Top 2 Wisudawan Cumlaude Fakultas Kedokteran UII 2022

“Take pride in how far you’ve come. Have faith in how far you can go. But don’t forget to enjoy the journey”

Pagi ini, Kamis 26 Mei 2022, kami sekeluarga berangkat menuju Jogja untuk menghadiri Wisuda Sarjana kak Belva. Beriringan dengan Akung dan Ochi, juga Vicky dan Billy, dua sepupu anak-anak ikut serta dalam perjalanan ini. Alhamdulillah, begitu antusias Akung dan Ochi ingin sekali menyaksikan cucu pertama wisuda sarjana, menyelesaikan S1 nya tepat waktu dengan Ipk 3.92, Ma syaa Allah Tabarakallah. Cucu pertama yang sangat membanggakan buat beliau berdua, meski kondisi kesehatan tidak seperti dulu, di usia 70an beliau berdua ngotot ingin berangkat ke Jogja, tanpa bisa dicegah. Kami bantu menyediakan Sopir buat Akung, hanya saat berangkatnya saja, karena Akung merasa sanggup untuk setir sendiri saat pulang ke rumah. Baiklah Akung dan Ochi, yuk kita kemon ke Kaliurang, Jogjakarta..

Tiba di Jogja, tepatnya Kaliurang, kami berpisah Hotel, kami sekeluarga menginap di Hotel Kangen, sebelah Jogja City Mall, sedangkan Akung dan Ochi menginap di Hotel Arilla, yang lebih dekat dengan kampus, dengan pertimbangan akan lebih mudah dan cepat hadir di Gelaran Wisuda yang terscedule hari Sabtu. Hotel Kangen merupakan langganan kami, jika ada agenda visit kak Belva, selain murah, juga dekat dengan Mall, dimana kami mudah mencari kebutuhan. Agenda Kamis, kami hanya menikmati hotel saja, sedang Akung dan Ochi dikawal dua keponakan memilih jalan-jalan di sekitaran Kaliurang untuk memborong Batik di toko Arjuna.

Hari Jumat, pk 09.30 kami semua telah hadir di Warna Warni Indonesia Photo Studio, untuk berfoto bersama. Agenda foto studio ini sudah sejak lama kami rencanakan. Selain mengabadikan foto Wisuda kak Belva, kami sendiri belum memiliki foto Keluarga, apalagi Akung dan Ochi ikut serta, semakin semangat kami untuk foto bersama. Ada yang kurang sebenarnya, yaitu kak Belva belom memiliki map ijazah, karena masih akan diserah terimakan besok Sabtu saat Wisuda. Beruntungnya, Warna Warni memiliki stok Map Biru yang mirip dengan Map Ijazah UII. Dan nantinya akan diedit untuk tulisan UII nya, jika foto sudah selesai dikerjakan.

Setelah berPose Ria, dan berganti formasi baik, kami berencana mencari Masjid untuk melaksanakan Sholat Jumat, namun karena Musafir, kami memilih mengambil fasilitas untuk Sholat Dhuhur di Hotel..hiks, kemudian lanjut kuliner ke Raminten. Ternyata Raminten sangat ramai, kami lupa kalo hari Jumat sudah masuk Weekend, apalagi Kamis juga tanggal merah, wahh..hopelessly kita. Akhirnya kami batal ke Raminten, pindah ke Blangkon. Berbeda dengan Raminten, Blangkon cukup lengang justru lebih nyaman, banyak variasi menunya, mulai Indonesian food hingga Chinesse food. Rasa dan Harga sesuai, justru adek Mika ketagihan, ingin balik makan lagi kesana. Dan menurut saya yang pernah ke Raminten, Blangkon justru lebih enak.

Sabtu, 28 Mei 2022, kak Belva harus ready di kampus maksimal pk 06.30. Tepat pk 06.00 kami berdua mengantarkan kak Belva ke Auditorium KH Abdulkahar Muzakkir, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang km. 14,5 Yogyakarta, dimana prosesi Wisuda akan dilaksanakan. Kami tiba sudah ramai calon Wisudawan dan pengantar yang bersiap mengikuti Wisuda. Auditorium ini terbatas hanya untuk calon Wisudawan saja, mengingat baru saja kita lepas dari Pandemi, dan untuk pengantar telah disediakan tempat di lahan parkir sebelahnya, semacam Layar Tancap. Kami berdua segera kembali ke Hotel untuk persiapan dan menjemput adek-adek. Link Youtube UII juga telah tersedia untuk kita memantau dari kejauhan. Saya telah siapkan aplikasi untuk merekam, sehingga saat nama kak Belva dipanggil telah siap diabadikan. Oiya, kak Belva sudah memperkirakan akan masuk di 3 besar, cuma masih meragu antara dia dan Lutfi, setelah registrasi dan menerima nomer kursi, baru kak Belva yakin masuk TOP 2 Fakultas Kedokteran angkatan 2018, Ma syaa Allah Tabarakallah. Alhamdulillah, meski memantau melalui Youtube, justru terlihat jelas nama dan tempat lahir juga IpK kak Belva disebutkan. Ma syaa Allah, bangganya Mama Papa dan seluruh Keluarga Besar kak. Kak Belva benar-benar dapat bertanggungjawab atas pilihan kakak, dengan mempersembahkan Prestasi Terbaik yang menakjubkan. Semoga IpK ini mendapatkan keberkahan dan diRidhoi Allah Azza Wa Jalla ya nak, agar dapat menjadi manfaat bagi sesama..aamiin.

Setelah acara selesai, hari Minggu kami pulang ke Rumah, dan dilanjutkan hari Rabu, 1 Juni, Ochi merayakan ulang tahun yang ke 71, Alhamdulillah. Semoga Ochi selalu Sehat, Bahagia dan senantiasa dalam lindungan Allah Azza Wa Jalla..aamiin. Pada acara Ultah Ochi ini, Akung memberikan dua hadiah, yang pertama untuk Ochi dan yang kedua untuk kak Belva atas prestasinya yang membanggakan, Ma syaa Allah, terimakasih Akung. Hadiah yang tidak pernah disangka-sangka, kami sendiri sebagai orangtua belom memberikan hadiah, yasudah diwakilkan Akung saja..hahaha. Alhamdulillah, Terimakasih atas Karunia-Mu yang tiada henti tercurah untuk keluarga kami, ya Allah. Semoga step berikutnya yaitu Koas dan Internship dapat berjalan lancar dan mendapatkan keberkahan serta keridhoan-Mu ya Allah..aamiin.

Ma Syaa Allah Ta Barakallah, akhirnya Panggilan ke Baitullah itu Datang, Alhamdulillah

Allah never said the road would be easy. But He said “I will be with those who have Patience.”

Pagi ini, Selasa [10 Mei 2022] pk 11.18 kebetulan sedang dirumah Ibunda untuk mengantarkan Oleh-Oleh liburan dari Bali dan janji memotong rambut beliau. Tetiba Shafira mengirimkan berita melalui WA, mengabarkan jika kami berdua sudah terkonfirmasi di Kemenag, akan berangkat Haji tahun ini. Allahu Akbar, seketika saya memeluk Ibu dan menciuminya sambil menangis, ya Allah terimakasih atas Karunia-Mu yang amat sangat berharga ini. Kami termasuk orang-orang yang terpilih, yang Engkau undang untuk berkunjung ke Baitulah dengan kuota yang hanya 40% selepas Pandemi. Betapa bahagianya kami, karena Haji kali ini benar-benar berbeda, dengan kuota yang tidak sampai setengah, kami memiliki kesempatan memperoleh fasilitas dan kenyamanan beribadah yang lebih spesial dibanding tahun-tahun sebelumnya, in syaa Allah. Di tahun ini pula, kak Belva masih dalam proses transisi selepas wisuda Sarjana Kedokteran di akhir bulan ini menuju persiapan Koas, sehingga dapat menemani adek-adeknya dirumah, jika nanti kami berangkat Haji. Selain itu bulan July, juga masih terjadwal liburan kenaikan kelas, meski saat mereka kembali ke Sekolah, kami belom datang, selisihnya tidak terlalu lama. Ma Syaa Allah banyak kemudahan mengatur scedule keluarga, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kelancaran dalam setiap proses persiapan hingga pasca Haji dengan baik..aamiin

Kabar dari Shafira dimulai tanggal 23 April saat Ramadhan, sebenarnya kami masih ragu, apakah kami akan termasuk yang akan berangkat tahun ini, mengingat Saudi telah mengumumkan kuota Haji hanya 40%, dari 2juta jemaah, tersisa 800ribu saja. Meskipun ketetapan Saudi membatasi usia maksimal 65th, kami juga khawatir karena nomer porsi kami termasuk di posisi akhir deretan jemaah Shafira 2020 lalu. Kemudian pemberitaan tentang Haji mulai ramai di Media Online mengenai batalnya beberapa pasangan suami istri yang tidak bisa berangkat bersama karena faktor usia, jelas akan mengurangi kuota lagi. Itulah sebabnya Kemenag melakukan screening usia terlebih dahulu, kemudian konfirmasi ulang kesanggupan berangkat dengan mengembalikan lagi ke Biro Haji masing-masing Jemaah.

Meskipun kondisi masih dalam ketidakpastian yang tinggi, kami berusaha optimis dan memantaskan diri dengan mulai menyiapkan fisik, browsing ilmu tentang Haji. Kami pasrah kepada Allah, sang Maha Penentu atas segala Takdir, jika memang Allah Ridho, in syaa Allah kami akan berangkat tahun ini. Shafira juga menyertakan hitungan ulang angka-angka soal biaya yang harus kami tanggung karena perubahan kuota dan harga, akibat pandemi, termasuk didalamnya nilai Pajak yang dinaikan oleh pemerintah Saudi. Jika kemarin kami ikut paket Standart Arbain Quad dengan harga sekian, akhirnya harus menyiapkan dana extra, apalagi kami akhirnya memilih paket Standart Arbain Double, dimana sekarang hanya berdua, otomatis harga jauh diatasnya. Sebenarnya Shafira sudah menyiapkan paket tanpa ada perubahan harga yang terlalu signifikan, yaitu paket Saving non Arbain, tapi fasilitas berkurang seperti hotel yang lebih jauh dll. Kami hanya ingin memaksimalkan Ibadah Haji dengan sebaik mungkin, dengan Fasilitas terbaik semampu yang kami bisa lakukan. Ibadah Haji hanya sekali, dan ibadah ini adalah ibadah yang paling berat, karena merupakan integrasi dari ibadah-ibadah lain, pengorbanan harta, jiwa dan raga.

Mulai saat ini, kami mempersiapkan diri baik fisik, mental dan spiritual. Alhamdulillah syarat vaksinpun sudah lengkap hingga dosis booster, yang telah kami lakukan saat Ramadhan kemarin, tersisa vaksin Meningitis yang harus kami ulang lagi, walaupun sudah kami lakukan di 2020, saat kami batal Haji karena Pandemi. Selain itu mempersiapkan anak-anak, yang Alhamdulillah sudah mandiri semuanya, tinggal mengatur beberapa hal, dan Ayah Ibu akan bantu memantau, juga ada saudara yang bisa dilibatkan untuk ngopeni makanannya. Alhamdulillah, semoga ibadah Haji yang Spesial ini, bisa menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik lagi, baik dalam Hablum Minallah juga Hablum Minannas-nya..aamiin, In syaa Allah.

لبيك اللهم لبيك .لبيك لا شريك لك لبيك إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك.

Alhamdulillah Terimakasih Ersyada, Kak Belva Segera Wisuda

“EXPERIENCES FROM OUR
YOUTH SHAPE
WHAT WE DO LATER IN LIFE”

Senin pagi [4/03] kami bertiga berangkat ke Jogja, tepatnya menuju Kosan kak Belva untuk membereskan semua isi kamar dan mengembalikan ke mas Budi, sebagai wakil dari Rumah Ersyada. Selama 4tahun kak Belva kuliah di UII, Ersyada telah memberikan banyak kenangan, meskipun karena Pandemi, kak Belva hanya menjalani dua tahun di kosan, dua tahun di rumah, dan perjuangan mondar-mandir ke Kampus, untuk menyelesaikan tugas Fakultas, seperti Praktek Medik.

Ternyata masih banyak barang-barang kak Belva yang tersisa, padahal sebelumnya sudah dicicil sebagian, karena beberapa kali kak Belva kuliah offline sudah membawa Mobil. Papa juga sudah janjian dengan Elteha Kaliurang untuk sekalian mengangkut Motor kak Belva untuk dikirim pulang. Selama pandemi, Motor hampir tidak pernah terpakai, sempat tidak bisa distater, Alhamdulillah setelah beberapa kali dinyalakan, akhirnya berhasil juga dan segera diangkut kembali pulang ke rumah. Mobil penuh sesak terisi dan sayapun dikorbankan ditengah-tengah tumpukan barang..hiks. Kami hanya menginap semalam, karena tidak tega meninggalkan adek-adek dirumah, sendirian.

Kami segera berpamitan dengan mas Budi, dan menyampaikan Maaf juga Terimakasih telah membantu banyak hal selama kak Belva kos di Ersyada. Jika kak Belva ada jadwal harus ke Kampus untuk urusan yang belum terselesaikan di Fakultas, kami mohon dibantu kos harian, dan Alhamdulillah Ersyada saat ini memberikan fasilitas harian tersebut, yach, mungkin selain pandemi, persaingan kosan semakin rapat disana. Selesai urusan Skripsi kak Belva masih akan menghadapi ujian persiapan Koas di Rumah Sakit, juga persiapan Wisuda Offline yang mengharuskan riwa-riwi ke Fakultas.

Persiapan Wisuda sudah dilakukan, mulai dengan syarat-syarat dokumen penting, juga penilaian kemampuan Inggris dengan Test Cilacs yang ada di UII, Alhamdulillah saat itu kak Belva mendapatkan kuota Online, sehingga bisa dilakukan di rumah saja. Hasil Cilacs kak Belva sangat tinggi, Alhamdulillah dengan Skor 699 sebagai Excellent User setingkat Toelf Skor 580. Wajar sih, kak Belva kan tutor bahasa Inggris lembaga Engoo, kelas Internasional, Ma syaa Allah. Saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Wisuda tanggal 28 Mei, mulai Kebaya Sarimbit, inden Hotel, inden Studio Foto. Dan lagi, Akung Ochi, saat antusias ingin melihat Cucu pertama wisuda, apalagi dengan slempang Cumlaud yang membanggakan, Ma syaa Allah. Kak Belva akan berangkat duluan, 23 Mei nanti karena terjadwal mengambil Toga Cumlaud yang terjadwal 24 Mei, kemudian menjalani Gladi Bersih prosesi Wisuda. Kemudian rencana foto studio kami kerjakan di 27 Mei, bersama Akung Ochi. Terimakasih ya Allah, atas semua kelancaran kuliah kak Belva selama 4tahun ini, meskipun harus menghadapi tantangan bernama Pandemi Covid, kak Belva berhasil menuntaskan Skripsinya dengan nilai A, dan Ipk 3.92, semoga termasuk 3 besar terbaik seangkatan 2018, Ma syaa Allah Tabarakallah, semoga ilmu yang diperoleh mendapatkan keberkahan Dunia dan Akhirat..aamiin.

Juara 3 Lomba Character Design di Smanisda Cup 2022

“Art is standing with one hand extended into the universe and one hand extended into the world, and letting ourselves be a conduit for passing energy” – Albert Einstein

Malam itu, Reva meminta ijin,” Ma, Epha ikut lomba character design ya, acara Smanisda Cup,”. “Wow, tentu boleh kakak, semoga Menang ya, bayar berapa atau gratis???”. Reva melanjutkan,” Bayar Ma, 25k ke panitya OSIS lewat BCA ya Ma,”. Kemudian langsung saya transfer saat itu juga, kami optimis lomba kali ini Reva akan menjadi Pemenangnya. Skill Reva dalam melukis dengan media digital memang bukan abal-abal, hasil melukis character sudah sangat banyak, sayang dia belom berani unjuk gigi, dan akhirnya kesempatan itu datang.

Lomba Character Design ini adalah lomba kedua yang Reva kerjakan saat SMA, di kelas 10 tepatnya. Setelah lomba Speech sebagai perwakilan eskul English Club, namun saat itu dia belum beruntung. Selanjutnya mencoba lomba di bidang yang berbeda, yaitu Character Design. Karakter ini harus original buatan peserta sendiri, bukan mencontoh tokoh-tokoh yang sudah ada. Benar-benar menciptakan tokoh atau karakter baru. Setelah menemukan ide dan mendesignnya, selanjutnya Reva menamakan tokoh ini Adeline, yang memiliki kekuatan untuk menumbuhkan tanaman dengan cepat dengan cara bernyanyi, juga dapat memberikan warna-warni bunga-bunga dengan sangat estetik. Namun dia juga memiliki kelemahan yaitu Ceroboh, karena terlalu antusias dalam berbagai hal. Untuk itulah Adeline ingin belajar lebih bijaksana dan tidak terburu-buru dalam memutuskan sesuatu.

Sebelumnya Reva sudah berkali-kali membuat design tokoh-tokoh Novel yang dia baca, hasil meminjam buku kak Belva. Kemudian dia masukan ke Sosial Media khusus Design yang bernama Artfol yang memang mayoritas pengguna adalah orang luar negeri yang hobby melukis. Sebenarnya dari sana, Reva punya kesempatan membuka Open Commision untuk orang-orang yang ingin dibuatkan lukisan karakter tertentu, tapi Reva belom siap karena masih banyak tugas Sekolah yang harus dikerjakan. Bahkan kak Belva selalu menyemangati dan sedikit memaksa, karena Reva bisa mengerjakan di waktu senggangnya. Seringkali saya dan suami merasa takjub, bahkan keluarga dan teman sekitar kami juga tidak menyangka Reva memiliki hidden gem skill yang sangat estetik. Selain dapat bermain piano klasik, Reva juga pintar menggambar, sangat old soul sekali, tidak seperti kami orangtuanya ini..hihihi.

21 Maret 2022 pengumuman Pemenang semua kategori lomba di acara Smanisda Cup diumumkan melalui channel Youtube resmi dari Sekolah SMA 1 Sidoarjo. Lomba ini diselenggarakan untuk seluruh pelajar se Indonesia, namun karena Character Design ini sedikit sulit, peminatnya juga tidak terlalu banyak. Dari Jakarta, Surabaya dan beberapa kota besar lainnya. Meskipun peserta tidak banyak, namun cukup ketat persaingannya. Character Design para peserta selain bagus juga harus kuat dalam penokohannya. Beberapa ada yang Antagonis, Reva main aman di Protagonis, walaupun aslinya dia ingin juga karakter model Villain seperti itu. Menunggu cukup lama, sekitar pk 21.00 lebih, Reva langsung wa,” Mama, Epha juara 3, Alhamdulillah”. Wowowo.., Alhamdulillah, baru sekali ikutan lomba menggambar langsung mendapat juara, Ma syaa Allah. Sebenarnya kami memang cukup optimis jika melihat gambar Reva, tapi untuk penokohan, hampir mirip-mirip dengan protagonis yang lain, dan benar saja tokoh Antagonis yang keluar sebagai juara 1. Lagi pula kami sempat melihat IG Story dari akun Lensa sebagai penyelenggara memberikan bocoran saat Juri sedang menilai design Reva. Alhamdulillah, keluar sebagai Juara 3 tentu sangat membanggakan karena berhasil mengalahkan banyak peserta yang lainnya. Dan Reva juga berhak atas hadiah uang sebesar 250.000, lumayan buat tambahan uang jajan ataupun ditabung. Reva masih ingin mengikuti lomba-lomba disela kesibukannya mengerjakan semua tugas sekolah, namun dia memilih dan memilah sekiranya dia mampu mengerjakannya. Diwaktu senggang Reva masih terus mengasah kemampuan melukis digitalnya sebagai passion, disaat penat dengan banyaknya tugas.

Meninggalkan dunia Panahan yang sudah ditekuni bertahun-tahun akhirnya ada yang menggantikan, baik itu melukis digital, bermain musik ataupun bahasa Inggris sebagai lahan mengumpulkan Prestasi. Semoga ke depan, semakin banyak prestasi yang bisa diraih untuk persiapan tiket undangan University. In syaa Allah, Reva mampu dan berhasil meraih apa yang menjadi impiannya, dan semoga Allah senantiasa meridhoi perjuangan Reva untuk mewujudkannya..aamiin.

Bekal Pensiun itu bernama House of Supernova

Retirement is when you stop living at work and start working at living”

Supernova merupakan nama usaha kami yang berupa Warnet, usaha yang kami bangun seusia adek Mika, awal 2009 dan hanya sanggup bertahan sekitar 5 atau 7tahunan, dan Warnet Supernova-pun telah usai ceritanya. Warnet ini merupakan proyek prestisius dimana SKBnya [Study Kelayakan Bisnis] saya kerjakan 10th ke belakang, saat menjalani masa perkuliahan di UBAYA, tepatnya semester 5. Setelah diaplikasikan langsung di lahan rumah Dharmahusada milik keluarga pak Suami, ternyata hanya bertahan sebentar saja, saat itu pengelolaan Warnet lebih banyak dibantu oleh Ayah Mertua sebagai hiburan masa pensiun. Namun sejak beliau kembali ke haribaan Allah, Supernova-pun mulai goyang, apalagi gempuran tehnologi bernama Smartphone terutama Android mulai merajalela. Yach, berbicara tehnologi selalu ada masanya, Warnet menggantikan Wartel, kemudian Warnetpun digantikan Smartphone, Ma syaa Allah.

Semenjak Ayah Mertua tiada, kami berdua tidak sanggup harus riwa riwi mengurusi, meski lokasi hanya kota tetangga, namun Sidoarjo Surabaya cukup melelahkan, apalagi disaat itu kami sangat sibuk dengan Usaha Utama kami. Suatu ketika Ibu Mertua pindah ke rumah kakak suami yang perempuan dan kebetulan seorang dokter. Dengan tinggal bersama kakak dokter, kamipun merasa tenang Ibu ada yang merawat dengan baik. Akhirnya rumah Dharmahusada kosong, padahal lahannya sangat luas, dengan kesepakatan bersama, lahan dibagi menjadi tiga sesuai dengan jumlah anak dari Mertua. Bekas Warnet menjadi Kos Naga milik kakak Sulung yang tinggal di Jakarta, Kos Supernova ada di belakang adalah milik pak Suami, dan Rumah Utama menjadi cabang dari usaha kakak dokter yang merupakan dokterpreneur bidang Estetik.

Sejak Warnet Supernova beralih fungsi menjadi House of Supernova, maka pengelolaan kami serahkan ke pak Novik dan Suami hanya kontrol sesekali saja, dan sejak Pandemi kosan terpaksa mati suri. Dua tahun tanpa penghuni, pak Novik mengundurkan diri. Akhirnya tepat bulan Desember 2021 kami mulai Renovasi karena info dari kakak Dokter, Kampus sudah mulai pembelajaran Luring jadi kemungkinan banyak Mahasiswa Baru yang mencari Rumah Kos.

House of Supernova mulai berbenah, dengan design yang sama, ada penambahan satu kamar di bekas dapur Rumah Utama, yang termasuk bagian pak Suami. Jika dulunya hanya 4 kamar, saat ini telah tersedia 5 kamar. Alhamdulillah. Seperti biasa pembangunan kami serahkan ke pak Rohul sebagai kontraktor kepercayaan keluarga. Dimulai dengan membuang semua sampah dan barang yang rusak karena lapuk akibat pandemi 2 tahun, juga memotong semua pepohonan yang semakin tak terawat, rungsep tidak karuan.

Dengan biaya seminimal mungkin kami mengambil tabungan yang tersisa. Begitu banyak aset liquid dan non liquid yang dimakan Corona. Sebenarnya kami takut untuk ekspansi, tapi jika tidak di renovasi, kosan ini tidak akan bisa terjual dengan harga tinggi. Bismillah, kami segera membangun Aset sebagai income pasif di masa pensiun nanti. Jika dulunya urusan listrik menjadi beban pemilik kos, saat ini kami memilih agar penyewa mandiri dalam penyediaan listrik. Kami hanya memberikan fasilitas kompor dan keperluan memasak saja, diluar fasilitas kamar dll.

Selama hampir 3 bulan kami berdua riwa-riwi mengawasi dan membantu pak Rohul untuk belanja bangunan, dan isi kamar, finally, selesai juga kelima kamar tersebut. House of Supernova masih bisa dikembangkan namun opsinya hanya Vertikal, atau Bertingkat, karena kami ingin menyediakan lahan parkir yang aman bagi penyewa, karena itu kelebihan Supernova. Jika kos tetangga, banyak kendaraan yang parkir diluar karena terbatas lahan, parkir Supernova muat hingga 5 mobil. Saat pembangunan, banyak sekali yang berminat untuk menyewa, dan dalam waktu dua minggu 5 kamar langsung Sold Out. Sayang sekali, kami belum berani memperluas, selain soal dana juga tentang isu-isu kesehatan dan masalah ekonomi yang tidak pasti.

Saat ini, 5 penyewa House of Supernova merupakan mahasiswa Kedokteran 3 orang, mahasiswa FEB satu orang, dan mahasiswa Hukum 1 orang, Alhamdulillah, semua anak baik-baik, in syaa Allah. Sembari menabung lagi, kami akan menambah satu persatu kamar lagi, jika memungkinkan. Semoga usaha kami, House of Supernova ini senantiasa mendapatkan keridhoan Allah Azza Wa Jalla..aamiin

Alhamdulillah, Mikaeel Berhasil Menjadi Salah Satu Finalist RJ Got Talent 2022

“Life is full of challenges, but these challenges are only given to you because God knows your Faith is Strong enough to get through them”

Alhamdulillah, hari ini Sabtu, 12 Maret 2022 adek Mika menghadiri acara RJ Got Talent Final Performance sebagai salah satu Finalisnya. Sungguh kami tidak pernah menyangka akan secepat ini adek akan mengikuti Kompetisi kategori Musik setelah pensiun dini dari dunia Panahan, karena masalah kesehatan. Baru saja tiga bulan adek banting setir berlatih Drum, sudah punya keinginan untuk ikut Kompetisi di Sekolah. RJ Got Talent, ajang tahunan SMP Raudhatul Jannah ini sudah menjadi agenda Sekolah sejak kak Reva bersekolah di SMP ini, namun sayang kak Reva belom ada kesempatan ikut karena fokus di dunia Panahan yang sudah menguras energi, waktu dan pikiran.

Agenda RJ Got Talent ini dimulai dari tanggal 16 February hingga 2 Maret untuk pendaftaran dan pengumpulan Video. Saat itu adek Mika punya inisiatif untuk ikut unjuk gigi dengan skill bermain Drum, “Ma, aku ikut RJ Got Talent ya?,”. Hmm..saya pastikan jika adek tidak kecewa dengan hasilnya nanti, karena bagaimanapun kompetisi Adu Bakat cenderung tidak Apple to Apple karena tiap anak pasti memiliki bakat dan potensinya masing-masing. Tapi entahlah, adek sepertinya tertantang, jadi dia siap untuk bertanding di RJ Got Talent ini, Alhamdulillah saja kalo begitu. Setelah itu saya chatt wakil kepala sekolah, untuk menanyakan soal genre musik dan lirik lagu yang diperbolehkan, karena tidak ada informasi apapun tentang itu. Beliau menyarankan untuk memilih lagu Motivasi, genre dan lagu bebas. Kami bertiga segera berunding, untuk lagu kebetulan adek punya stok Beraksi dari Kotak, tapi karena bukan lagu Motivasi lebih kepada lagu Mars Kotak, akhirnya adek request lagu ke Mas Fian, coach adek di Musicology. Mas Fian menawarkan Tendangan Dari Langit, agak sulit, malah lebih sulit dari Beraksi tapi karena lagu Motivasi dan banyak variasi, maka adek berlatih lebih keras, Alhamdulillah selesai dalam dua minggu. Mendekati injury time, sehari sebelum pendaftaran ditutup, video berhasil terkirim.

Tanggal 4 Maret saatnya finalist RJ Got Talent diumumkan, kami menunggu dengan lepas, tak banyak berharap, meski adek Mika masih antusias. Pk 18.48, ustadzah wali kelas mengumumkan hasil seleksi, dan ada nama adek tertera disana, Alhamdulillah, bangga dan lega melihat adek senang hatinya. Kami tidak menyangka karena persaingan cukup ketat, sebanyak 87 peserta meliputi kelas 7 dan 8 mengirimkan video bakat terbaiknya. Selanjutnya akan ada pendampingan untuk persiapan final, terjadwal 5 Maret, pk 07.00 melalui zoom. Keesokan pagi, adek sudah standby di depan Zoom, mengikuti proses menuju final performance di tanggal 12 Maret nanti. Selesai zoom, adek segera vidcall menjelaskan bahwa dia harus menyiapkan lagu baru untuk tampil saat final, juga membawa drum ke Sekolah saat acara nanti. Sambil mengomel, adek berkomentar,” Ternyata masuk Final malah ribet Ma, males aku, mana cukup waktunya untuk latian lagu baru, sedangkan aku juga harus belajar PTS,”. “..hmm, Sabar dek, masuk Final kq malah tidak bersyukur,” jawab saya. Saat itu pula saya langsung chatt wa waka sekolah yang memang sudah sangat dekat, karena kakak-kakak juga alumni Raudhatul Jannah, saya mengajukan keberatan jika harus menyiapkan lagu baru karena saat ini bertepatan dengan PTS, walaupun adek banyak stok lagu tapi mayoritas bukan lagu Motivasi. Kemudian Ustadzah waka menampung keluhan saya dan akan disampaikan ke Ustadzah Weni selaku Panitia RJ Got Talent. Yach..akhirnya adek memantapkan latian lagu Beraksi dari Kotak, yang memiliki variasi cukup banyak dan sulit tapi lebih lancar daripada Tendangan Dari Langit. Ustadzah Weni juga memperbolehkan adek menampilkan lagu kiriman video saat seleksi ataupun yang baru, yaitu Beraksi.

Acara Final Performance RJ Got Talent ternyata dibarengkan dengan Final acara lain, yaitu RJC, Raudhatul Jannah Championship, yang berisi lomba-lomba, fotografi, story telling, melukis, dll, mungkin demi kepraktisan waktu juga hemat biaya. Acara dibuka dengan tampilan Skateboard dari finalist RJGT, dan dilaksanakan secara outdoor. Hafy sejak dari SD sudah sering bertemu adek Mika sebagai pesaing, dan selalu Hafy yang lebih beruntung tampil sebagai Juara. Namun kali ini ada yang berbeda, Hafy harus menampilkan ketrampilannya bermain Skateboard secara live, jika dari video mungkin bisa di edit namun kali ini tidak bisa, secara keseluruhan banyak terjadi Slip dan Jatuh. Salah satu Juri berkomentar jika beliau seperti melihat anak sedang Latian bukan penampilan yang sempurna. Duh, sungguh kami merasa kasian, pandemi membuat Hafy hampir vakum tidak latian dan baru awal tahun mulai lagi, otomatis banyak skill yang kurang maksimal. Acara dilanjutkan ke dalam Gedung, dan dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al Quran disambung dengan Sambutan Kepala Sekolah. Respectnya dengan Sekolah Raudhatul Jannah ini, mereka tidak mengotak-ngotakkan Potensi anak didik dalam kaidah Halal Haram, seperti Musik masih diperbolehkan disini, asalkan dalam batasan Positif. Dalam Sambutannya, Kepala Sekolah menyakini Allah Azza Wa Jalla menciptakan Makhluknya dengan Potensinya masing-masing yang nantinya bisa dimaksimalkan dan dapat bermanfaat untuk Umat. Kemudian dilanjutkan lagi tampilan finalist dari RJC bergantian dengan RJGT. Oiya, saat ini kami semua, kakak-kakak ikut datang mensupport adek kesayangan, sepertinya keluarga kami paling lengkap support systemnya. Papa juga sejak pagi sudah check in untuk membantu nyetem Drum yang akan dipake adek tampil, Alhamdulillah Sekolah menyiapkan Drum tanpa kami harus bawa dari Rumah, tidak seperti finalist yang lain, Rezeki anak Shalih ya Dek, tidak pake repot-repot..hiks.

Tiba saatnya nama adek dipanggil untuk Unjuk Gigi Solo Drum lagu Beraksi dari Kotak, Alhamdulillah dari awal sampai akhir lancar tanpa ada kendala, penampilan adek benar-benar luar biasa. Ustadz Farish dan Ustadz Dewa bergantian memberikan penilaian, intinya permainan adek sangat keren, lagu yang dipilih cukup sulit karena banyak variasi dan hebatnya adek dapat menjaga tempo drum dengan sempurna, namun ada masukan juga, karena dominan tangan kanan, tangan kiri adek masih terhitung lemah belom bisa mengimbangi kekuatan kanan jadi terdengar kurang balance, sehingga dapat mendengarkan sendiri kesetaraan kanan dan kiri, namun semua itu butuh proses, karena adek memang masih sangat amatir, namun sudah bisa tampil sebaik itu, sangat luar biasa, Ma Syaa Allah. Dan setelah semua finalist tampil, tiba saatnya pengumuman, ke empat juri berunding dan kemudian berpesan jika Adu Bakat sebenarnya sangat tidak Apple to Apple tapi tetap harus memilih dari 10 finalist, sebanyak 3 pemenang, dan ustadz Dewa berpesan jika kurang berkenan atas pilihan, mohon juri dianggap kurang paham dalam menilai. Kami sudah siap dan tawakal akan hasilnya, karena selain subyektif, memang seluruh finalist memiliki bakat yang luar biasa dan yang terpilih itulah yang terbaik. Ada tambahan poin disini, yaitu finalist dapat memberikan inspirasi, Bakat Digital Art sebagai sesuatu yang baru di RJ Got Talent kali ini menjadi juara 3, Bakat Membuat Replika Pesawat jadi juara 2, dan yang menjadi juara 1 adalah pianist yang sekaligus vocalist, ini memang the best, layak menjadi Juara. Dan ada juara tambahan, yaitu Juara Favorite para Juri, adalah Hafy, Alhamdulillah, akhirnya Hafy mendapat juara juga, meski juara ini tidak ada sebelumnya, namun dia pantas mendapatkannya, karena kegigihannya jatuh bangun dari Skateboard sangat luar biasa, the real fighter. Sedangkan adek sendiri belum beruntung, tidak masalah karena berhasil masuk menjadi finalist saja sudah luar biasa, Ma sya Allah. Adek berkomentar,” Tahun depan aku ingin coba lagi, Coding ya Ma, tapi bingung gimana jelasinnya ya, pasti susah,”. Ma Syaa Allah, kamu hebat dek, tidak mudah patah semangat, semoga ke depan adek makin hebat ilmu Coding nya, juga bermain Drum nya, jadi nanti tinggal pilih saja, atau bisa di mixing keduanya, membuat aplikasi permainan Drum, Allahu Akbar..aamiin.

Menata Hati Ditengah Ketidakpastian Pandemi

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Pagi ini, Senin [7/02] setelah sarapan dan siap berangkat Sekolah, mendadak di Grup Kelas adek Mika diumumkan untuk memilih antara PTM dan PJJ. Karena dalam kondisi insecure, kami putuskan adek Mika untuk PJJ, sembari dalam hati *what’s going on???*. Kasus yang sama terjadi di kelas kak Reva seminggu lalu, karena salah satu siswa terpapar Covid. Akibatnya Senin [1/02], mereka masuk hanya untuk Swab, kemudian pulang dan kembali Daring hingga seminggu kedepan. Ternyata berita ini berlanjut, Senin siang Ustadzah Walas mengumumkan jika salah satu murid kelas adek, ada yang terpapar Omicron, kelas terpaksa lockdown, dan sementara proses belajar PJJ langsung diterapkan secara lokal hanya di kelas adek saja, di kelas lain masih berlanjut PTM. Lebih lanjut, siswa kelas adek diwajibkan Swab yang terjadwal di hari Kamis besok.

Sementara kak Reva menjalani Swab kedua di hari Senin ini [7/02], hasil tidak diumumkan hanya PJJ terpaksa diperpanjang hingga hari Jumat kedepan, masih dengan penuh tanda tanya. Tapi tak mengapa, karena berita terkini, Surabaya sebagai tetangga kota kami diputuskan harus naik ke PPKM level 3. Kemudian Senin besok, masih belum diputuskan akan seperti apa, kemungkinan Hybrid, PTM dan PJJ 50% selang-seling Ganjil Genap sambil melihat situasi dan kondisi, karena masih banyak siswa yang sakit bergantian. Subhanallah, Omicron cepat sekali penularannya, semoga Sekolah bisa mengambil kebijakan yang terbaik untuk siswanya.

Sebelumnya, Jumat [4/02] Grup Komite Sekolah Sekolah Raudhatul Jannah sudah berisik sedari pagi, membicarakan soal kebijakan Sekolah yang dirasa kurang tanggap soal beberapa siswa SD yang terpapar Covid varian Omicron. Saya dapat merasakan kepanikan itu, kami para penyintas masih trauma dengan Delta, apalagi wali murid yang ditinggalkan keluarga untuk selamanya akibat Covid 19. Kami berdiskusi di Grup Komite, saya menyarankan adanya dua sistem, baik itu PTM maupun PJJ, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan bisa di switch ke sistem yang dibutuhkan saat itu. Ketidakpastian pandemi mengajarkan bagaimana kita menyiapkan segala sesuatu lebih baik. Pemerintah juga selalu memberikan warning tentang perkembangan Covid, diharapkan kita dapat bersiap dengan segala kemungkinan.

Moderator atau admin yang bertugas menjembatani Grup Komite sangat responsif, beliau langsung memfollow up keluhan kami para anggota Komite yang menerima keresahan beberapa Wali Murid, dan beliau menjelaskan jika dua Sistem masih diberlakukan, mungkin secara terbatas, untuk itu komite ingin segera di resmikan saja, jika memang ada kebijakan tersebut. Jawaban soal PJJ dilanjutkan dengan adanya mendadak dimana agenda Parenting yang sudah terjadwal di hari Sabtu [05/02] pk 08.30, sebelumnya disusulkan agenda Sosialisasi Penanganan Covid Selama PTM oleh dokter Sekolah, yaitu dr.Ninoek selaku ketua Satgas kelurahan tempat Sekolah berada. Dr.Ninoek ini juga sebagai dokter yang mengawasi pak Suami saat terinfeksi varian Delta Juli tahun lalu. Menurut dokter Ninoek, Sekolah Raudhatul Jannah sudah melaksanakan Protap yang terbaik untuk kondisi PTM 100%, bagaimanapun hidup terus berjalan, dan kita harus bisa hidup berdampingan dengan Virus Covid yang sudah akan menjadi Endemi, bukan lagi Pandemi, dengan Vaksin yang masif dan prokes yang ketat, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Menurut beliau, Omicron lebih banyak menyerang usia Produktif antara 18 – 40 tahun, sedangkan untuk anak-anak dan lansia sekitar 3%, in syaa Allah akan baik-baik saja semuanya..aamiin.

Setelah Sekolah adek mengadakan Swab kolektif untuk kelas yang terpapar di hari Kamis, maka Jumat [11/02] hingga Jumat [18/02] Sekolah memutuskan untuk PJJ 100% kemungkinan untuk isoman sekaligus melindungi siswa yang tidak terpapar. Alhamdulillah, lega hati ini, sebagai orangtua saya mendukung penuh PTM 100% namun kami juga harus realistis dengan keadaan saat ini, dimana Omicron sedang tinggi-tingginya menginfeksi seluruh kalangan, baik anak sekolah, pekerja bahkan yang dirumah berpotensi terkena karena anak-anak harus PTM di Sekolah. Sementara semua pihak baik pendukung PTM ataupun PJJ bisa menahan diri dan membuat kebijakan yang terbaik demi kesehatan dan kenyamanan semuanya. Kita wajib selalu berdoa semoga Pandemi akan segera berakhir dan tercapai Herd Inmmunity, sehingga kita dapat hidup berdampingan dengan semua varian virus Covid yang saat ini sangat rajin bermutasi. Semoga yang sakit segera diberikan kesembuhan oleh Allah dan yang sehat, selalu diberikan kekuatan untuk dapat terus beraktivitas normal dan kita semua senantiasa dalam lindungan Allah Azza Wa Jalla..aamiin

Konsultasi ke Ortopedi dan Issue Tentang Ligamentous Laxity

“Not all storms come to disrupt your life, some come to clear your path”.

Kamis [10/02] sore ini, kami bertiga mengunjungi dokter Andi, yang sudah kami anggap sebagai dokter keluarga, bagaimana tidak dari mulai Papa, kak Reva juga adek Mika mempercayakan penanganan Ortopedi ke beliau. Sebelumnya adek Mika ditangani oleh dr.Nita yang lebih Senior, namun sejak dr.Nita kehilangan suami dan ayahanda tercinta karena Covid 19, beliau membatasi pasien lebih pada tindakan operasi dan beberapa prosedur pemeriksaan yang lebih urgent daripada membuka konsultasi. Kami memutuskan untuk segera Kontrol, meskipun seharusnya masih bulan July untuk keperluan foto rontgen tulang belakang dan kaki, karena sejak PTM 100% diberlakukan, adek sering mengeluh Nyeri setiba pulang Sekolah.

Alhamdulillah kami datang tepat waktu, hanya menunggu dua pasien dan kamipun masuk ruang periksa. Seperti biasa dr.Andi dengan ramah menyapa. Kami memperkenalkan diri dan dr.Andi pun ingat dengan kak Reva, kemudian segera cek ricek histori adek di RS Mitra Keluarga. Saya ceritakan semuanya tentang Mushola yang jauh di lantai 4, dan harus naik turun sesuai waktu Sholat yang dikerjakan berjamaah mulai Dhuha, Dhuhur terkadang hingga Ashar. Belom lagi soal Upacara dan Pramuka yang relatif berat dan berdiri cukup lama. Dr.Andi mempersilahkan adek untuk rebahan, setelah dipegang kaki dan lengannya, beliau agak Shock, kq lentur sekali,”Sepertinya ini Ligamen Flexible, ligamennya lentur tidak seperti orang normal, mari silahkan dilihat pak, bu,”. Kamipun bergegas melihat saat dr.Andi memperlihatkan perbedaan antara beliau dan adek Mika baik Kaki maupun Lengan. Perasaan saya mulai campur aduk, saya pun menanyakan,”Apakah kami salah treatment, karena kemarin sempat masuk ke dunia Atlet, atau saya salah makan saat mengandung dok?,”. Dr.Andi menjawab,”Ini GAWAN BAYI ibu, karunia Allah, cetakan dari sananya, tidak ada yang salah, Mika anak Spesial, sekarang tinggal bagaimana kita terapi untuk menguatkan otot-otot sekitarnya, agar Mika lebih kuat dan tidak mudah cidera, selain yang paling wajib adalah menurunkan Berat Badan,”. Beliau melanjutkan, “Idealnya Mika melakukan Gym ya, pokoknya latian untuk menguatkan ototnya tadi, bisa berenang juga, sepedaan boleh, olahraga bulutangkis ok tapi sebatas untuk rekreasi, bukan olahraga lari, lompat yang bertumpuan pada kaki terlalu berat, jangan lupa terapi jinjit untuk Flat Feet-nya, dan sepatu khusus seperti saat ini. Dan yang pasti Ligamen Laxity/Flexy ini tidak sampai menyebabkan kematian, bukan penyakit dan memang sekitar 25% penduduk Dunia yang mengalaminya, tidak perlu khawatir berlebihan, hanya memang aktivitas fisik lebih terbatas, dan lebih mudah cidera dibanding orang normal”. Lebih lanjut soal Ligamentous Laxity bisa dibaca disini https://www.alodokter.com/komunitas/topic/ligamentous-laxity. Sementara itu yang terlengkap, maaih literatur dalam bahasa inggris, karena mungkin kasus kedokteran banyak ditulis dokter-dokter luar negeri.

Dan intinya tidak ada pantangan makan atau konsumsi vitamin tertentu, hanya soal menurunkan Berat Badan dan latian untuk menguatkan otot-otot tubuh agar ligamen terlindungi. Jika ada keluhan Nyeri Kaki yang semakin sering, boleh kontrol lagi, jika memang ingin foto, juga tidak mengapa, lebih baik juga untuk mantau perkembangan tulang belakang dan panggul yang membuat panjang kaki berbeda. Terakhir kami tanyakan perlukan Swab untuk adek Mika, karena beberapa teman sekelas terpapar Omicron. Menurut dokter boleh saja, tidak Swab juga tidak mengapa, toh hari ini, Jumat [11/02] Sekolah sudah mulai menerapkan Sistem PJJ, Sekolah Daring lagi, kami anggap sudah Isoman. Siang ini saya japri Ustadzah Kepala untuk menyampaikan Surat Dispensasi buat Mika, yaitu mengurangi aktivitas fisik berlebih, seperti olahraga dan naik turun tangga. Lega rasanya sudah mendapatkan penguat dari dokter Ortopodi, jika adek Mika memang Spesial. Dalam 2 hingga 3 tahun kedepan target saya adalah mendisiplinkan Manajemen Waktu dan Kemandirian Belajar untuk adek Mika, sewaktu-waktu SMA harus Homeschooling, adek sudah bisa menyesuaikan dengan Sistem yang ada. Kami yakin Allah tidak lupa memberikan Kelebihan dibalik Kekurangan yang adek Mika miliki saat ini. Masih banyak tugas yang harus kami emban, untuk mengembangkan semua potensi yang adek punya. Agar nanti dapat menutupi rasa Insecure yang ada dalam diri adek Mika. Karena sebenarnya masih ada masalah kesehatan lain yang ada dalam diri adek, misalnya kesehatan Mata adek yang Plus bukan Minus seperti usia sebayanya, juga perbedaan ukuran Kanan Kiri yang ekstrim, ada masalah Kulitnya yang tinggi Keratin sehingga menjadi sangat kasar, dan di dunia Kedokteran disebut Kulit Ayam atau Keratosis Pilaris, namun masalah kulit ini bisa diperbaiki seiring bertambahnya Usia dan perawatan kulit yang lebih intensif. Adek Mika benar-benar Anak Spesial, yang kemungkinan Gen Resesif kedua orangtua dari Gen Eyang-Eyang, keluar semua di dirinya, Subhanallah.

Setelah les Drum, sudah dua minggu ini adek belajar Coding, dengan harapan tidak hanya senang bermain Roblox tapi juga bisa menciptakan aplikasi permainan, seperti Roblox. Dengan semua les ini, harapan kami sebagai Orangtua dapat meningkatan kecerdasan, mengeksplorasi bakat dan minat adek, juga memfokuskan adek untuk memiliki Skill tertentu diatas rata-rata anak yang lain. Kami memiliki harapan adek akan belajar dunia IT yang sangat berguna untuk pengembangan Usaha kami, dan untuk masa depan adek sendiri. IT sangat dibutuhkan di masa depan. Manajemen Informatika adalah tujuan akhir di jenjang kuliah nanti. Semoga Allah Azza Wa Jalla meridhoi apa yang kami upayakan untuk adek Mika, dan menjadikannya Khalifah yang bermanfaat untuk umat dan alam semesta..aamiin.

Alhamdulillah Raport Semesteran, Dilanjutkan PTM Sekolah, Dan Officially End With Panahan

“Even in the chaos of everyday life. moments of gratitude remind us to hold on to the good things”.

– BRIT MORIN

Selasa pagi ini [18/01] kak Reva terjadwal Raportan Semester 1 di kelas 10 ini. Sempat tertunda mulai akhir tahun hingga pertengahan January, akhirnya Raportan juga. Kak Reva sangat antusias karena sudah sangat ditunggu hasil kerja keras di akademik tanpa panahan, sejak memilih cuti untuk memulihkan Cidera dan mengundurkan diri dari Puslatkab. Acara hari ini, diramaikan Selebrasi anak-anak Smanisda dalam rangka kunjungan Bapak Bupati. Alhamdulillah, kelas kak Reva mendapat urutan paling pagi, yaitu pk 08.00 – 10.00. Kami meluncur ke Sekolah dengan segera, khawatir ada acara bapak Bupati pasti lebih crowded lagi.

Sampai di Sekolah, meski pk 08.00 keadaan sudah ramai, karena memang siswa diinstruksi datang lebih awal. Kami berdua segera bergegas ke kelas yang ditunjuk sebagai ganti kelas kak Reva yang Asli. Raportan kali ini tidak menjelaskan secara detail hasil belajar anak-anak, hanya menyerahkan saja, jika ada pertanyaan bisa langsung Japri Wali Kelas. Tiba giliran saya maju untuk ambil Raport, tidak ingin saya menyia-nyiakan kesempatan bertanya soal Ranking yang selalu ditanyakan kak Reva. “Pak, maaf apakah ada peringkat atau ranking kelas??,” Tanya saya kepada walas, mengingat nilai rerata kak Reva, cukup tinggi. Pak Mustain, selaku Walas menjawab,”Sebenarnya tidak ada bu, tapi tadi saya coba buat saja, karena pasti orangtua ingin mengetahui hasil peringkat anak-anak, tapi khusus 3besar saja,”. Sembari membuka dan membaca urutan peringkat, pak Mustain melanjutkan,”Wah, Danica ranking 3 bu, Alhamdulillah, selamat ya,”. Seakan ingin melompat kegirangan, Ma Syaa Allah Tabarakallah, tidak sia-sia kak Reva belajar begitu keras, hasilnya sangat membanggakan. Saya kembali bertanya soal Peminatan dan Percepatan, namun sayang kembali lagi pak Mustain menjelaskan, belum ada kabar lebih detail soal tersebut, karena masih digodok terus menerus di Bogor, termasuk istri pak Mustain yang sebagai Guru di SMA 4 yang harus berangkat kesana. Sekolah masih bingung dengan konsep kurikulum baru yang dicanangkan pak Nadhiem dengan istilah Sekolah Penggerak. Penghapusan Peminatan IPA, IPS dan Bahasa, diganti dengan sistem yang baru, yaitu memilih Mapel yang diminati sesuai Fakultas yang dituju nanti di Universitas. Memang terlihat lebih ideal untuk yang sudah punya arah dimasa depan, tapi tidak cukup untuk anak-anak yang masih proses pencarian. Kak Reva harus kembali bersabar untuk segera tau arahnya mau kemana. Dia ingin sekali masuk kelas percepatan, bukan IPA tapi IPS, kalaupun nanti tidak ada peminatan, mapel-mapel yang diambil akan mengarah ke Ekonomi. Alhamdulillah, kami sepakat soal Kuliah nanti, saya pribadi memang sangat mengharapkan kak Reva belajar di Finance, Ekonomi Keuangan, karena profesi ini lebih banyak dibutuhkan dimasa depan. Hasil dari Tes Peminatan sebenarnya diarahkan ke kelas IPA, tapi tidak mengapa jika ingin ke IPS, toh berubah lagi jika program Sekolah Penggerak diterapkan di kelas 11 dan 12 nanti.

Kak Reva sudah mulai aktif PTM Full sejak awal January, senang sekali bisa bertemu dan berkenalan dengan teman sekelas dan belajar normal bersama bapak dan ibu Guru. Namun sayang, suasana pandemi masih dibayangi oleh varian terbaru, yaitu Omicron, yang menurut kabar memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, meski gejala tidak terlalu parah seperti flu biasa. Semoga tidak mempengaruhi PTM offline yang saat ini dilaksanakan full 100% di kota kami..aamiin.

PTM full 100% juga dilaksanakan Sekolah adek Mika yang berada didekat rumah, saat ini adek Mika sudah berangkat dan pulang dengan sepedanya. Di dua minggu lalu adek Mika juga telah menerima Raport semester 1 di kelas 7 ini, performa raport tidak banyak berubah masih seperti SD kemarin, adek Mika dengan segala kelebihan dan kekurangannya, nilai raport dapat diterima dengan ikhlas..hahaha [maksudnya?? Yach begitulah anak lelakiku]. Buat adek Mika, yang penting Sholat dan kewajiban ibadah lainnya tidak perlu disuruh, Sekolah tidak pernah terlambat, semua tugas sekolah dikerjakan dengan tuntas, memang tidak ada target untuk peringkat di Sekolah, tapi ada target di tempat lain. Dan saat ini adek Mika sedang fokus untuk les musik di Musicology juga akan belajar Coding di Bright Champs. Semoga semuanya lancar dan harapannya dari kedua Skill tersebut dapat dikembangkan dan ikut beberapa lomba, demi mencari pengalaman juga prestasi non Akademis, yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk mendaftar SMA Negeri.

Btw, Soal Panahan secara officially kami sudah mengundurkan diri dan tidak ada harapan untuk kembali lagi. Sudah cukup pengalaman anak-anak di dunia Olahraga yang sangat keras, kami ingin mereka lebih fokus belajar untuk profesi yang akan dikerjakan di masa depan, In Syaa Allah. Beberapa hari lalu, kami sempatkan sowan ke rumah Coach untuk pamitan, dengan memberikan alasan jika kak Reva ingin fokus di Akademik dan adek Mika fokus terapi kesehatan kaki. Semoga apa yang telah kami upayakan untuk anak-anak mendapatkan keridhoan Allah Azza Wa Jalla..aamiin. Bismillah..

From Archer to be a Drummer

“When one door closes, another opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one which has opened for us.” – Alexander Graham Bell

Hari ini, Jumat [26/11/21] dimulainya agenda Kejurkab Sidoarjo, yang dilaksanakan hingga Minggu [28/11/21], tidak lagi diikuti oleh anak-anak kami. Yach, mereka berdua, kak Reva dan adek Mika sedang cuti dari Panahan untuk sementara. Turnamen terakhir, Porkab di awal Oktober, hanya diikuti kak Reva, namun berakhir Cidera dan cuti 3 bulan. Sedih???, Pasti, dan yang kami bisa lakukan saat ini hanya berdamai dengan keadaan. Sudah begitu banyak pengorbanan kami lakukan selama ini di Panahan, tak hanya Uang, Waktu dan Pikiran, juga Keringat dan Airmata, tentu tak mudah merelakan begitu saja. Namun takdir berkehendak lain, bukan anak-anak yang malas atau menyerah tapi Allah menginginkan kami untuk berhenti, dan tugas kami hanya berkewajiban mengimani Takdir, tanpa mempertanyakan.

Kami tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan, dan saat ini kami lebih banyak menghabiskan waktu bersama, jika biasanya hari Sabtu pagi lebih banyak recharge energi a.k.a rebahan di kasur karena sore terjadwal latian Panahan, belakangan olahraga badminton menjadi favorite keluarga. Termasuk kak Belva, kami berlima bisa melakukannya bersama, tidak seperti di Panahan. Adek Mika begitu menikmati, berbeda dengan kak Reva yang bahunya masih sering terasa nyeri, karena memang dia sedang recovery dari Cidera. Menurut dokter Ortopedi, kak Reva memang masih harus istirahat 3 bulan hingga Desember, tidak memfrosir Bahu secara berlebihan, sedangkan adek yang perlu diperhatikan adalah kakinya yang tidak boleh terlalu lelah, tapi karena Badminton hanya seminggu sekali dan bergerak kesana kemari, justru kaki tidak terlalu lama menjadi tumpuan body, berbeda di Panahan, yang lebih banyak diam berdiri, hanya mengandalkan Tangan untuk bergerak.

Selain itu kami mencoba mencari alternatif untuk mengembangkan Skill adek Mika di tempat lain, pilihan kami jatuh di musik. Kegiatan adek Mika diluar Sekolah sementara hanya Les Bahasa Inggris, dan sebenarnya musik merupakan salah satu kurikulum wajib keluarga, dimana saat masih kecil anak-anak semuanya belajar musik, kak Belva piano, kak Reva keyboard dan adek Mika main drum. Saat itu kak Belva dan kak Reva sudah di sekolah dasar, dan mengerti kewajiban masing-masing, berbeda dengan adek Mika yang masih TK yang lebih banyak bermain bukan belajar Drum. Kenapa belajar Alat Musik???, Karena mempelajari alat musik tidak hanya mencerdaskan otak tetapi juga meningkatkan begitu banyak aspek kognitif dan fisik tubuh manusia. Selain itu menurut saya pribadi, juga sebagai Anger Management dan Anti Stress. Semua alat musik tersebut sudah kami miliki sejak mereka Les Musik. Dan hingga saat ini kak Belva dan kak Reva, sudah sangat ahli memainkan Keyboard, Piano dan Gitar, berbeda dengan adek Mika yang masih nol dalam bermain Musik. Skill ini akan kami masukan dalam Resolusi 2022, target adek Mika bisa membaca Not Balok dan tidak hanya Drum, tapi juga bisa memainkan Gitar dan Piano, walaupun tidak harus menjadi ahli. Kamar musik sudah mulai kami pasang peredam, karena berbeda dengan Piano, Keyboard ataupun Gitar, Drum sangat mengganggu pendengaran tetangga. Drum yang dulu dicuekin bertahun-tahun, mulai saat ini sudah bisa terpakai lagi. Mengingat Les Musik hanya seminggu sekali, maka sangat penting latian sendiri di rumah, jika nanti benar-benar resign dari Panahan, semua Peralatan Panahan dapat dijual dan ditukar dengan Drum juga Gitar Electric sekaligus, memang Panahan ini olahraga Mahal..hiks.

https://youtu.be/zvgyRJr2FkE , hasil latian pertama adek, langsung mengcover lagu The Reason – Hoobastank, sebagai awal yang baik. Semoga apa yang kami upayakan saat ini, dapat berkontribusi positif untuk Masa Depan adek Mika nanti. Panahan tidak lagi menjadi Prioritas Utama kami, Go with Flow saja, keputusan lanjut atau berhenti akan kami ambil akhir tahun, sembari menghabiskan jatah cuti, senantiasa berharap yang terbaik untuk anak-anak kami..aamiin, in syaa Allah.