S : owh, pantesan, jadi atlet panahan ya, keren sekali (sambil beliaunya memperagakan tangannya seolah-olah memanah).

Selesai memeriksa dokter mulai melakukan diagnosa bahwa kak Reva menderita CERVICALGIA a.k.a ketegangan otot dan harus dilakukan Fisioterapi selain mengkonsumsi obat minum, break latihan panahan selama 2 minggu, kami pun menyela, karena ada keperluan Turnamen PORKAB dalam waktu dekat, maka dokter mengembalikan lagi kepada kami orangtua Reva sejauh mana urgent tidaknya latihan dan mengijinkan dengan syarat agar dilakukan fisioterapi paling tidak 2x dulu, minum obat dan dipastikan tidak terasa sakit boleh latihan lagi, selanjutnya fisioterapi harus rutin dilakukan, minim 5 -10 x. Kami pun segera mengantri obat sembari menunggu kak Reva fisioterapi.

Hasil diagnosa dr Devi, Sp.S ini saya kirimkan pula ke kakak ipar yang kebetulan juga dokter, yang sempat juga kami minta advice harus periksa ke SpA, Internist atau Syaraf, beliau menyarankan ke dokter Syaraf dengan pertimbangan adanya fisioterapi. Dan budhe nya langsung memerintahkan break latihan 1 bulan, dengan pertimbangan untuk tidak menyepelekan sakit otot ini, jika terjadi defect saat remaja nanti justru akan semakin kasian. Mungkin Allah Azza Wa Jalla sudah memberikan takdirnya untuk kak Reva sakit otot, sehingga kak Reva berhenti dulu turnamen dan lebih fokus UN.

Kak Reva merupakan salah satu atlet Recurve yang dimiliki kabupaten Sidoarjo dan diharapkan dapat tampil mewakili di ajang PORPROV di 2019 nanti, juga PON Remaja, sebelum menuju kesana terdapat ajang PORKAB sebagai saringan awal dan kabarnya di agendakan akhir April dan kemungkinan bersamaan dengan USBN kelas 6. Situasi seperti ini membuat kak Reva galau antara memilih prestasi akademis (danem tinggi) dan non akademis (medali), meskipun SMP nanti sudah di terima di SMPI Raudhatul Jannah (yayasan yang sama dengan SDnya), dia juga memiliki Jalur Prestasi untuk masuk Sekolah Negeri, namun kak Reva ingin lulus dengan danem yang tinggi.

Latian yang terus menerus menjelang PORKAB padahal barusaja dia menyelesaikan turnamen Brawijaya Archery Championships dan Kejurda Terbatas Jawa Timur akhirnya membuat dia dipaksa istirahat, apalagi untuk alat baru Recurve masih proses beradaptasi. Biasa menggunakan Standart Bow dari Kayu beralih ke Recurve yang terbuat dari besi tidak hanya membuat lengannya tergores berkali-kali namun juga saking beratnya hingga terjadi Cidera. Jadi kasus leher kecetit itu hanya pencetusnya saja, karena penyebabnya adalah kelelahan yang tidak dirasakan. Saat ini kak Reva sedih karena tidak bisa berlatih, padahal dia memiliki ambisi disini untuk dapat berprestasi. Ambil saja hikmahnya nak, kamu harus istirahat memegang Busur untuk kembali fokus dengan Buku, jika Allah Azza Wa Jalla ridho, insyallah kamu masih bisa ikut pertandingan dalam waktu dekat..aamiin

Brawijaya Archery Championships dan Kejurda Terbatas Jawa Timur

Patience, persistence and perspiration make an unbeatable combination for success.” – Napoleon Hill .

Turnamen demi turnamen, mulai Brawijaya Archery Championships sebagai turnamen open yang diselenggarakan oleh swasta hingga Kejuaraan Daerah Terbatas Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Perpani sebagai ladang mencari Golden Ticket (Jalur Prestasi) untuk mendapatkan Sekolah Negeri telah di selesaikan kak Reva dengan baik. Meski belum mendapatkan juara perorangan namun juara beregu kedua turnamen berhasil mendapatkan juara 1, Alhamdulillah.

Brawijaya Archery Championships diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya Malang dan diadakan selama 4 hari (08/03 – 12/03) di Sport Center Malang. Turnamen BAC ini adek Mika sudah mulai diikutsertakan, tidak ada target apapun untuknya hanya sekedar menjajal lapangan dan menambah kepercayaan dirinya saja. Sedangkan kak Reva sudah ada target untuk Perak dan Emas untuk beregu. Baik kak Reva maupun adek Mika mengikuti divisi Standart Bow Nasional, sejauh 48mt – 6×6 yang discedulekan di hari pertama dan kedua (08/03 – 09/03), Karena 4 hari maka dispensasi sekolah membolehkan mereka untuk membolos demi panahan. Bahkan orangtua kami pun ikut berangkat ke Malang demi support cucu tercinta, dan Kak Reva sempat melaju ke babak 1/8 final dan mengikuti aduan, namun dikalahkan oleh kabupaten Malang, dan untuk beregu berhasil membawa medali Emas bersama Cherry dan Putri, sedangkan adek Mika belum berhasil mendapatkan medali namun sudah dapat menyelesaikan turnamen dengan baik, Alhamdulillah. Selesai dengan turnamen BAC di tanggal 11 kami berangkat menuju New Zealand menikmati Reward dari Danone – Nutricia selama 5 hari, sepulangnya dari sana kami langsung mengantarkan kak Reva melanjutkan turnamen selanjutnya.

Kejuaraan Daerah Kelompok Umur ini diadakan untuk kelas 6 dan 9 saja, sebagai sarana memperoleh Jalur Prestasi menjelang pendaftaran Sekolah Negeri. Peserta yang ikut dari berbagai kabupaten di seluruh Jawa Timur, namun karena terbatas maka peserta tidak terlalu banyak seperti BAC kemarin. Kejurda Terbatas diadakan 17/03 – 18/03 dan diadakan di lapangan Koni Jatim Kertajaya, Surabaya. Meski dekat dengan rumah kak Reva wajib menginap bersama teman-teman se kabupaten Sidoarjo. Pada saat 17/03 itu kami belum mendarat di Surabaya, jadi Orangtua kami yang mengantar kak Reva menginap di asrama Haji, saat kami mendarat siang langsung kami berangkat menjenguk kak Reva di Asrama. Keesokan harinya kak Reva langsung pertandingan, setelah sehari sebelumnya sudah melakukan Practice Day. Alhamdulillah meski belum juara perorangan dia berhasil mendapatkan juara 1 beregu bersama Cherry, Putri dan Naura. Disyukuri saja ya kak, insyaallah di masa mendatang kelak kamu juga akan berhasil mendapatkan medali perorangan dengan menambah jam terbang selain giat berlatih juga tentunya..Aamiin

Baby Dea Shop (CV Dea Syareefa)

Abraham Lincoln — ‘The best way to predict your future is to create it.’

Alhamdulillah proyek kedua telah selesai dikerjakan, selanjutnya tinggal segera melaunchingnya saja. Iya, BABY DEA, proyek terbaru dari kami berdua sebagai sarana menyiapkan bekal untuk anak-anak kelak. Salah satu sarana memberikan bekal ilmu manajemen Dagang seperti bisnis yang kami geluti saat ini, selain mempersiapkan kader tongkat estafet selanjutkan, kami juga menyiapkan bekal entrepreneurship untuk anak-anak kami yang tidak berminat berdagang, agar apapun profesinya nanti mereka akan dapat menerapkan ilmu Entrepreneurship dalam kegiatan profesinya.

BABY DEA, toko perlengkapan bayi dan anak merupakan persembahan CV Dea Syareefa, yang insyallah akan dilaksanakan pada bulan Februari 2018 tepatnya tanggal 18, dimana tanggal 18 merupakan tanggal lahir kak Belva, sedangkan February adalah bulan lahir kak Reva dan adek Mika, Alhamdulillah 18/02/2018 bertepatan dengan hari Minggu. Meskipun akhirnya hanya lantai 1 saja yang siap, karena terbatasnya waktu dan tenaga, dengan meminjam kata “Soft Opening” Baby Dea pun dibuka. Sambil jalan Baby Dea akan kami lengkapi terus untuk lantai 2 nya.

Alhamdulillah Soft Opening terlaksana dengan baik, dengan tata cara yang cukup sederhana, hanya gunting pita bersama, kak Belva membawa nampan, yang menunjukkan insyaallah jika Allah Azza Wa Jalla ridho kak Belva akan menjadi dokter Spesialis Anak, yang nantinya melengkapi usaha Baby Dea ini dengan rumah Imunisasi dengan konsep One Stop Shopping dan Healthy, kak Reva bagian menggunting pita, melambangkan dia sebagai calon eksekutif yang akan mengendalikan semua operasional Dea Wijaya dan Baby Dea dan adek Mika yang membuka pintu sebagai bentuk dukungan atas usaha keluarga.

Tanggal 18/03/2018 untuk pertama kali Baby Dea melakukan aktivitasnya dan mendapatkan omset hari pertama sebesar 10jt, Alhamdulillah terimakasih ya Allah. Semoga kedepan Baby Dea semakin Sukses dan Jaya dengan melengkapi semua artikel usaha Baby Shop yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat dengan membantu menyediakan kebutuhan bayi dan anak-anak dengan Murah, Lengkap juga Dekat..aamiin