Happy 68th Birthday Ayah and Happy 1st Anniversary Candela Semesta

“Fokus dan Kerja Keras memang penting supaya bisa Sukses, tapi doa restu orangtua dan keluarga adalah pondasi paling penting untuk meraih kesuksesan”

Kemarin, Selasa bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 2018, kami merayakan dua moment sekaligus yaitu ulang tahun Ayah yang ke 68 th, juga ulang tahun CV Candela Semesta yang pertama. Sengaja ingin lebih mudah mengingat tanggal, jika Candela bertepatan dengan Ulang Tahun Ayah, dulu usaha kami Warnet Supernova juga bersamaan dengan Ulang Tahun Papa, walaupun Warnet ini akhirnya kami tutup karena tergilas tehnologi Smartphone (sedih..hiks). CV Candela Semesta merupakan usaha baru kami di bidang tours and travel yang Alhamdulillah dalam setahun pertama ini berkembang cukup pesat. Dengan total karyawan 1 orang tour planner, 2 orang tour leader merangkap dokumentasi, 3 orang sopir dan 1 orang admin keuangan, kami siap melayani Tour Grup dari berbagai perusahaan dan menu Open Trip yang melayani gabungan perorangan, kami juga menyewakan armada Hi Ace, Elf Long dan Medium Bus. Sejauh ini memang kami lebih utamakan expansi, membesarkan nama Candela Holiday sebagai Tours and Travel agent, dengan mengambil keuntungan tipis saja, sejauh bisa menutupi biaya karyawan, kebutuhan listrik dll, untuk angsuran Ruko, kami masih mengalokasikan dari Perusahaan Induk CV Dea Wijaya sebagai investasi property, yach..harus pinter-pinter atur keuangan. Selain tours dan travel, di dalam CV Candela Semesta terdapat francise Wahana sebagai tambahan jasa expedisi sebagai support Dea Wijaya Online juga melayani customer dari luar.

Untuk evaluasi SWOT setahun ini, rasanya saya kurang kompeten untuk menjabarkannya, karena memang bukan saya yang urusin tapi pak suami..hiks, tugas saya hanya support dan doa saja, karena saya sendiri fokus dengan usaha Baby Dea yang baru 6 bulan berjalan, masih butuh fokus babad alas dsb. Jadi doa saja ya buat CV Candela Semesta dengan Candela Holiday-nya, barakallahu fiikum buat semua unit bisnis Candela juga ekspedisi Wahana, termasuk didalamnya seluruh karyawan Candela semoga kedepan semakin bersinar dan Keep The Travel Spirit Alive tentunya..aamiin

Buat Ayah tercinta, selamat ulang tahun, barakallahu fii umrik, semoga berkah umur yang tersisa, senantiasa sehat, bersama ibu bahagia dunia till jannah, serta selalu dalam lindungan Allah Azza Wa Jalla..aamiin. Ada yang spesial di ulang tahun kali ini, alhamdulillah Dea Wijaya Toserba kembali mendapatkan Reward dari PT Danone – Nutricia, melalui salah satu anak perusahaannya yaitu PT Sari Husada dengan produk SGM nya memberikan Reward Goes To Malaysia. Karena jadwal kami yang super padat menjelang kak Belva kuliah, terpaksa beberapa Reward, seperti tiket Eropa dari Fitti kami klaim mentahan buat biaya kuliah Belva, juga tiket Hongkong dari Unicharm, kami jual ke pemenang reward yang lain, lumayan buat bayar kosan kak Belva. Namun untuk tiket Malaysia ini, kami paksa Ayah dan Ibu untuk berangkat, karena reward tidak bisa diambil mentahan, juga tidak bisa dijual, jadi harus ada yang berangkat atau hangus sia-sia. Awalnya orangtua meragu terutama ibu melihat kondisi yang semakin tua, juga kaki yang mulai rewel, mampukah beliau berdua traveling kesana?, namun dengan tekad kuat dari Ayah dan motivasi dari kami, akhirnya beliau memutuskan untuk berangkat juga.

Malaysia, tetangga dekat Indonesia, selain dekat dan kesamaan rumpun, juga tanpa visa, tentu ini memudahkan buat Ayah dan Ibu. Beliau berangkat tanggal 05/08 untuk menginap terlebih dahulu di Jakarta dan bertemu dengan anggota tour yang lain dan akan menuju Malaysia kesesokan harinya, yaitu tanggal 06/08. Sebelum beliau berdua berangkat, saya sudah banyak daftar pesanan untuk tour leader dari Panorama juga team Sari Husada untuk ikut menjaga Ayah dan Ibu selama traveling di Malaysia, Alhamdulillah mbak Amel baik sekali bahkan saat tanggal 07/08 pagi, saya meminta untuk diacarakan ulang tahun Ayah, mereka pun dengan senang hati melakukannya. Terimakasih Panorama dan Sari Husada, semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan balasan dengan kebaikan berlipat ganda..aamiin.

Hingga tulisan ini dibuat Ayah dan Ibu masih berada di Malaysia, beliau masih akan city tour di Kuala Lumpur besok hari Kamis, Jumat terjadwal pulang ke Indonesia dan menginap semalam lagi di Jakarta, kemudian hari Sabtu baru kembali ke Surabaya, di saat yang lain, Jumat pagi, kami berangkat ke Jogja mengantar kak Belva untuk jadi anak kuliahan di hari Senin tanggal 13/08 dimulai dengan MOS selama 3 hari. Alhamdulillah memang kami benar-benar tidak bisa traveling saat ini, awal tahun hanya ada New Zealand saja, sampai akhir tahun kami fokus mengurus anak dan usaha. Ya Allah terimakasih atas segala nikmat yang telah Engkau berikan, kami titipkan Ayah dan Ibu yang saat ini sedang berada di Malaysia dalam perlindunganMu, semoga beliau senantiasa sehat dan selamat hingga kembali ke rumah di Pepelegi..aamiin

Advertisements

PORKAB Sidoarjo 2018 menuju Juara PORPROV 2019

“The Harder The Battle, The Sweeter The Victory”.

Alhamdulillah setelah berkali-kali ganti tanggal, entah apa sebabnya, akhirnya PORKAB 2018 diadakan pada tanggal 27/07 hingga 29/07 2018. Disaat kak Reva mulai sekolah dijenjang yang baru, dengan pelajaran yang mulai bervariasi dan tugas yang bejibun dia harus mengajukan dispensasi. Baiklah, memang sudah menjadi komitmen Atlet harus membawa tugas negara. Kak Reva akan bertanding di divisi Recurve untuk pertama kalinya, tidak seperti sebelumnya dia memainkan Standart Bow. Sebenarnya Recurve masih merupakan Standart Bow, hanya saja untuk skala Internasional, sedangkan Standart Bow khusus di skala Nasional saja. Club ingin memproyeksikan kak Reva di divisi ini sesuai dengan kebutuhan Atlet Recurve kabupaten Sidoarjo yang masih kurang, juga kompetisi yang belum terlalu rapat, selain itu kemampuan Atlet dan support financial orangtua, karena Recurve dan segala tetek bengeknya tidaklah murah, apalagi bantuan dari pemerintah, tidak bisa diharapkan. Tampilan Recurve berbeda dibody Bow-nya yang terbuat dari besi dan jangkauan tembakan hingga 70mt, jadi Atlet Recurve bisa bermain di dua divisi baik Standart Bow maupun Recurve. Namun untuk saat ini kak Reva hanya fokus di divisi Recurve saja, karena memang belum begitu bagus tehniknya.

Hari pertama PORKAB (27/07) adalah Practice Day, semua atlet panahan yang akan bertanding, diberi kesempatan menjajal lapangan untuk dapat menganalisa kebutuhan alat, menyesuaikan dengan medan, terutama visir alat panah. Menembakkan anak panah sepuasnya untuk latihan menghitung skor dan lain sebagainya, namun karena hari Jumat, practice day cukup 3 jam saja. Setelah Ishoma sholat Jumat sebagian Atlet mengikuti ceremonial pembukaan PORKAB oleh Bupati di Stadion GOR Sidoarjo, hanya perwakilan sekitar 20 orang atlet panahan yang mengikuti defile bersama atlet-atlet Cabang Olahraga yang lain.

Hari kedua PORKAB (28/07) merupakan babak kualifikasi dimana semua atlet akan mempertandingkan Skor. Divisi Standart Bow Putra dan Putri akan diadakan pk 08.00 hingga selesai, dan divisi Compound dan Recurve Putra dan Putri diadakan setelah Ishoma yaitu pk 13.00. Kami datang sangat terlambat, instruksi pk 11.00, kenyataan hadir pk 12.30, karena hari Sabtu bertepatan dengan Sosialisasi kelas 4, kelas adek Mika, dimana saya harus datang agar memahami program sekolah untuk kelas 4. Pertandingan tepat di adakan pk 13.00, sebelum skoring, diadakan 2x tembakan percobaan. Kak Reva merupakan atlet Recurve termuda dan belum memiliki jam terbang sebelumnya. Tidak ada target apapun untuknya, nothing to lose untuk kali ini. Meski Club berharap dia mendapatkan 4 besar agar dapat mengikuti PUSLATKAB demi tiket PORPROV di 2019 nanti. Peserta divisi Recurve Putri diikuti oleh 6 Atlet, diantaranya Andini, Acha, Fawas, Putri, Olivia dan Reva, mereka semua lebih senior dari kak Reva baik secara umur, skill, maupun jam terbang. Pertandingan di adakan 2 sesi tiap sesi ada 6 rambahan dengan 6 anak panah. Di sesi ini hasil kak Reva sesuai prediksi saya ada di nomer 5, setelah Andini di no 1, Acha di no 2, Fawas di no 3, Putri di no 4, lanjut kak Reva no 5, terakhir Olivia di no 6. Begitu pula sesi kedua, tetap berada di nomer 5 dari 6 atlet putri.

Hari ketiga (29/07) adalah babak Eliminasi, yaitu babak aduan. Karena peserta divisi Recurve Putri hanya 6 atlet, maka babak 1/8 final ini, 2 atlet nomer 1 dan 2 bertemu “BYE” a.k.a tanpa lawan, 3 melawan 6, 4 melawan 5. Babak aduan ini dilaksanakan dengan sistem skoring yang berbeda, jika skor lebih besar bernilai 2, lebih kecil bernilai 0. Saat rambahan pertama dan kedua kak Reva kalah, di rambahan ketiga kak Reva sempat mencuri poin hingga kedudukan (4 – 2) namun sayang rambahan keempat mbak Putri memang lebih tangguh, kak Reva menyerah kalah. Bagaimanapun kak Reva sudah berusaha yang terbaik, namun takdir berkata dia harus lebih giat berlatih lagi, demi menebus kekalahan ini di lain hari. Tiket PORPROV lepaslah sudah, memang sudah sewajarnya, senior-senior Recurve lebih dulu diprioritaskan untuk bertanding ditingkat Provinsi, perjalanan karir Atlet kak Reva di Panahan masih panjang, masih banyak waktu untuk mengejar ketertinggalan apalagi di usia yang sangat muda. Tetap semangat nak, jangan pernah berputus asa, karena Mama Papa yakin suatu saat nanti kamu akan menjadi salah satu Atlet Panahan yang akan mengharumkan nama bangsa dan negara, sekaligus menjadi ladang dakwah buat agama, insyaallah.

“You can’t win unless you learn how to lose”

PI Raudlatul Jannah dan Universitas Islam Indonesia

Intelligence plus character – that is the goal of true education.” -Martin Luther King, Jr.

Alhamdulillah tahun ajaran baru telah tiba, seperti biasa, ritual awal tahun PI Raudlatul Jannah selalu mengadakan Sosialisasi plus Parenting untuk para siswa baru yang akan memasuki jenjang mulai Toodler hingga SMP. Jadi undangan kali ini hanya untuk kak Reva saja, sebagai siswa baru SMPI RJ di kelas 7. Setelah acara Parenting selesai diadakan, wali murid lanjut pindah ruang ke jenjang masing-masing. Selanjutnya acara Sosialisasi dimana wali murid akan diperkenalkan dengan program sekolah yang nantinya dilaksanakan di jenjang tersebut. Alhamdulillah SMPI RJ semakin maju dan program semakin variatif dan inovatif, gedung sekolah juga terlihat semakin rapi dan cantik. Jika jaman kak Belva dulu sebagai angkatan ke 4, jumlah siswa hanya 42, siswa SMP kali ini sudah mencapai 106, yang dipecah menjadi 4 kelas dengan sistem “Mono”, 2 kelas Putra dan 2 kelas Putri.

Di kelas 7A kak Reva ditempatkan, hampir 80% siswi berasal dari SDI RJ juga, termasuk pemilik no 1 nilai USBN tertinggi, dan duduk bersebelahan dengan kak Reva, semoga mereka bersahabat agar dapat bersinergi dan bersaing sehat demi Prestasi. Di SMPI RJ memiliki program wajib termasuk kelas Tahfidz, juga terdapat eskul wajib dan eskul sunah, dimana siswa harus memilih satu jenis masing-masing ditiap eskulnya, dan disinilah wali murid harus ambil peran, itulah mengapa dalam memilih eskul, wajib ada pendampingan dari orangtua, karena dianggap yang paling mengetahui kelebihan dan kekurangan anak. Kali ini kak Reva memilih eskul “English Club” sebagai wajib, dan “Nasyid” sebagai sunahnya. Sebelumnya saya juga telah menghadap ke Kantor Waka Kesiswaan dan menemui ustadzah Fidya sebagai partner dalam menyatukan visi dan misi kami guna bersinergi demi Prestasi Reva di jenjang SMP 3 tahun kedepan. Mengapa “Nasyid”, karena selain yang paling ringan dibanding eskul yang lain, Reva memiliki Skill memainkan alat musik Keyboard, yang nantinya mungkin bisa dikaryakan sebagai Keyboardist, untuk bernyanyi mungkin option terakhirlah (suara cenderung sember), selain itu Nasyid memiliki jam terbang cukup tinggi untuk tampil dari panggung ke panggung, ini sangat penting buat mengasah keberanian Reva. Dan mengapa harus “English Club”, karena Reva memiliki skill cukup bagus dalam bahasa Inggris, walaupun ambisinya untuk belajar bahasa Jerman juga sangat besar, sementara kuatin Inggris dulu ya nak. Apalagi sempat tes Kemampuan Dasar Bahasa Inggris, Reva menempati urutan kedua di kelas, harapan dengan Club ini Reva juga dapat mengikuti jejak sang kakak, mengasah talenta dari panggung ke panggung ber Speech Contest ataupun Story Telling. Dan lobi yang terakhir adalah meminta support sekolah dalam karir Atlet Reva di Panahan. Di jenjang SMP ini Reva sudah resmi menjadi Atlet divisi Recurve dimana nantinya dia akan semakin aktif turnamen yang tentunya membutuhkan kelonggaran jadwal dari Sekolah. Di awal tahun ajaran baru ini saja, Reva terpaksa harus absen untuk mengikuti ajang PORKAB 2018, dimana nantinya yang lolos akan dikirim ke Puslatkab sebagai persiapan ajang PORPROV 2019. Dengan kita “kulonuwun” ke pihak Sekolah tentu akan mempermudah jalan kami sebagai orangtua untuk bersinergi guna menciptakan anak didik yang “Luhur Budi Kaya Prestasi “.

Untuk adek Mika sendiri, eskul di kelas 4 ini mulai ada Panahan, namun karena adek di Club Panahan menggunakan alat “Compound”, maka eskul di sekolah hanya sebagai syarat saja, tetap kami berusaha melobi sekolah agar adek diterima di eskul, mengingat tiap eskul memiliki kuota masing-masing. Dan nantinya jika ada lomba panahan antar Sekolah, Mika dapat terpantau, karena biasanya Turnamen Open saja yang diurus oleh Club, sedangkan Lomba antar Sekolah sering mereka tidak update, jadi dapat saling melengkapi. Juga tentang nilai eskul dapat dikoordinasikan antara pelatih Club dan Sekolah, karena Mika tidak dapat menggunakan alat panahan di sekolah disebabkan berbeda tehnik memainkannya.

Buat kak Belva sendiri, memang sudah rezekinya di UII, selain tidak lolos SNM dan disusul gagalnya SBM, dia sama sekali tidak ada minat mencoba jalur Mandiri. Kak Belva ikhlas dan qonaah atas apa yang dia peroleh saat ini, hatinya telah menyatu dengan kota Jogja (mungkin karena kedekatan history, dalam darahnya mengalir keturunan kraton Jogja), juga tekad yang bulat seiring keinginannya belajar ilmu Kedokteran dan terutama tentang Syariatnya. Dan yang paling penting adalah menyakini apa yang sudah ditakdirkan Allah Azza Wa Jalla adalah yang terbaik untuknya. Dan Insyaallah kak Belva akan menjadi anak Kos dalam waktu dekat. Tepat tanggal 13 Agustus 2018 akan dimulai MOS, namun sebelumnya 11/08 calon mahasiswa FK UII akan mengadakan gathering sebagai sarana ta’aruf antar mereka sebelum resmi masuk sebagai mahasiswa. Semangat buat anak-anak Mama dan Papa semoga sekolah kalian lancar dan berkah, semakin berprestasi di tahun ajaran baru ini..aamiin

Wisuda kak Belva dan kak Reva sebagai 10 Wisudawan Terbaik

Wahai anakku, bagi yang menghendaki akhirat, kuncinya adalah ilmu. Bagi yang menghendaki dunia, ilmu jualah syarat utamanya. Dengan semua ilmu yang telah kamu peroleh, mama papa doakan selalu, semoga dirimu dapat menggenggam dunia dan menempatkan akhirat di hatimu. Selamat hari wisuda nak, semoga Allah memberikan kesuksesan serta keberkahan dunia dan akhirat..aamiin

Selasa pagi ini (15/05) tepat sehari sebelum puasa ramadhan dimulai, sekolah kak Belva menggelar Wisuda kelulusan bertempat di hotel Utami, Juanda. Sehari sebelumnya juga telah diumumkan hasil Nilai UNBK yang diwarnai dengan ramainya berita di media massa dan sosial betapa hancurnya nilai UNBK tahun ini, apalagi bukan karena soal-soal HOTS (High Order Thinking Skills), soal-soal yang seharusnya untuk Sbmptn ternyata tahun 2018 ini sudah diuji cobakan untuk SMA hingga SD. Hasilnya keseluruhan siswa SMA di Jawa Timur yang dinyatakan lulus UNBK hanya 28% saja, sisanya tidak lulus, mengenaskan. Nilai UNBK sendiri tidak berpengaruh langsung terhadap kelulusan siswa, karena menuju PTN mereka hanya membutuhkan tes Sbmptn namun untuk Sekolah Kedinasan, nilai UNBK ini sangat penting dan harus berstatus lulus, jika tidak lulus, maka tahun depan dapat melakukan remidi UNBK, selain itu status siswa yang lulus dan tidak, sangat berpengaruh pada Akreditasi Sekolah. HOTS tidak diajarkan oleh semua sekolah, selain itu program baru sekolah lebih concern belajar soal-soal Detik-Detik yang biasa dipake acuan setiap tahunnya, sedangkan HOTS lebih mengedepankan penalaran soal.

Alhamdulillah nilai UNBK kak Belva masih jauh lebih baik, dengan nilai rata-rata 8 (32,75), memang nilainya lebih rendah daripada UNBK saat SMP (33,85) kemarin, namun kak Belva berada di peringkat 6 di kelas Aksel, dan nilai Kimia tertinggi di kelas IPA secara keseluruhan. Meski tiket Snmptn lepas, saat wisuda nama kak Belva sempat nongol di akhir acara pengumuman siswa yang diterima di Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta. Memang untuk tahun ini banyak ujicoba dari Dikbud, selain soal HOTS, perubahan sistem penilaian Sbmptn juga tentang pengurangan kuota Snmptn, hingga menyebabkan siswa aksel yang diterima di PTN sangat sedikit, dikelas kak Belva sendiri hanya 8 dari 21 siswa. Masih banyak teman kak Belva yang masih harus berjuang lagi di jalur penerimaan mahasiswa yang lain, bersyukurnya kak Belva sudah memiliki Kampus, meski swasta tapi dengan akreditasinya A. Alhamdulillah acara Wisuda berlangsung dengan sukses dan lancar.

Sabtu pagi (02/06) acara wisuda kak Reva gantian di gelar, di salah satu ruangan di Masjid Al Akbar, yang sudah menjadi langganan Wisuda SDI Raudlatul Jannah setiap tahunnya. Meski belum ada pengumuman kelulusan dan nilai USBN, acara berlangsung meriah. Saat acara wisuda juga diumumkan siswa dan siswi teladan kelas 6, dan itu bukan kak Reva, tapi kak Reva tetap anak yang teladan di mata Mama dan Papa sayang..hiks. Ada salah satu pesan yang disampaikan motivator dakwah yang diundang pihak yayasan, yang memang kebetulan sebagai Konsultan PI Raudlatul Jannah. Beliau berpesan ada 3 ilmu di dapat selama SD 6 th ini, yaitu (1).ilmu yang agak penting, yaitu 3 mapel yang Unaskan, dianggap agak penting karena hanya berperan dalam kehidupan dunia saja, (2).ilmu yang penting, yaitu ibadah, baik itu sholat, puasa dan ibadah-ibadah sunah lainnya, yang harus senantiasa istiqomah dikerjakan sepanjang hayat dan terakhir, ilmu yang terpenting (3).Aqidah yang lurus (Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, hanya kepada Allah, kami menyembah dan hanya kepada Allah, kami meminta pertolongan), jangan sampai nanti selepas meninggalkan SD anak-anak lepas dari lurusnya aqidah yang telah terbentuk selama bersekolah di SDI Raudlatul Jannah.

Continue reading

Diantara UII, Unair dan UB

“Planning is bringing the future into the present so that you can do something about it now.”

– Alan Lakein –

Selasa (08/05) tepat pk 05.15 kak Belva telah bersiap menuju kampus ITS, untuk melaksanakan Sbmptn. Di hari dan tanggal yang sama pengumuman penerimaan mahasiswa FK UII juga akan dilaksanakan. Semalam sebelumnya saya mengingatkan kak Belva untuk melihat pengumuman UII sebelum berangkat Sbmptn tapi dia memilih fokus untuk ujian terlebih dahulu, dia khawatir terpecah konsentrasi apapun hasil dari UII. Baiklah nak, mana yang sekiranya membuatmu nyaman saja.

Mengapa harus UII??, fakultas kedokteran terkenal sangat menguras biaya, itulah kenapa kami begitu detail melihat satu persatu profil universitas yang memiliki fakultas pendidikan dokter mulai dari akreditasinya hingga biayanya. UII merupakan salah satu dari 3 universitas swasta yang memiliki fakultas kedokteran dengan akreditasi A (setara universitas negeri) tapi dengan biaya yang lebih kompetitif, bahkan misalkan kak Belva mengundurkan diri, uang akan dikembalikan penuh hanya dipotong 1.5jt rupiah saja untuk administrasi, dan fasilitas ini tidak bisa kami dapatkan di universitas lain. Tidak itu saja, yang paling utama adalah UII merupakan Universitas Islam yang tidak hanya mengajarkan ilmu kedokteran tapi sekaligus ilmu Syar’i secara berkesinambungan. Penerimaan Mahasiswa Baru UII memiliki beberapa model, PSB, PBT, CBT dan Hafidz. Kak Belva mengikuti PBT gelombang ke 3, yang tahap seleksi 1 (tes tulis) dilaksanakan pada 29/04, pengumuman di 02/05, dilanjut tanggal 03/05 seleksi tahap 2 (tes psikologi, kedokteran dasar, bahasa inggris, mengaji dan terakhir wawancara). Alhamdulillah pada 01/05 malam pengumuman sudah ada, yang lolos untuk mengikuti tahap 2, tersisa 80 dari 400 peserta.

Rabu (02/05) pagi kami kembali lagi ke Jogja kali ini tanpa adek-adek karena kak Belva harus sudah siap di auditorium fakultas kedokteran UII pk 07.00 dan kami menginap semalam lagi. Kamis pagi kami sudah sampai di UII, peserta sudah ramai di ruang audiotorium mendengarkan pengarahan dan lanjut mengikuti tes demi tes seharian ini. Pk 14.00 kak Belva telah selesai, Alhamdulillah meski pertanyaan kedokteran dasar dia belum terlalu paham, namun dia bisa mengisinya dengan benar, untuk inggris, dia harus mentraslate text book, kemudian mengaji 3 ayat lanjut wawancara. Selama memunggu anak-anak kami berjuang pada seleksi tahap 2 ini, sempat kami para orangtua berkenalan dan mengobrol, mereka berasal diantaranya Bangka Belitung, Jakarta, Pekalongan, Kediri, dll, ini memperlihatkan betapa mahasiswa UII berasal dari seluruh Indonesia dan kompetisinya sangat rapat, bahkan kak Belva berkenalan dengan mahasiswi Tehnik UGM, yang ternyata masih berminat mengejar FK UII. Dan Maghrib telah tiba, selesai sholat kak Belva memberanikan diri membuka hasil pengumuman FK UII, karena tidak semua yang mengikuti seleksi tahap 2 akan lulus semuanya. Alhamdulillah kak Belva diterima, lulus dengan uang Catur Darma berada di urutan 3 dari 6 peringkat. Terimakasih ya Allah, semalaman saya tidak bisa tidur nyenyak, selain memikirkan UII juga memikirkan Sbmptn. Plong rasanya, kak Belva sudah memiliki kampus, berasa nothing to lose kalaupun Sbmptn tidak lulus, jika memang Unair atau UB menerima kak Belva, tugasnya hanya tinggal memilih saja, tanpa ada beban.

Rabu (9/05), mulai pagi kami persiapkan semua persyaratan yang akan dibawa kembali ke Jogja untuk verifikasi dokumen, selain legalisir berkas-berkas penting juga termasuk surat keterangan sehat jiwa raga dari SpKJ dan bebas buta warna dari SpM. Alhamdulillah meski seharian muter gak karuan, dari pagi hingga malam akhirnya selesai juga. Sebenarnya verdok dilaksanakan hingga tanggal 22/05 namun berhubung Senin ada gladi bersih karena Selasa kak Belva Wisuda, maka kami kejar minggu ini harus rampung semuanya.

Kamis pagi ini (10/05) kami berangkat lagi ke Jogja, menginap semalam agar Jumat dapat menyelesaikan semua urusan kuliah di UII ini, sehingga saat tiba ramadhan kami sekeluarga bisa khusuk menjalankan ibadah tanpa ada gangguan. Jumat (11/05) pk 09.00 kami check out dari Hotel menuju kantor Rektorat UII, sepanjang perjalanan kami perhatikan adanya semacam kabut yang ternyata abu vulkanik yang disemburkan Merapi yang batuk pagi ini, ya Allah kami sempat galau, semoga urusan kami lancar dan selesai hari ini, karena hari Sabtu UII tidak melayani verdok dan registrasi. Alhamdulillah kami tiba di UII dengan kondisi kampus aman, normal dan sedikit rame baik oleh mahasiswa maupun calon mahasiswa yang hendak mendaftar juga yang sudah proses registrasi. Saya dan kak Belva turun dari mobil sedangkan papa masih mencari tempat parkir, kami langsung menuju rektorat dan sejenak mengantri. Giliran kak Belva pun tiba, setelah cek dokumen lanjut foto Kartu Mahasiswa, dan kami pun pulang. Rencana dari rumah, setelah agenda verdok dan registrasi kami ingin menunjukkan tempat kos putri dekat kampus yang nyaman dan aman. Pilihan kami jatuh pada rumah kos Ersyada 2, kamar yang kebetulan kosong dan dipilih kak Belva ada di lantai 2, telah lengkap semua fasilitas dan insyaallah jika tidak ada halangan akan menjadi kamar kak Belva selama menimba ilmu di UII. Meski ada satu ganjalan dihati kak Belva yaitu tentang impian besarnya dapat di terima di Unair, dia masih akan menunggu hasil Sbmptn nanti, tapi kak Belva juga sudah siap jika harus gagal meraih tiket Sbmptn, dia akan qonaah dengan takdir yang Allah berikan padanya, insyaallah. Terimakasih ya Allah atas segala rahmat dan karunia-Mu, kak Belva sudah diterima di Universitas Islam Indonesia yang sangat sesuai dengan karakternya, selama ini Doa yang kami panjatkan kepada-Mu, bukan tentang dimana anak-anak kami harus sekolah, tapi dimanapun mereka berada, dapat terus berpegang teguh pada Syariat-Mu dan Sunah Nabi-Mu, berikanlah perlindungan selalu saat mereka tidak berada didekat kami, semoga kelak ilmu yang mereka peroleh bermanfaat untuk umat, serta membawa berkah dunia dan akherat..aamiin.

Perjuangan itu belum Selesai

“Life is a fight, and in that fight it doesn’t matter how hard you hit or how well you fight. What matters is how hard you can get hit and keep on fighting.”

Selasa (17/04), tepat adzan Maghrib berkumandang, kak Belva berlari keluar kamar, dan meninggalkan mamanya berdua dengan Reva untuk melihat hasil pengumuman Snmptn, dia tidak sanggup untuk melihatnya sendiri, dan memang hasilnya kak Belva belum beruntung. Snmptn merupakan jalur undangan yang diperuntukkan bagi siswa SMA yang memiliki akademis tinggi juga berprestasi untuk dapat diterima di Universitas Negeri tanpa tes, namun hingga detik ini tidak ada satupun survey yang dapat memastikan alat ukur apa yang digunakan, benar-benar seperti “bejo bejan”. Dari sekitar 20 siswa aksel, hanya diterima 8 orang saja, siswa dengan ranking atas hanya diterima di pilihan kedua atau ketiga, ke 4 siswa yang memilih Fakultas Kedokteran semuanya tidak ada yang lolos, baik FK Unair, UB, Unej, dan Unsoed, namun ada 1 siswa yang tidak terlalu menonjol dikelas justru diterima di ITB Fakultas Eletro dan Informasi. Entahlah apa barometernya, yang pasti Perjuangan kak Belva masih harus dilanjutkan, selain persiapan Sbmptn juga UII dan UMM.

Tak terlalu lama bagi kak Belva untuk meratapi nasib, Alhamdulillah dia anak yang selalu bertawakal dan qanaah atas hasil yang diberikan Allah Azza Wa Jalla kepadanya, selain itu impian besarnya ada di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dan dia masih memiliki kesempatan untuk meraihnya, namun dia juga berfikir realistis dengan mempersiapkan FK UII dan UMM sebagai double gardan. Hanya mungkin ada sedikit masalah di penjadwalan Tes yang diagendakan oleh FK Swasta ini, kami berusaha mengambil jadwal sebelum Sbmptn agar kesempatan diterima lebih besar daripada setelahnya, namun UMM melaksanakan sehari sebelum Sbmptn yaitu tanggal 7 Mei, padahal Sbmptn dilaksanakan 8 Mei (duh..), sedangkan UII sebelum Sbmptn terjadwal 29/04 yang mungkin akan bersamaan dengan UN kak Reva (kemungkinan ini masih bisa diatur), sebenarnya Reva sendiri memiliki beban target justru bukan pada Unas tapi PORKAB yang mengharuskannya latian setiap hari, jika kami harus ke Jogja, latian Reva libur sejenak, tapi tak apa, hidup memang harus memilih, dan kami akan memilih berdasarkan skala Prioritas yang paling penting. Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan keridhoan-Nya untuk perjuangan kak Belva dan kak Reva dalam meraih impiannya..aamiin

USBN, UNBK, SNMPTN akankan berlanjut SBMPTN??? Insyaallah cukup SNMPTN saja..aamiin

“Life is a circle of happiness, sadness, hard times, and good times. If you are going through hard times have faith that good times are on the way”

Minggu (08/04), malam itu kak Belva mengirimkan SC Sekretariat SBMPTN melalui Line tentang metode penilaian baru ujian SBMPTN dan memohon dengan sangat pada mamanya ini untuk lebih giat menjalankan jurus-jurus langit, meminta kepada Allah Azza Wa Jalla untuk memberikan keridhoan-Nya agar kak Belva diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya melalui jalur SNMPTN. Senin (09/04) hingga empat hari kedepan kak Belva akan menghadapi UNBK, setelah selama 15 hari dia harus berjuang menyelesaikan USBN. Menjelang UNBK di sekolah kak Belva juga telah diadakan Istighosah (berdoa bersama) sebagai jurus langit bermunajat kepada Allah agar anak-anak kelas XII dan kelas Khusus diberikan kemudahan dan kelancaran dalm menghadapi UNBK.

Kamis (12/04) kemarin adalah hari terakhir pelaksanaan UNBK, setelah hari pertama hingga keempat berturut-turut, Bahasa Indonesia (relatif santai), Matematika (lumayan panik, karena kesulitannya cukup tinggi, dan banyak komplen peserta UN SMA yang komplain di sosial media), Bahasa Inggris (baik-baik saja) dan terakhir Kimia (mapel pilihan, aman terkendali), Alhamdulillah semua dapat diselesaikan dengan baik, semoga hasil sesuai yang diharapkan kak Belva dan di Ridhoi Allah Azza Wa Jalla..aamiin. Setelah UNBK selesai bukan berarti selesai semua urusan, yang lebih membuat sport jantung adalah pengumuman SNMPTN yang akan di laksanakan tanggal 17/04. SNMPTN merupakan jalur undangan yang diberikan Universitas kepada para siswa yang memiliki nilai tinggi dan stabil, dan Alhamdulillah 100% anak aksel mendapatkan undangan ini. Untuk jalur Undangan SNMPTN memilih fakultas dan universitas tidak semudah yang dibayangkan, benar-benar harus menggunakan strategi yang matang. Seperti kak Belva kali ini, keinginannya untuk memilih Kedokteran Airlangga harus dialihkan ke Brawijaya, karena salah satu teman sekelas yang lebih tinggi nilai rata-rata kelasnya berminat ke Kedokteran Airlangga sedangkan kuota untuk SNMPTN tidak bisa diprediksi, selain berdasarkan nilai juga akreditasi Sekolah. Jika Tiket SNMPTN lepas artinya kak Belva harus berjuang kembali melalui jalur SBMPTN yang kompetisinya lebih gila-gilaan lagi, selain bersaing dengan anak-anak pintar yang tidak lolos SNMPTN juga bersaing dengan anak-anak umum yang mungkin justru beruntung. Melihat perjuangan kak Belva yang berat sejak awal masuk kelas Aksel, mempertahankan nilai untuk selalu stabil naik, jika harus berjuang lagi di SBMPTN rasanya saya tidak tega.

Memang passing grade Fakultas Kedokteran amat sangat tinggi, untuk itulah kami juga siapkan cadangan swasta buat alternatif pilihan.Sebelum pendaftaran SNMPTN kemarin kami sempat survey ke beberapa Fakultas Kedokteran Swasta dan ternyata yang memiliki Akreditasi A hanya beberapa saja di Indonesia dan semuanya berada di pulau Jawa, diantaranya Universitas Islam Indonesia (Jogja), Universitas Sultan Agung (Semarang) dan Universitas Tarumanegara. Sempat menjajal UII melalui jalur prestasi tanpa tes, dan kebetulan belum jodoh, dan jika Allah belum Ridho di SNMPTN, kak Belva akan mencoba lagi melalui jalur tes tulis, juga mencoba UMM Malang yang masih berAkreditasi B, sembari menunggu SBMPTN. Sayangnya jika kak Belva diterima jalur SBMPTN, uang yang sudah terbayar tidak bisa diambil kembali, itu yang semakin membuat galau, tau sendiri mahalnya biaya Fakultas ini. Ya Allah, semoga saja Engkau benar-benar berkenan memberikan keridhoanMu untuk kak Belva agar diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang cukup melalui jalur SNMPTN..aamiin