Kembali ke Jogja demi Sempro

“Nothing in life is to be feared, it is only to be understood. Now is the time to understand more, so that we may fearless” – Marie Curie

Sabtu [30/01] pagi ini, kami bertiga berangkat ke Jogja, untuk urusan kak Belva bertemu dosen pembimbing demi proposal Sempro yang ingin dia selesaikan lebih cepat. Jika selama ini kami sebagai sarjana ekonomi mengenal Skripsi berbeda dengan kedokteran yang menggunakan istilah Sempro yaitu Seminar Proposal. Kak Belva baru saja memasuki semester 6, namun dia sudah mulai penyiapkan proposal sejak awal semester 5, dia ingin lebih cepat menyelesaikan Sempro, sehingga setahun berikutnya tinggal menjalani beberapa matkul dan praktek medis menjelang S.Ked di akhir semester 8.

Sejak Corona datang menyerang di awal tahun, bulan February kak Belva mulai kuliah daring hingga detik ini, sejauh ini masih bisa dilalui dengan baik, ujian blok masih stabil dihiasi nilai A dan ranking masih bertahan di tiga besar. Namun ada beberapa matkul seperti praktikum dan praktek medis yang keteteran dan terpaksa tidak dikerjakan sambil menunggu pandemi berakhir. Sembari menunggu kak Belva mengerjakan Sempro berbasis uji kuesioner karena kondisi Covid dia tak cukup berani melakukan penelitian. Qadarullah, kak Belva mendapatkan dosen pembimbing yang sudah lanjut usia dan beliau menginginkan bimbingan dengan tatap muka offline, itulah akhirnya kami memutuskan untuk mengantar kak Belva kembali ke kosan untuk melaksanakan bimbingan Sempro. Alhamdulillah, kediaman dokter pembimbing tidak jauh dari Kampus, sehingga kak Belva dan teman satu grup bisa lebih mudah riwa-riwi nya. Kampus sementara masih beraktivitas terbatas, sebelum PPKM diberlakukan, seharusnya kak Belva mulai kembali ke Kampus, start semester 6 ini dia bisa kuliah normal terbatas, hanya beberapa angkatan yang diprioritaskan, terutama 2016, 2017 dan 2018 yang mengerjakan Sempro serta Praktek Medis yang tertunda. Kak Belva berencana tinggal di Kosan sementara seminggu hingga dua minggu kedepan, jika selesai akan kembali ke rumah atau mungkin juga lanjut perkuliahan, bismillah saja yang terbaik selalu buatnya, in syaa Allah.

Kami tiba pk 11.00, jalanan masih sepi karena se Jawa Bali sedang menerapkan PPKM, PSBB versi baru, dimana terjadi pembatasan aktivitas masyarakat karena korban Corona meningkat. Jogja yang termasuk memiliki destinasi wisata favorite seperti melesu kembali, isu diluaran akan ada pemeriksaan swab/pcr, nyatanya los dol sampai Jogja, aman terkendali, Alhamdulillah. Seperti biasa kami mampir kuliner, ke beberapa tempat makan favorite kami, seperti Sate Balibul Solo, Selat Solo Tenda Biru, Waruh Jadah mbah Carik dan pusat oleh-oleh Djoe, dimana Lumpia dan pepes Bandeng favorite Eyangnya anak-anak dijual. Masih terus beradaptasi New Normal, tetap menjalankan Prokes dimanapun berada. Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan perlindungan untuk kak Belva dimanapun dia berada, dan semoga pandemi ini segera berakhir dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal seperti sediakala..aamiin.

Satu Emas, Satu Perak dan Satu Perunggu untuk Aduan Beregu di Turnamen Juanda Open

“Keberanian adalah saat kau tahu akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan merampungkannya, apapun yang terjadi”

Setelah menyelesaikan Porkab dan Kejurkab, Reva dan Mika masih harus menghadapi Juanda Open sebagai penutup turnamen di 2020 ini. Lelah pasti, tapi sebagai tanggungjawab, maka mereka harus tetap melaksanakan pertandingan. Hari Senin terjadwal kategori U-15, dimana Reva dan Mika akan bermain di divisi Compound dengan kategori Umur dibawah 15th, dan seperti yang sudah diperkirakan Mika menjadi peserta paling kecil. Seharusnya ada kategori U-12 tapi Coach ingin Mika mendapat Challenge lebih tinggi, karena Skill yang sudah mumpuni.

Kami berempat berangkat ke Lapangan Puspenerbal tepat pk 06.30 dan sampai disana pk 07.15, kami tidak ingin terlambat, karena pk 08.00 pertandingan akan segera dimulai. Dengan peserta yang cukup banyak, karena memang kelas Provinsi, antar Club se Jatim. Club Paser dimana Reva dan Mika berlatih, mengirimkan atlet divisi Compound U-15 ini sebanyak total 7 orang, Laki 4 orang dan Perempuan 3 orang. Dimana nantinya ada 2 pertandingan, yaitu Babak Kualifikasi di pagi hari, dan Babak Eliminasi Perorangan setelah Ishoma. Untuk Beregu, hanya berdasarkan score total perorangan atlet yang terdaftar dalam Beregu.

Pagi ini Senin [23/12] Mika meski sedikit insecure karena setelah pandemi kurang latian, apalagi untuk kategori U-15 dia harus menembak jarak 40mt, sedangkan turnamen Porkab Mika cukup dengan jarak 30mt, dan Kejurkab di jarak 50mt. Kekacauan jarak ini ditambah dengan perbaikan tehnik yang baru dilakukan juga. Berbeda dengan Reva yang sudah cukup matang secara Mental, meski score belum maksimal namun Reva cukup percaya diri.

Babak Kualifikasi segera dipertandingkan dengan 2 sesi masing-masing 6 seri. Sesi pertama Mika berhasil mencatatkan 309 berada di ranking 9, dan Sesi kedua berhasil mencatatkan 312 dan berhasil bertengger di ranking 4, total sesi berada di ranking 5, Alhamdulillah. Dan Reva mencatatkan score sesi pertama 301 berada di ranking 13, sesi kedua 302 naik ke ranking 11, total sesi ada di ranking 12, Alhamdulillah. Meski keduanya tidak berhasil meraih Medali, karena memang secara kompetisi masih banyak atlet senior yang lebuh layak mendapatkan juara. Panahan adalah olahraga yang melihat ke dalam diri sendiri, atlet fokus pada goal setting masing-masing dan baik Reva maupun Mika telah mencapai 90% dari Goal Settingnya, Alhamdulillah.

Setelah ishoma kurang lebih satu jam, yaitu 12.00 – 13.00 pertandingan dilanjutkan kembali. Kali ini adalah babak eliminasi atau babak aduan, dimana para atlet yang berada di 16 ke atas akan melakukan aduan perorangan. Mika yang kebetulan berada di ranking 5 bertemu atlet ranking 9 dari Surabaya. Tidak berlangsung lama, Skor Mika bertahan diatas dan memenangkan pertandingan di babak 1/8 final ini. Mika melaju ke 1/4 final bertemu atlet nomer 3 dari Blitar. Meski sempat membalas, namun Mika terpaksa berhenti dibabak ini, wajar karena lawan Mika di atas kertas memang berada diatasnya. Namun disyukuri saja, Mika dan Team secara total skor berhak atas Medali Emas untuk kategori Aduan Beregu, Alhamdulillah.

Untuk Reva sendiri, agak sulit karena ranking dibawah akan selalu bertemu ranking atas. Reva posisi 12 harus berhadapan dengan ranking 5, seperti sudah diperkirakan tak ada pembalasan sedikitpun, Reva menyerah kalah..hiks. Reva memang belum matang tapi sudah bermain cukup bagus. Dari total skor Team atlet Paser Putri berhak mendapatkan Medali Perak untuk Beregu, Alhamdulillah.

Rabu [25/12], pagi ini Mika dan Reva terscedule mengikuti pertandingan Panahan untuk kategori Umum. Jika Senin kemarin untuk usia dibawah 15th, kali ini usia bebas, meski 30th juga boleh ikut serta, sebebas-bebasnya. Mika dan Reva mengeluh capek tapi Reva masih semangat, berbeda dengan Mika yang mentalnya belum matang, dengan skill tembakan 50mt yang masih perbaikan, membuat Mika merasa hari ini akan buruk hasilnya. Sejak awal saya keberatan Mika dan Reva, tapi karena salah satu walet menginginkan beregu dengan Mika, akhirnya Mika dipaksa ikut oleh Papa-nya, dan Reva juga didaftarkan untuk kategori Dewasa.

Pertandingan segera dimulai, Reva berada di sisi paling ujung Kiri dan Mika ada ditengah. Saya mendampingi Reva, dan papa mendampingi Mika. Sesi 1 dapat dillui dengan baik oleh Reva, skor cukup bagus, bahkan lebih baik dari skoring latian selama ini, berbeda dengan Mika yang skor turun drastis, seperti yang sudah diperkirakan.

Mika memang dalam masa perbaikan, selama ini dia berlatih dengan varian jarak yang berlainan untuk Porkab di 20mt, untuk Kejurkab di 50mt, di Juanda Open U-15 di 40mt dan Dewasa di 50mt, Mika seperti kehilangan jati diri, tehnik rusak berat, tembakan semburat dan berakhir Mika mogok ditengah pertandingan Sesi kedua, tepatnya Seri ke 4, 5 dan 6 tidak dia selesaikan. Hancur hati ini melihat Mika putus asa dan menangisi skornya yang memburuk, disaat itu pula kepala pusing dan badan kelelahan. Ingin menyalahkan si Papa karena terlalu ambisi, tapi apa gunanya, saya hanya menekankan, Mika jangan sampai dimarahi, dia juga tidak ingin seperti ini, Mika sangat lelah apalagi mental belum terbentuk dengan baik, Mika masih kecil dan harus bertanding dengan lawan yang sudah Dewasa, orangtua lah yang salah, kami yang salah. Mika harus segera direcovery baik fisik, mental dan tehnik bermainnya. Coach memberikan Mika untuk break 1 bulan karena Mika sangat kehilangan tehnik yang dia pelajari selama ini. Mika harus menemukan kembali semangatnya, masih panjang jalan karir buat Mika, jangan sampai putus asa ditengah jalan, kami sebagai orangtua juga harus banyak instropeksi diri, jangan terlalu berambisi hingga mengorbankan anak sendiri. Saya bukan tipikal orngtua ambisius, karena setiap anak adalah individu yang berhak menentukan nasibnya sendiri, tentunya dengan arahan dan dukungan dari orangtua dan lingkungan agar sukses di kemudian hari. In syaa Allah Mika dan Reva bisa lebih sukses lagi di dunia Panahan dengan tekun berlatih dan menambah jam terbang, in syaa Allah..aamiin

Tiga Perunggu dan Satu Perak di Turnamen Kejurkab Sidoarjo 2020

Busur dan anak panah ini adalah perpanjangan jiwa dan raga kalian. Bila pikiran kalian tenang, fokus, maka anak panah akan melesat lurus ke depan. Musuh terbesar seorang pemanah adalah dirinya sendiri.

– 3 Srikandi –

Porkab Sidoarjo 2020 baru saja selesai, dua minggu berikutnya Reva dan Mika harus menghadapi Kejurkab. Menjelang akhir tahun 2020 ini memang terjadwal Turnamen yang padat merayap, setelah Porkab dipertengahan November dilanjutkan Kejurkab diawal Desember, setelah itu Juanda Open telah menanti, dua minggu sebelum 2020 berlalu. Perbedaan dari Porkab dengan Kejurkab ini adalah pada panitia pelaksananya. Jika Porkab merupakan hajatan dari Disporapar atau Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, maka Kejurkab dilaksanakan oleh Perpani yang merupakan perpanjangan dari Koni. Untuk Peserta Porkab tahun ini dikhususkan untuk pelajar tingkat SD dan SMP yang berada di wilayah kabupaten Sidoarjo saja, berbeda dengan Kejurkab yang lebih luas, selain usia dibawah 21th [U-21], bebas dari Club mana saja, asalkan KTP dan berdomisili di Sidoarjo diperbolehkan mengikuti Turnamen ini.

Agenda Kejurkab dilaksanakan 3hari, seperti biasa Practice Day dihari pertama, Recurve Compound Putra Putri dihari kedua, dan terakhir Standart Bow Nasional Putra Putri dihari ketiga. Karena Mika Reva sudah dalam satu divisi, dan terjadwal hari yang sama memudahkan kami untuk mengawal, tidak seperti Porkab kemarin yang terpisah karena jenjang SD dan SMP berbeda harinya. Practice day dimulai selepas Sholat Jumat [4 Des], sekitar 2 sesi, mereka latian, dilanjutkan hari Sabtu [5 Des] para Atlet diwajibkan datang maksimal pk 08.00 untuk registrasi dan pemeriksaan Alat untuk semua Divisi. Mika dengan target 4A sedangkan Reva ada ditarget 2B. Peta persaingan berbeda dengan sebelumnya, untuk Compound Putra ada 6 Atlet, Compound Putri pun sama 6 Atlet. Dengan range usia Usia dibawah 17th, tertua SMA dan termuda SD kelas 6 SD. Para Atlet terjadwal 2 kali bermain, yaitu babak Kualifikasi kemudian setelah ishoma ada babak Eliminasi [Aduan].

Reva sebagai atlet ranking 4 di Sidoarjo, diatas kertas masih akan sulit mengalahkan 3 Atlet diatasnya, hanya berharap memiliki kemungkinan menang tipis di babak Aduan. Reva termasuk memiliki keberuntungan yang cukup bagus dibabak Aduan, dia dapat bermain cantik seperti saat Popkab 2018 lalu dan berhasil mengalahkan atlet nomer 2 dan 3, sehingga memperoleh Emas, saat itu Reva masih berada di divisi Recurve. Yach..siapa tau seberuntung itu di divisi Compound..hiks. Reva terlihat antusias mengikuti Turnamen Kejurkab ini, karena dia masih penasaran Skor yang tidak maksimal di Porkab kemarin, berbeda dengan Mika yang sangat ogah-ogah dan banyak Drama diawal setelah mengeluh kecapekan dan jarang latian di jarak 50Mt. Memang awalnya Kejurkab ini dikhususkan usia minimal 14th dan maksimal 21th, sedangkan Mika masih berusia 11th. Tetiba 4hari sebelum pertandingan, ada perubahan Usia, yaitu minimal 11th, Coach berharap Mika dapat ikut bertanding karena sudah mumpuni melawan atlet Senior. Namun Mika sangat komitmen dengan kesepakatan awal, itulah kenapa hingga detik terakhir, saat practice day dia ingin mundur. Saya berusaha keras merayunya, untuk menyelesaikan apa yang sudah dia mulai, apapun hasilnya itu belakangan, Mika memang merasa belum bisa bermain bagus seperti biasanya, selain vakum latian sejak Pandemi, dia sedang melaksanakan perbaikan tehnik, dan dia hampir tidak pernah menembak jarak 50Mt lagi karena fokus perbaikan dan turnamen Porkab yang hanya 30Mt saja.

Dan hasil babak Kualifikasi memang amat sangat parah untuk kedua atlet kesayangan ini. Mika hanya mencatatkan 224 dan 257 biasanya diatas 300 hingga 330. Memang keberuntungan Mika kali ini sangat besar, salah satu atlet yang diprediksi bisa menandingi Mika, tiba-tiba salah satu alat di Bow Compound-nya patah, dan tidak bisa dipakai untuk menembakkan Arrow, otomatis mundur dari pertandingan. Kasian, atlet yang usianya selisih 1th dengan Mika ini, harusnya memiliki kans besar untuk juara, melihat Mika main jelek sekali, karena selain mood juga skill belom kembali Normal. Untuk babak Kualifikasi Mika berhasil mendapatkan 3 perunggu, yaitu sesi 1, sesi 2 dan total sesi, Alhamdulillah.

Nasip yang sama juga dirasakan Reva, alat Compound-nya mendadak mrotoli satu persatu, mungkin kelelahan, setelah digeber turnamen sebelumnya..hiks. Reva sedih, terlihat matanya berkaca-kaca, latian tidak pernah absen, selalu semangat mencatatkan skor terbaik hingga 300, saat pertandingan mendadak jeblok parah, sesi 1 tercatat 269, sesi 2 hanya 190. Dan hasilnya seperti yang sudah diperkirakan, berada diranking 4, untuk babak Aduan selanjutnya Reva akan bertemu atlet nomer 5, sedangkan Mika lawan Bye, lanjut semifinal bertemu atlet yang menang di 1/4 final.

Semifinal digeber saat hujan deras, bertahan hanya 3 seri, karena kondisi semakin tidak memungkinkan, dengan posisi Mika unggul dan Reva masih tertinggal. Terpaksa aduan semifinal yang tersisa 3 seri dan final dilanjutkan Minggu [6 Des] pk 07.00 sebelum divisi Nasional bertanding.

Keesokan paginya, pk 08.00 pertandingan tunda, dilaksanakan. Reva sempat menyusul tapi akhirnya kurang beruntung, Reva kalah diperebutan Perunggu. Namun Mika berhasil melaju ke Final, setelah mengalahkan atlet nomer 2. Selanjutnya Final langsung digelar, dengan mudah Mika ditaklukan, karena memang diatas kertas Mika masih ranking 2 di Sidoarjo, sejak tahun lalu, tetap Alhamdulillah.

UPP dilaksanakan setelah pertandingan divisi Nasional selesai digelar. Mika mendapatkan total 3 Perunggu di babak Kualifikasi dan 1 Perak di babak Eliminasi, Ma syaa Allah Tabarakallah. Terimakasih ya Allah, atas Karunia-Mu, Mika yang awalnya ogah-ogahan, akhirnya mendapatkan keberuntungan dari hasil kerja kerasnya juga serta bagaimana dia berdamai dengan keadaan. Disaat lelah melanda, juga tehnik yang belum sempurna, tetap harus menyelesaikan tanggungjawabnya dengan mempersembahkan yang terbaik. Semoga Mika juga Reva dapat mencacatkan prestasi lebih baik lagi kedepan, dalam waktu dekat ini di turnamen Juanda Open..aamiin. In syaa Allah

Mengkoleksi Satu Emas dan Satu Perak di Ajang PORKAB Sidoarjo 2020

Success is no accident. It is hard work, perseverance, learning, studying, sacrifice and most of all, love of what you are doing or learning to do”

Pele

Ma syaa Allah Tabarakallah, Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah Azza Wa Jalla yang telah memberikan Karunia-Nya untuk keluarga kecil kami, dua buah kemenangan Duo Atlet kebanggaan keluarga di ajang Porkab Sidoarjo 2020, Alhamdulillah. Satu Medali Emas untuk adek Mika di divisi Compound Putra [tingkat SD] dan Satu Medali Perak untuk kak Reva di divisi Fita Compound Putri 50M [tingkat SMP].

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata yang disingkat dengan Disporapar mulai membuka turnamen tahun ini untuk pertama kali di penghujung tahun 2020. Ditengah pandemi yang masih membayangi, turnamen PORKAB 2020 digelar dengan peserta pelajar tingkat SD dan SMP. Di tahun lalu turnamen yang diadakan adalah POPKAB tapi dengan peserta tingkat SD hingga SMA, sebagai seleksi POPDA Jatim. Kemungkinan Popkab diganti dengan Porkab mungkin karena pembatalan agenda Popda di tahun ini, yang seharusnya digelar di Sidoarjo sebagai tuan rumah. Selain peserta yang hanya SD dan SMP, pengurusan seluruh kebutuhan pendaftaran siswa wajib dilakukan oleh Guru Sekolah yang bersangkutan. Kepanitiaan juga diubah menjadi 50% Guru dan 50% pengurus Cabor, misalnya Perpani untuk Panahan. Dua hari menjelang pertandingan, tepatnya Sabtu [21/11] organisasi Guru Olahraga SD kecamatan Waru mengadakan ceremonial pelepasan Atlet, selain memberikan motivasi juga membagikan uang saku, jangan dilihat nilainya namun perhatian yang luar biasa buat para Atlet akan berjuang membawa nama Sekolah dan Kecamatan. Jika dulu kak Reva mendapat 50k, adek Mika ada kenaikan, yaitu 70k, Alhamdulillah.

Senin [23/11] adek Mika terjadwal bertanding lebih dulu, sedangkan kak Reva masih besok Selasa. Pertandingan kali ini tidak terlalu berat buat adek Mika, di atas kertas, jelas paling unggul dan Emas kemungkinan besar pasti diraih, in syaa Allah. Selain peserta khusus tingkat SD, rata-rata masih yunior dibanding adek Mika yang tahun lalu saja sudah mengalahkan kakak-kakak SMP – SMA di ajang Popkab 2019. Namun olahraga Panahan, bukan tentang mengalahkan lawan, tapi pada pencapaian Diri Sendiri, yang harus mencatatkan Score terbaik sesuai Goal Setting. Tahun lalu adek Mika mencatatkan Score 330 untuk jarak 50M, untuk Goal Setting saat ini berlaku sama namun dengan jarak 30M, dan saat pertandingan di Lembang, telah mencatatkan Score 340an untuk jarak 30M.

Pagi pk 08.00 kami tiba dilapangan dan sudah penuh peserta, Ustadzah Sekolah dari SDI Raudlatul Jannah dan koordinator kecamatan Waru juga sudah hadir lebih awal. Setelah melakukan registrasi dan cek peralatan, maka tembakan percobaan segera dimulai, hanya 2 seri saja. Alhamdulillah peserta cukup banyak dan antusias, apalagi kali ini banyak pendukung yang hadir, baik dari Sekolah, maupun Kecamatan. Bu Is dan Ustadzah Eka, sangat sabar menunggu pertandingan hingga selesai, beliau berdua optimis adek Mika akan jadi Juaranya, dan Satu Emas dapat dipersembahkan untuk Kecamatan Waru. Tak kalah semangat, Akung dan Ochi-nya anak-anak juga hadir sebagai supporter setia disetiap pertandingan kedua cucu atlet keluarga.

Babak kualifikasi segera dimulai, dengan 12 Seri dibagi dua Sesi, peserta harus menembakkan 72 anak panah. Sesi pertama adek Mika mencatatkan Score 317, kurang maksimal, tapi karena sejak Pandemi Covid, anak-anak jarang berlatih, hampir 6 bulan vakum, dan hanya 2 bulan latian langsung turun dalam pertandingan, wajar hasilnya seperti ini. Score inipun yang tertinggi di Sesi pertama. Selepas istirahat, peserta mulai lagi Sesi kedua, kali ini naik 3 poin, adek Mika menyelesaikan babak kedua dengan score 320, Alhamdulillah score total 637.

Ma syaa Allah Tabarakallah, sesuai prediksi adek Mika tampil sebagai juara 1 untuk divisi Compound Putra tingkat SD jarak 30M. Lega rasanya, adek Mika yang selama pertandingan banyak mengeluh panas, capek dan lainnya, mendadak bangga dan bahagia, lelah itu seperti hilang karena terbayang Medali Emas yang akan menambah koleksinya, Alhamdulillah. Setelah berfoto ria, kami segera pulang, jadwal berikutnya ada divisi lain yang akan bertanding.

Selasa [24/11] pagi ini pk 07.30 kami sudah hadir dilapangan, kali ini ganti kak Reva yang akan bertanding, sesuai kesepakatan bahwa kak Reva dan adek Mika tidak saling support dilapangan, tapi dari rumah senantiasa saling mendoakan. Ustadz Antok dari Sekolah Raudlatul Jannah sudah hadir lebih pagi dan siap mendampingi Reva hari ini. Alhamdulillah divisi Compound terjadwal pagi, tidak terlalu panas, namun cukup panas juga cuaca, sedangkan sore rawan sekali hujan.

Peta persaingan kak Reva juga bisa dibilang ringan, dengan 3 Atlet jelas Auto Win untuk ketiga peserta, namun kak Reva ingin fokus mencapai Goal Settingnya, yang cukup tinggi yaitu 310, yang artinya dia menginginkan Medali Emas, karena di tahun lalu, Popkab 2019 dia sudah mengkoleksi Perak. Score Goal Setting sudah pernah terlampaui saat latian, dan wajar jika kak Reva berharap menjadi Numero Uno. Sesi pertama kak Reva kurang maksimal, semacam underpressure karena target yang dia pasang, tembakan menyebar tidak sesuai latian, Score tercatat *hanya* 283 saja. Kak Reva sedih, dia merasa kurang klik dengan Bow-nya kali ini.

Selesai istirahat, sesi kedua mulai dipertandingkan, dan hasil akhirnya Score kak Reva naik 6 poin, yaitu 289. Di sesi kedua ada peningkatan, namun belum juga maksimal, malah terjadi sedikit kerusakan alat pada Bow, bukan sesuatu yang penting, tapi cukup mengacaukan konsentrasi dalam menembak. Alhamdulillah saja ya kak kondisi pandemi membuat kak Reva dan adek Mika nge Freeze latian, dirumah juga malas-malasan. Score kak Reva masih lebih baik dari tahun lalu, ada peningkatan cukup signifikan, hanya memang harusnya bisa lebih baik seperti saat latian. Ma syaa Allah Tabarakallah, tetap bersyukur kak Reva masih mempertahankan Medali Peraknya, Alhamdulillah.

Porkab 2020 selesai sudah ditunaikan, Satu Emas dari adek Mika dan Satu Perak dari kak Reva dipersembahkan untuk Kecamatan Waru dan Sekolah Raudlatul Jannah, Alhamdulillah prestasi yang membanggakan untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan Sekolah. Di awal bulan Desember telah menunggu turnamen Kejurkab yang diselenggarakan oleh Perpani Sidoarjo, untuk peserta minimal SMP, kali ini adek Mika tidak diikutkan, meski Skill sudah mumpuni namun prioritas untuk kakak senior terlebih dahulu. Adek Mika fokus ke pertandingan Juanda Open di akhir bulan Desember. Terimakasih ya Allah, berikanlah anak-anak kami kesehatan dan semangat juang yang tinggi untuk meraih Prestasi yang lebih gemilang dimasa depan..aamiin.

Happy 24th Anniversary Dea Wijaya Toserba [ 06/10/96 – 06/10/20]

“Strength does not come from winning. Your struggles develop your strengths. When you go through hardships and decide not to surrender, that is strength”.

Di ulang tahunmu yang 24th, kamu harus menanggung begitu besar permasalahan akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir setahun. Sedih rasanya melihat kamu bergeletak lemah tak berdaya kekurangan Cashflow akibat jatuhnya penjualan hampir 50% bahkan lebih. Anakmu Candela sedang sakit parah, membuat dirimu juga semakin tersiksa. Beberapa aset telah terjual, karyawanpun semakin sedikit tersisa untuk dapat bertahan ditengah Ujian.

Berusaha terus memompa penjualan agar cashflow dapat berjalan lancar, selain menjual aset dan penghematan. Kami mencoba membuka Bazar Murah di depan Toko, siapa tau bisa memancing orang melihat bahwa harga kami termurah dipasarnya. Apapun kami lakukan, promosi online, offline, semua kami kerjakan, untuk menyelamatkan Dea Wijaya. Alhamdulillah anak kedua, Baby Dea berhasil survive, penjualan semakin bagus karena pola konsumen berubah sejak psbb ditetapkan, terlalu jauh Dea Wijaya dijangkau, maka Baby Dea sebagai jujukan alternatifnya. Terkesan kanibalisme namun lebih baik daripada diperebutkan oleh Indo Alfa.

Ya Allah, beri kekuatan Dea Wijaya Corporate untuk dapat survive dalam menjalani Ujian Maha Dahsyat ini, berikanlah kelancaran dan keberkahan Rezeki, agak kami tidak lagi melakukan pengurangan karyawan yang sudah tinggal sedikit ini. Ampunilah segala kelalaian kami dalam bermuamalah dalam perdagangan yang menyebabkan Engkau tidak Ridho, dan membuat kami makin terpuruk. Bantu kami membenahi semua kelemahan perusahaan, agar kedepan kami akan kembali berjaya..aamiin.

In syaa Allah

Happy 45th Birthday and 20th Anniversary

“Dear Allah, bless me with the strength and determination to always put my faith in You regardless of the situation I find myself in..Aamiin”

Rabu, 30 September, tak terasa usia telah menginjak 45th, hampir mendekati setengah Abad, Astaghfirullah, begitu cepat umur berkurang, namun keimanan tak juga bertambah..hiks. Beban berat masih terasa bahkan semakin berat ketika dihadapkan pada pilihan yang semakin sedikit, antara mempertahankan atau melepaskan, ikhlas memang berat, padahal semua ini hanya Titipan. Kamis, 01 Oktober kami berdua merayakan Ulang Tahun Pernikahan yang ke 20th dalam kondisi keprihatinan yang sangat dalam. Sejak awal menikah kami telah bekerjasama dalam membesarkan sebuah Usaha bernama Dea Wijaya, 2 tahun lalu kami memutuskan membuat Unit Bisnis Travel dan Baby Shop, dan ketika Corona hadir di muka bumi ini, segalanya menjadi hilang kendali. Wisata Mati Suri, Candela semakin tak tertolong, aset telah terjual satu persatu, kami kembali fokus ke Core Bisnis Toserba Dea Wijaya. Per tanggal 01 Oktober 2020, Candela terpaksa pindah menjadi satu Tempat dengan Dea Wijaya, karena aset kantor telah kami relakan. Kami kerjakan Candela semampunya, tak lagi fokus ke Travel hanya menyewakan Unit Armada yang tersisa. Ya Allah, beri kami kekuatan untuk dapat menahan beban berat UjianMu, bantu kami terus Istiqomah kembali ke JalanMu dan Berkahilah usia yang tersisa, juga pernikahan yang semakin Sakinah Mawaddah Warahmah..aamiin.

[01/10/00 – 01/10/20]
A happy marriage is about three things. Memories of togetherness, forgiveness of mistakes and a promise of never give up on each other 💞 .

“Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrota a’yun, wa ja’alna lil muttaqina imaama..Aamiin”

Sarana Anger Management yang berakibat Banned IG

“Control your anger, don’t let your anger control you. If you are mad, don’t say anything you’ll regret later. If you can’t say anything nice, don’t say it. Calm down and then do whatever you have to do”

Memikirkan Corona memang tak ada habisnya, membaca tentang keberadaan mereka dan segala dampak yang diakibatkan baik hancurnya perekonomian maupun kocar-kacirnya kesehatan, membuat Stress tak berkesudahan. Saat-saat seperti ini saya sangat membutuhkan sarana Anger Management selain Menulis tentu saja. Sejak WFH, saya banyak bekerja sebagai Admin banyak akun di IG, baik itu Dea Wijaya, Baby Dea maupun Candela, saat jenuh melanda, sambil membalas semua pertanyaan tentang produk dagangan, saya berusaha cari sarana untuk membuang energi negatif yang berlebihan saat ini.

Dulu saat Candela masih berjaya, akun IG ini seperti terbengkalai karena kami memang tidak terlalu fokus Online, kegiatan lebih banyak offline. Namun sejak dunia pariwisata hancur karena Corona, kami lebih banyak fokus pembenahan website dan semua akun media sosial, dan sesekali promo sewa armada. Tak banyak hasilnya, karena memang kebanyak sewa armada untuk keperluan traveling, sekarang tak seleluasa dulu, masih banyak rapid test dan tetek bengeknya. Sembari mengisi postingan, bongkar-bongkar microsd memori perjalanan, rasanya saya butuh media untuk memamerkan hasil karya photographer abal-abal ini. Setelah berselancar di IG, bertemulah satu-satu komunitas dan ajang lomba foto, semacam celens-celens berhadiah pulsa atau gopay 25k – 50k.

Iseng-iseng melebarkan kekuasaan eh, pertemanan, maklum saya spesialis extrovert yang harus recharge battre di keramaian, akun pribadi tak lagi menarik hati, kebanyakan hanya aplot dagangan, keseharian dan eksistensi kaum sosialita, sangat membosankan. Membuat Akun Alter Ego, sebagai duality, dimana saya hanya memperlihatkan sebagian kehidupan saya yang tidak semua orang tau, dalam Bio pun hanya tertulis “admin : Candela Holiday”. Seperti menemukan sumber kebahagiaan baru, bertemu dengan teman-teman baru di dunia perpotoan, sebagian besar memang second akun, first akun berisi kehidupan keseharian mereka, sama seperti saya.

Memulai akun nol follower dalam waktu satu bulan sudah 600 followers, maklum sedang lebay sangat energi negatifnya, yang harus dipaksa berubah menjadi positif di dunia perpotoan. Dengan akun alter ego saya banyak mengenal pribadi-pribadi baru, ada yang langsung klik karena kesamaan latar belakang dunia wisata, namun lebih banyak juga yang usianya lebih muda daripada saya, ini sangat menginfluence untuk tetap semangat seperti mereka. Banyak Genre di dunia photography, saya lebih banyak mengambil bagian di celens travel photography dan human interest, untuk genre lain saya belum berminat. Alhamdulillah beberapa kali grid, single feature dan berhasil sebagai winner. Winner mendapatkan hadiah pulsa, namun kesemuanya tidak saya ambil, tapi saya pake sebagai sponsorship.

Sponsorship saya adakan khusus merayakan ultah kak Belva yang ke 19th, di September 18 kemarin, dengan akun second kak Belva di dunia Pecinta Buku. Karena winner saya ada di dua tempat, yaitu akun Jepret Indah dan The Female Camera, maka sponsorship saya adakan disana. Dengan waktu yang bersamaan dan peminat celens yang banyak, maka terjadilah *Banned IG* terhadap akun saya, ini akibat saya terlalu aktif memberikan like dan komen disetiap postingan peserta celens. 3×24 jam akun tidak bisa digunakan, kecuali story. Dari Story itu saya mengabarkan pada peserta celens sekedar mengucapkan terimakasih atas partisipasi mereka. Alhamdulillah senang sekali melihat animonya, tapi tidak dengan kak Belva, annoying katanya, karena harus mention akun dia, sedangkan kak Belva mengkhususkan akun tersebut untuk teman bookloversnya..hiks.

Kedua celens berlangsung sehari hingga dua hari, postingan foto dengan fotoprops yang sangat indah membuat saya dan kak Belva bingung menentukan mana yang layak winners. Setelah kami berunding, kami tentukan pemenangnya tentu dengan selera kak Belva banget yang lebih beraliran Darkmood Photography, saya tinggal approve saja.

Alhamdulillah pengalaman yang mengasyikan buat saya dan kak Belva juga, dia yang terbiasa membuat postingan menggunakan fotoprops mendapatkan inspirasi lebih banyak dari para peserta celens. Dengan akun Alter Ego ini, saya mendapatkan banyak hikmah dan kebahagiaan tersendiri, ditengah beban berat pikiran akibat pandemi, meski tidak bisa menghindar dari masalah, paling tidak bisa mengurangi tekanan stress, karena pada dasarnya masalah memang harus diselesaikan, bukan untuk dilupakan.

Astaghfirullah, Maha Berat Ujian Corona, mungkin saat yang tepat untuk BerHijrah


“Fa inna ma’al ‘usri yusra. Innama’al ‘usri yusra (Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.)”

(QS. Al-Insyirah [94]: 5-6)

Beberapa hari ini pikiran berasa seperti benang kusut, tekanan dampak Pandemi Covid-19 di perekonomian baik makro dan mikro semakin hari semakin berat. Omset turun terus menerus, akibat dari daya beli masyarakat yang juga turun, dampak dari phk masal dimana-mana, mungkin customer melakukan penghematan besar-besaran. Minggu ini dan minggu depan, toko sudah harus menyiapkan dana untuk Giro yang terlanjur beredar, dengan masih berdasar pada omset harian normal. Dan Kenyataan pahitnya adalah saat jatuh tempo, cashflow macet karena penjualan seret. Kami panik, tidak ada cash yang bisa kami siapkan, dan tidak mungkin membiarkan Giro berjalan dan blong, nama usaha kami taruhannya, bahkan nama saya pribadi akan masuk daftar hitam BI, Astaghfirullah jangan sampai terjadi. Banyak Aset kami yang masih berada di Bank sebagai agunan Usaha, itu saat beresiko. Satu-satunya jalan, kami harus menjual aset-aset yang saat ini kurang bergerak atau jarang digunakan. Candela Holiday, usaha travel kami sedang mati suri, jika selama pandemi lebih banyak disubsidi oleh induk perusahaan Dea Wijaya, mungkin saatnya untuk membantu sang ibu yang saat ini sakit keras, akibat cashflow yang mulai melemah. Penjualan Aset sudah kami lakukan, mobil pribadi dan salah satu armada Candela Holiday. Jika Cashflow adalah darah Perusahaan, bisa bayangkan jika kekurangan darah, bisa mabok atau pingsan. Dan sampai saat ini sang Induk belum sembuh, masih pucat tak berdaya butuh tambahan darah, dan penjualan Aset masih terus kami ikhtiarkan.

Menjadi Pengusaha memang tidak mudah, harus tahan tekanan dan jika jatuh harus sanggup bangkit kembali. Kami pernah diuji dengan Krisis Moneter 1998, tapi saat itu kami tak berhutang, pasca Krisis itulah kami mulai mengenal Bank, karena saat itu kami butuh Dana yang telah habis dimakan KriMon 1998, bertemu Krisis 2008, bertemu lagi di 2018, kami masih bisa Survive namun mulai goyang, dan melakukan Top Up untuk suntikan Cashflow lagi dan lagi. Krisis lebih besar bernama Corona datang, lebih dahsyat dari Krisis- Krisis sebelumnya, daya Rusaknya begitu besar, karena bukan saja soal Ekonomi tapi juga Kesehatan hingga merembet ke segala aspek Kehidupan jadi semakin kompleks permasalahan, jika Negara bisa dibikin Resesi, bagaimana dengan Perusahaan milik kami, Astaghfirullah. Jika dua tahun terakhir mulai membangun aset sebagai tongkat estafet, terpaksa harus dihentikan dulu, demi kesembuhan sang Induk. Mungkin saatnya kami untuk Hijrah, apa yang kami lakukan selama ini sudah tidak lagi mendapat keberkahan Allah, Riba yang begitu besar membuat kami kelimpungan, Titik Hitam semakin banyak terasa di hati kami, sehingga Ibadah tak lagi fokus, hanya memikirkan urusan dunia semata, Astaghfirullah. Saat ini kami niatkan untuk melunasi satu persatu Hutang Usaha dengan menjual berbagai aset yang ada, kami juga mulai berkenalan dengan komunitas *Masyarakat Anti Riba* dalam beberapa hari kedepan kami akan diajari bernegosiasi dengan pihak Bank. Semoga segera ada jalan keluar, kami tau ini tidak mudah, yang terpenting kami niatkan dengan sebenar-benarnya Niat karena Allah Azza Wa Jalla, semoga semua harapn terwujud, mungkin Hikmah Corona, kami dipaksa Restart, memulai kehidupan baru yang bersih dari Riba. Sebenarnya sejak lama kami ingin melepaskan Riba, tapi ketakutan akan kesulitan Usaha membuat kami semakin menundanya. Ya Allah, bantu kami menyelesaikan satu persatu urusan Riba ini, kuatkan niat kami agar bisa istiqomah pada tujuan baik ini, beri punggung yang kokoh agar dapat menahan beban lebih jika dampaknya akan berat kami pikul nanti. Kami Yakin dan Percaya Allah Maha Besar, jauh lebih besar daripada masalah kami ini akan mengIjabah semua Doa yang kami panjatkan dan Ikhtiar yang kami lakukan, in syaa Allah menuju Masyarakat Tanpa Riba..aamiin.

Happy 70th Birthday Bapak

Never forget two people in your life>> ‘the person who lost everything just to make you win’ [your Father] and ‘the person who was with you in every pain’ [your Mother]”

Barakallahu fii umrik Bapak tercinta, semoga senantiasa Sehat dan Bahagia, serta selalu dalam lindungan Allah Azza Wa Jalla..aamiin

Hari ini Jumat [07/08/2020], Bapak berusia tepat 70th, jarang sekali kami merayakan Ulang Tahun, hampir tidak pernah, karena memang bukan budaya dan adat kami sekeluarga, mungkin saat kecil dulu, Bapak merayakan Ulang Tahun kami anak-anaknya. Namun kali ini kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda, sekalian silaturahim karena Lebaran kemarin hanya sempat melalui Zoom saja.

Hanya sekedar Nasi Kuning sederhana tanpa Lilin dan ornamen Ultah lainnya, Bapak sudah sangat terharu, karena memang selain merindu cucu-cucu, juga tidak pernah merayakan Ultah bareng sekeluarga, kecuali makan bersama di restoran, bukan modelan Surprise party seperti ini. Terakhir tahun 2018, beliau merasakan Surprise Ultah dari SGM saat menikmati Reward dari Sari Husada di Malaysia.

Melihat Bapak yang begitu terharu, membuat kami anak-anaknya sadar, jika kami kurang memperhatikan beliau, apalagi dimasa Tua seperti ini, selain kami sibuk dengan urusan masing-masing, juga melihat Bapak masih segar bugar jalan kemana-mana, berkegiatan baik Masjid maupun bersosialisasi bareng klub Senam dan Sepeda, kadang membuat kami terlena. Alhamdulillah Bapak memang kaum Extrovert seperti saya, jadi banyak teman dimana-mana, mungkin itu yang membuat beliau awet muda. Saking seringnya kemana-mana tadi, dua minggu lalu beliau melakukan Swab Test gratis dari almamater di Kepolisian, Alhamdulillah hasil negatif. Maafkan kami Bapak, anak-anak dan cucu-cucu yang kurang perhatian dan jarang ke rumah apalagi sejak pandemi Covid-19 mewabah. Kami hanya senantiasa doakan agar Bapak dan Ibu selalu sehat dan senantiasa bahagia, in syaa Allah.

Idul Adha 1441 H, Belajar Arti Keikhlasan

But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not” – [QS 02 : 216]

Hari Sabtu [01/08/20] Qurban kami sekeluarga siap disembelih. Jika Idul Adha bertepatan dengan hari Jumat, Masjid yang kami titipi Qurban memilih hari kedua Lebaran untuk melaksanakan penyembelihan. Alhamdulillah acara berlangsung lancar dan seperti biasa, pembagian daging Qurban didistribusikan untuk karyawan kami juga tetangga sekitar Dea Wijaya Toserba. Meski tahun ini terasa sangat berat, kami ingin tetap bisa berqurban seperti tahun-tahun sebelumnya. Sapi adalah pilihan kami, jika tahun sebelumnya kami tidak mencantumkan nama Ayah dan Ibu, karena beliau berdua sudah berqurban ditempat lain, tahun ini kami biasakan untuk mencantumkannya, meski tahun ini pun beliau juga sudah berqurban di masjid dekat perumahan.

Disaat berqurban seperti ini ada perasaan bahagia karena berbagi dengan sesama, namun disisi yang lain ada yang berbeda di tahun ini, terpaksa awal bulan ini meresignkan 3 orang karyawan. Bertepatan dengan pembagian Gaji Karyawan, saya juga harus mengeksekusi sendiri pengurangan karyawan. Wajah-wajah sedih membayang terus dipelupuk Mata, saat saya harus menyampaikan berita buruk ini, sungguh ini berat sekali. Ya Allah ampuni hamba, Astaghfirullah. Badai Corona telah meluluhlantakan Perekonomian, meskipun Usaha kami bergerak dibidang kebutuhan Pokok, tak luput juga kena imbasnya. Omset turun drastis, selain karena berkurangnya jumlah belanja customer, rapatnya persaingan, juga akibat subsidi yang harus kami lakukan untuk unit bisnis Dea Wijaya lain yang lebih parah kondisinya. Ya Allah, beri kami kekuatan untuk dapat menjalani Ujian Maha Berat ini, semoga Pandemi ini segera berakhir dan perekonomian dapat kembali Normal, sehingga Dea Wijaya tak lagi melakukan Pengurangan Karyawan, Sungguh rasanya tidak tega, hampir tak pernah kami melakukan kebijakan meresign paksa Karyawan jika tidak benar-benar melakukan pelanggaran berat dan tak termaafkan. Ya Allah, semoga mereka yang terpaksa dirumahkan bisa tetap semangat melangkah dan berjuang demi masa depan yang lebih baik, dan keluarga mereka pun dapat menerima dengan ikhlas atas keputusan ini..aamiin. In syaa Allah.