Astaghfirullah, sekuel PPKM terbit kembali, Sedih!

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman” [QS 3 : 139]

Hari ini Sabtu, 3 Juli 2021, hari pertama mulai diberlakukan kembali PPKM Darurat sampai tanggal 20 Juli 2021. Antara sedih, kecewa, gregetan, stress, campur aduk gak karuan. Ingin menyalahkan, tapi gak bisa apa-apa. Kenapa Covid ini tak kunjung selesai, siapa yang harus bertanggungjawab, tidak ada yang bisa memberi jawaban. Setelah vaksin sudah beredar di masyarakat, mengapa angka penderita Covid makin melambung tak karuan. Bahkan Ayah dan Ibu juga menjadi korban. Siapa yang salah, vaksin atau manusianya?, Yang jelas virusnya..hiks. Para ahli berdebat sendiri, vaksin tidak cukup menyelesaikan karena virus terus bermutasi, tapi vaksin yang diberikan masih merk itu-itu saja. Belom lagi teori konspirasi yang mengatakan semua berlatar belakang bisnis. Sepertinya benar kata Nabi SAW, mungkin saat ini kita telah masuk di fase keempat, Era Disrupsi a.ka. kekacauan, Fitnah ada dimana-mana, sulit bagi kita menyaring berita, mana yang benar dan mana yang salah.

Tanggal 1 Juli 2021 bapak Presiden telah mengumumkan soal PPKM Darurat yang berlaku untuk pulau Jawa dan Bali, yang diikuti seluruh Kementrian melalui IG. Perekonomian kedua pulau dengan penduduk terbesar di Indonesia terpaksa babak belur lagi. Beberapa Kepala Daerah sebenarnya keberatan dengan kebijakan ini, salah satunya Sultan Jogja, karena beliau merasa tidak bisa memberikan nafkah untuk masyarakat yang terdampak. Kemudian muncul lagi PPKM dengan kearifan lokal sebagai solusi, yang nantinya bisa secara otonomi memberikan keluwesan aturan, disesuaikan dengan seberapa parah penyebaran Covid, agar rakyat tidak semakin menderita. Contohnya Sidoarjo ini, jika Mall harus tutup, Sidoarjo memilih boleh tetap beroperasi hingga pk.17.00 untuk beberapa tenant yang menjual Kebutuhan Rumah Tangga, Makanan, dan Obat-obatan. Untuk Resto yang diberi kesempatan buka, tidak diperbolehkan melayani sistem dine in, tapi take away saja.

Peraturan PPKM ini jelas-jelas merugikan rakyat, disaat perekonomian mulai bangkit, kami harus jatuh kembali. Memang penyebaran Covid harus dihentikan, tapi apakah tidak cukup dengan Prokes saja? Haruskah dengan PPKM??, Sedangkan disaat yang sama Pintu masuk dari Luar Negeri masih terbuka lebar, dimana letak keadilan, ya Allah. Beberapa orderan traveling Candela terpaksa cancel lagi, karena banyak destinasi yang ditutup, sudah berapa bisnis pariwisata yang terpuruk, baru juga mulai melek dari mati suri, sudah merem lagi. Begitupun Omset toko yang mulai sedikit naik, kemudian menurun akibat tahun ajaran baru Sekolah, dan bulan ini bertemu PPKM, menyebabkan banyak karyawan dirumahkan, jelas mereka akan lebih banyak saving daripada belanja, apa kabar omset??..ah semoga tidak terlalu parah..aamiin. Untuk menyesuaikan PPKM Darurat, Candela Travel lebih banyak melakukan rescedule wisata, juga mengerjakan Website dengan banyak pilihan Open Trip nantinya. Untuk Dea Wijaya kami ubah jam operasional lebih awal 1 jam, yaitu pk 07.00 – 20.00.

Saya pribadi berusaha keras menjaga kewarasan otak dan body, apapun caranya. Di saat mengetahui orangtua mengalami positif Covid itu sudah melemahkan, apalagi diikuti pembatalan PTM Sekolah, padahal anak-anak memasuki jenjang yang baru, Mika ke SMP dan kak Reva ke SMA, belum lagi kekecewaan kak Belva dimana dia sudah kembali ke Kampus dengan semangat 45 malah bertemu lockdown lagi, sedangkan praktek medis baru setengah dikerjakan, dan harus menghadapi OSCE 2 semester secara online. Kemudian bisnis kami harus menghadapi PPKM darurat, benar-benar Ujian yang menguras tenaga dan pikiran, padahal saat ini kami harus menghadapi tuntutan Pajak juga, Subhanallah. Kami hanya bisa pasrah dengan keadaan ini, tugas kami sebagai muslim yang beriman wajib ikhlas dan sabar dalam menjalani semua takdir yang Allah berikan. Dan kewajiban selanjutnya adalah tetap semangat dan berusaha menemukan cara untuk Survive, entah bagaimana caranya, harus bisa. Semoga pandemi ini segera berakhir, bagi yang sakit segera diberikan kesembuhan dan yang meninggal diberikan husnul khotimah..aamiin. Allah Maha Besar dan Maha Mengetahui yang terbaik bagi hambaNya, akan ada hikmah dibalik setiap Ujian yang diberikan. Dan Semoga kita semua senantiasa terus bersabar dan mensyukuri setiap Karunia-Nya sekecil apapun, agar selalu sehat dan tetap semangat.

Subhanallah, Ayah dan Ibu Positif Covid


.اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، والجُنُونِ، والجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأسْقَامِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit yang buruk.”

Malam ini [22/06/21] Ibu mengabarkan melalui WA jika hasil Swab PCR adalah positif untuk beliau berdua. Innalillahi, antara bingung dan sedih, tapi juga siap menerima berita ini. Ibu melanjutkan kabar jika Gejala yang Ayah dan Ibu derita dalam kategori Ringan, hanya membutuhkan Isoman di Rumah. Mungkin karena RS penuh, karena lonjakan pasien Covid sedang gila-gilaan saat ini, dan dokter juga menyarankan untuk itu. Segera saya minta hasil laborat untuk sharing ke kakak yang kebetulan dokter untuk meminta advice apa yang harus dilakukan. Melihat hasil tersebut, kakak hanya menyarankan Isoman, menyiapkan semua amunisi vitamin D, C dan E, Telor Kampung Rebus dan Susu Bear Brand setiap hari, tak lupa perbanyak konsumsi buah-buahan, balur badan dan hirup kayu putih dan rutin minum Jahe Anget serta Madu. Saya visit untuk berkirim makanan dan obat-obatan ke rumah Ayah hanya sampai teras depan rumah saja, memastikan beliau berdua isoman dengan nyaman, semoga Allah Azza Wa Jalla segera memberikan kesembuhan seperti sediakala..aamiin.

Ayah dan Ibu sebenarnya sudah suntik vaksin, namun untuk yang kedua memang baru saja dilaksanakan. Ayah sudah dalam kondisi batuk dan Ibu menunda suntikan kedua karena sedang drop juga. Di rumah Ayah ada keponakan, anak dari adek saya yang sudah meninggal dan hidup bersama Ayah dan Ibu, yang dua minggu lalu juga batuk cukup parah hingga sedikit kehilangan penciuman, tapi saat itu tidak melakukan swab. Kemungkinan pertama tertular dari keponakan yang kebetulan masih aktiv diluar karena sudah PTM Sekolah, meskipun seminggu sekali. Namun, saya berasumsi apakah bukan faktor dari suntikan Vaksin, karena kejadian terlalu dekat, otomatis dalam darah Ayah terdapat virus tersebut, meski dilemahkan. Entahlah..sekali lagi saya orang awam. Dan di perumahan Ayah dan Ibu, dimana termasuk perumahan orang-orang Lansia yang mendapat Vaksin, saat ini dalam kategori Zona Merah, karena banyak penduduk yang terinveksi Covid.

Saat saya menulis, ini adalah hari ketiga, sejak kemarin badan saya juga terasa tidak enak, sedikit serik ditenggorokan dan bersin meski jarang-jarang. Saya juga sempat mengantar keponakan saat mengambil raport di Sekolahnya. Hmm..hari ini saya berencana Genose, tapi kaki pak Suami sedang kambuh radangnya. Sementara anak-anak jaga jarak dengan si Mama. Saat ini saya dan pak Suami sama-sama sedang mengkonsumsi obat golongan Steroid yang merupakan salah satu obat Covid dengan gejala sedang, karena menderita radang, meski beda jalur, saya radang kulit, pak Suami radang tulang. Semoga hari ini bisa Genose, sehingga psikis saya tidak semakin memperburuk keadaan. Apapun hasilnya, mari kita nikmati saja. Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk kita. Alhamdulillah ala kulli hal, in syaa Allah.

Kembali ke Kampus bareng Sienta

“Each time you try something for the first time you will grow-a little piece of the fear of the unknown is removed and replaced with a sense of empowerment.” -Annette White

Siang ini, pk 14.00 kami bertiga kak Belva, Mama dan Papa berangkat menuju Jogja. Kali ini mengendarai Mobil baru tapi bekas sebagai kendaraan kakak untuk keperluan Kampus dan aktivitas lainnya. Setelah menempuh latian Setir Mobil 10jam sekalian membuat SIM A sekaligus SIM C kak Belva semakin berani mengendarai roda 4 di jalanan. Berangkat dari Sidoarjo melalui Tol, kak Belva mampu sampai di Ngawi saja, sedikit tegang hingga tangan merasa cukup lelah, selanjutnya Papa dibelakang kemudi, hal ini juga karena hari sudah senja, takut jika kemalaman di jalan, sedangkan kami belum mencari hotel untuk menginap. Sampai dikosan kakak sudah malam, sekitar jam sembilan. Kosan masih sangat sepi, karena mahasiswa juga sedang pembelajaran Daring, hanya anak FK yang masuk bergantian, terutama yang sudah Skripsi dan membutuhkan Praktek Medis. Alhamdulillah, kamar depan kakak yang anak FK juga sudah datang, sehingga kakak tidak merasa sendirian. Setelah selesai kami langsung meluncur menuju Hotel yang terdekat, ternyata penuh juga, mencari lagi agak jauhan. Yasudah, yang penting bisa istirahat.

Agenda pagi ini, kami mengantarkan kakak untuk Swab antigen, sebagai syarat kuliah offline di kampus. Kami mencari lab yang bisa drive thru, dan tak jauh dari kosan kami menemukannya. Swab antigen tidak terlalu mahal dibanding PCR, dan harganya bervariasi. Kemarin kak Belva di Intibios Lab Jogja, sebesar 180k. Kami berdua tidak pernah merasakan swab, dan sama sekali tidak tertarik, jika bukan karena tuntutan fakultas mungkin tidak akan swab. Kesan kak Belva, katanya biasa saja, tapi kami yang liat berasa tidak nyaman saja, mendadak ingin bersin..hiks.

Sembari menunggu hasil yang katanya maksimal satu jam, kami bertiga berkuliner ria. Setelah berputar-putar, RnB Grill lah pilihannya. Melihat tampilan luarnya, seperti kafe mahal beraliran western, karena si Papa dan kak Belva lebih seneng steak, baiklah kita coba. Hmm..saatnya memilih menu, dengan rasa takjub dan sedikit kecewa, harganya bikin lumanyun, meski banyak pilihan, baik steak, grill, pasta, burger dkk. Akhirnya kak Belva dan si Papa memilih fetucini [seperti yang saya sering masakin dirumah..duh], kemudian burger untuk saya. Menu ini paling masuk akal harganya, sedikit mahal tapi besar porsinya. Cukup sekali dan terimakasih makan ditempat ini, mending beli Gudeg tadi..hiks.

Selesai makan siang, kami mengantar kak Belva kembali ke kosan. Di perjalanan hasil swab keluar, Alhamdulillah Negative, prosedur lanjutan kak Belva harus stay at kosan selama seminggu baru boleh masuk Kampus. Saya dan pak Suami bergegas ke Stasiun, untuk tes Genose sebagai syarat naik KA. Baru pertama kali saya pulang Jogja naik KA, sekalinya malah di era Covid ini. Alhamdulillah hasil kami berdua Negative, dan kamipun menunggu sejenak untuk kedatangan Kereta yang akan membawa kami kembali pulang ke Sidoarjo. KA Sancaka sangat sepi, di gerbong kami terisi hanya sekitar 10 orang. Di Gerbong lainpun sama, kami mendapatkan Masker dan Tissue basah gratis dari KAI. Sampai Stasiun Gubeng tepat waktu pk 21.00, dan meluncur ke rumah naik Bluebird cukup mahal, 100k, tadi dari kosan kakak juga sekitar 90k. Sancaka sendiri untuk Eksekutif 190k, ditambah Genose 30k/orang. Duh, lumayan juga ongkos PP Jogja kalo naik KA.

Alhamdulillah, kami sampai rumah dengan selamat. Mobil baru tapi bekas sudah ngendon di kosan kak Belva, semoga berkah dan bermanfaat. Selama pandemi ini riwa -riwi lebih aman naik mobil, semakin tinggi tingkat mobilitas kakak, kami merasa lebih safety jika bawa mobil, persiapan juga buat Koas, selesai S.ked nanti. Ya Allah, lindungilah kak Belva selama berada jauh dari kami, jauhkan dari segala penyakit dan marabahaya..aamiin.

Danica Reva for Smanisda, Alhamdulillah

“If you want to be proud of yourself, then do things in which you can take pride.” – Karen Horney.

Jumat pagi ini [07/05] tepat pk 08.00 kami bertiga, saya, si Papa dan kak Reva sudah standby di depan laptop dan website ppdb Jatim 2021. Hari ini terjadwal pengumuman hasil seleksi SMA Negeri se Jawa Timur melalui Jalur Prestasi yang termasuk dalam tahap 1 penerimaan siswa baru tahun ajaran 2021/2022. Semalem tidak nyenyak tidur, bahkan seharian sebelumnya kondisi badan drop, pusing dan mual, underpressure tak karuan. Meski si Papa terus menerus meyakinkan bahwa kak Reva akan diterima tapi saya belum bisa lega, masih terus deg-degan, memang untuk urusan Sekolah si Papa lebih woles daripada si Mama ini. Setelah berhasil masuk website ppdb Jatim kabupaten Sidoarjo, kak Reva mulai mengetikan nomer NISN dan PIN yang kemudian terbukalah hasilnya, kami memekik tertahan, Alhamdulillah..Allahu Akbar, kak Reva diterima SMA Negeri 1 Sidoarjo, SMA favorit nomer wahid di kota kami. SMA impian hampir seluruh siswa SMP se kabupaten, termasuk kak Belva dulu, namun nasib berkata lain, kak Belva diterima di pilihan kedua yaitu SMA 1 Taman dengan sistem ppdb yang berbeda, kak Reva melalui jalur prestasi dengan sistem online, kak Belva masih bersaing melalui gabungan nilai UN dan hasil TPA dengan sistem offline. Alhamdulillah kak Reva memiliki keberuntungan yang tinggi, tentunya hasil kerja keras di bidang non akademis, juga rerata nilai raport yang termasuk tinggi untuk statusnya sebagai Atlet yang sering meninggalkan bangku Sekolah. Sejak dulu kak Belva 100% fokus di akademis, bahkan sejak kelas 1 hingga 6 selalu menjadi juara kelas, namun ternyata hasil Unas SD tidak meraih 10 besar, begitupun saat SMP selalu ranking 1 tapi nilai UN turun di peringkat 5, alhasil dia harus ngoyo di TPAnya, agar nilai bisa maksimal masuk SMA pilihan pertama yaitu Smanisda, kembali lagi takdir Allah membawanya masuk SMA pilihan kedua dan berada di kelas akselerasi, sehingga dia lulus lebih cepat dan sekarang sudah kuliah FK semester 6. Takdir kak Reva berbeda, meski secara akademis dibawah kak Belva, apalagi sejak SD sudah disibukkan dengan jadwal latian dan pertandingan, namun justru selain sebagai peraih 10 besar USBN di SD hingga mendapatkan Beasiswa di SMP Raudhatul Jannah, naik ke jenjang SMA pun bisa diterima SMA terfavorit melalui jalur prestasi. Allah Maha Besar, melihat perjuangan kak Reva yang berat, Allah memberikan hadiah dan kebanggaan yang terbaik untuk kak Reva.

Ppdb Jatim SMA/SMK 2021 ini merupakan pengalaman baru buat saya, dibilang ribet tidak juga, hanya perlu teliti benar dengan jadwal karena disaat ada prosedur yang terlewat dari tanggalnya, maka tidak bisa lagi mengikuti secara keseluruhan, itu artinya tidak bisa lagi mendaftar ke SMA/SMK Negeri, dan kasus ini banyak sekali terjadi, bisa dibayangkan jika orang tua gaptek ditambah siswa yang acuh tak acuh dan kurang mandiri, belum lagi soal zonasi, maka masuk Sekolah Swasta menjadi pilihan. Sama seperti awal kak Reva memilih SMA, karena terhalang zonasi maka kami memutuskan lanjut ke SMA Raudhatul Jannah, dengan alasan kenyamanan, ketersinambungan kurikulum dan terpenting dekat rumah, bahkan kak Reva sudah observasi dan diterima. Namun tidak dengan si Mama, saya ingin kak Reva keluar dari Zona Nyaman, apalagi setelah saya banyak konsultasi dengan orang-orang Panahan yang mengandalkan Jalur Prestasi untuk melanjutkan Sekolah hingga Universitas. Syarat utama dalam memanfaatkan Japres adalah Akreditasi Sekolah harus A, dan SMA Raudhatul Jannah belum mencapainya karena masih sangat baru. Pertimbangan lain, kak Reva harus belajar beradaptasi dengan beragam perbedaan di Sekolah Negeri sebagai persiapan ke Universitas nanti. Selain itu faktor financial, jelas Sekolah Negeri jauh lebih hemat daripada Sekolah Swasta, meskipun SMA Raudhatul Jannah sudah siap memberikan fasilitas Beasiswa untuk uang Pangkalnya, tidak dengan SPP, Uang Kegiatan dll yang lumayan rupiahnya. Dan yang tidak kalah penting, kak Reva bisa lebih fokus untuk mencetak prestasi terbaiknya di Panahan, dengan konsisten latian tanpa sibuk memikirkan belajar SBMPTN dengan memanfaatkan Jalur Prestasi ke Universitas Negeri, selain berharap pada Jalur Undangan raport tentu saja.

Prosedur PPDB Jatim 2021 ini, semua diawali dengan Pra Pendaftaran untuk mendapatkan PIN a.k.a No Identitas Siswa sebagai tiket untuk mendaftar ke SMA/SMK di Kota/Kabupaten masing-masing. Dengan no PIN ini setiap siswa memiliki kesempatan mendaftarkan diri melalui berbagai Jalur, salah satunya Jalur Prestasi. Pra Pendaftaran ini diawali dengan Entry Nilai Raport oleh Sekolah, jauh-jauh hari saya rajin sekali berkomunikasi dengan pihak SMP Raudhatul Jannah untuk memastikan Sekolah sudah memasukan nilai raport semester 1 hingga semester 5 ke website ppdb Jatim 2021, jangan sampai terlewat dari tanggal 5 – 10 April 2021. Tahapan berikutnya adalah verifikasi nilai raport oleh siswa, dikerjakan dalam 4 hari, kebetulan semua tahapan Pra Pendaftaran saya semua yang mengurusi karena kak Reva disibukan oleh Personal Project sebagai syarat kelulusan, juga latian di bulan puasa, tentu sangat berat. Saya cocokan semua nilai dengan raport kak Reva dan memang banyak ketidaksamaan data, sebagian lebih rendah namun lebih banyak yang ketinggian, harusnya enak ya, tapi tidak beranilah, harus jujur sesuai raport karena ini nanti akan ada verifikasi ulang saat diterima, kami percaya ketidakjujuran akan membawa kehancuran, karena tidak mendapatkan keberkahan Allah. Setelah melakukan pembetulan nilai raport, dikembalikan lagi ke pihak Sekolah untuk dikoreksi ulang, setelah selesai, maka PIN bisa diunduh, nilai rerata raport gabungan antara nilai rata-rata dengan akreditasi Sekolah, semua by sistem, Alhamdulillah kak Reva masih mencatatkan nilai 86.480, nilai ini bisa juga digunakan untuk mendaftar di Jalur Prestasi Raport, karena diatas 85. Tapi kami mencoba peruntungan di Jalur Prestasi Lomba non Akademis terlebih dahulu, di Tahap 1.

Dua minggu setelah mendapatkan PIN, pendaftaran SMA/SMK tahap 1 dibuka, tepatnya tanggal 3 – 4 Mei, memang hanya 2 hari, karena tahap ini hanya menyediakan Kuota 25% saja dan dibagi 3 jalur, untuk jalur affirmasi sekitar 15% yaitu anak buruh, kurang mampu dan disabilitas, 5% orangtua pindah tugas, dan 5% untuk jalur prestasi lomba, yang masih dibagi lagi antara jenis lomba akademis dan non akademis. Selain itu ada tahap 2 yaitu zonasi dengan kuota 50% dan tahap 3 jalur nilai raport sebesar 25% dari pagu Sekolah yang ada. Jadi jika Jalur Prestasi Lomba hanya bisa menampung sekitar 10 anak saja, itupun dibagi antara akademis dan non akademis, bisa bayangkan rapatnya persaingan yang membuat saya mulas..hiks. Untuk proses Pendaftaran ke SMA tujuan kak Reva melakukannya sendiri under supervisi si Mama tentu saja, kak Reva menginput semua Sertifikat Prestasi Panahan satu persatu, sebanyak 7 buah Sertifikat Juara 1 hingga 3, mulai level Kabupaten, Provinsi hingga Nasional, Alhamdulillah lengkap dan skornya lumayan tinggi. Pemeringkatan Jalur Prestasi Lomba baik akademis maupun non akademis ini, berdasarkan (1). Total Skor Sertifikat, dimana tiap even memiliki Skor berbeda-beda, dan semua sudah ada ketentuannya, (2). Rerata Raport Gabungan dan (3). Usia calon peserta didik. Kami sepakat bahwa kak Reva akan ke SMA Negeri 1 Sidoarjo selain karena paling TOP di Sidoarjo juga karena letaknya bersebelahan dengan lapangan Jenggolo dimana kak Reva selama ini latian Panahan, apalagi sejak masuk Team Puslatkab, jadwal latian akan digeber setiap hari, dengan pertimbangan efisiensi waktu belajar di Sekolah, tidak ijin terlalu banyak memotong jam pelajaran, setiap pulang Sekolah jalan kaki menuju lapangan, diharapkan akan tercipta keseimbangan Akademis dan Non Akademisnya. Prosedur selanjutnya 4 – 6 Mei dilakukan verifikasi dan validasi data oleh Sekolah yang dituju, dan terakhir 7 – 8 Mei pengumuman hasil Penerimaan.

Alhamdulillah semua tahapan telah dilalui dengan baik, lancar tanpa drama, kak Reva pun sudah resmi diterima di Sekolah terbaik dan bergengsi, SMA Negeri 1 Sidoarjo, Ma syaa Allah Tabarakallah. Tinggal menunggu saatnya daftar ulang di tanggal 14 – 19 Juni dan menyiapkan segala kebutuhan Sekolah. Terimakasih ya Allah atas segala Karunia-Mu yang begitu besar untuk kak Reva dan keluarga kami. Hadiah terbaik hadir di hari baik di bulan suci Ramadhan, sungguh kami merasa sangat beruntung. Semoga kak Reva di jenjang SMA nanti mendapatkan ilmu yang berkah dunia dan akheratnya, juga semakin shalihah dan berprestasi..aamiin.

Puslatkab Sidoarjo 2021 menuju Porprov Jatim 2022

“Decisions are the hardest thing to make, especially when it is a choice between where you should be and where you want to be.”

Selasa [16/03] pagi ini, tepat pk 14.00 kak Reva sudah sampai di lapangan Jenggolo untuk mengikuti Puslatkab sebagai persiapan menuju Porprov Jatim 2022. Hari ini adalah hari kedua, setelah pembukaan resmi di hari Minggu pagi kemarin di lapangan dimana kak Reva latian rutin bersama Club Paser. Tahun ini merupakan tahun kedua kak Reva mengikuti Puslatkab, jika sebelumnya Porprov 2019 dia memperkuat Team Recurve Putri, di 2022 nanti kak Reva bersama Team Compound Putri, in syaa Allah.

Sekitar sebulan lalu Coach sudah sounding masalah Puslatkab yang diagendakan setahun sebagai persiapan Porprov 2022, cukup lama dibanding tahun 2019 yang hanya 6 bulan, karena memang target yang diinginkan juga lebih tinggi, jika Porprov 2019 Panahan Sidoarjo menduduki peringkat 4, kali ini bisa naik rangking diatasnya, dengan target 6 Emas, 3 Perak dan 3 Perunggu.

30 nama Atlet dari 3 divisi putra dan putri telah dipanggil untuk mengikuti Puslatkab yang akan diselenggarakan mulai 14 Maret 2021 hingga perhelatan Porprov 2022 digelar. Diawali dengan Upacara dan pengarahan oleh Coach serta Ketua Perpani kemudian dilanjutkan tanda tangan bermaterei yang menyatakan kesanggupan mengikuti semua aturan main yang ditetapkan di Puslatkab ini.

Orangtua atau Wali Atlet juga tidak ketinggalan untuk dimeeting selain Atlet tentunya, karena bagaimanapun keberhasilan Atlet dan Program Puslatkab tidak lepas dari support Walet dalam mendukung kesuksesan dalam hal non tehnis tentu saja, seperti kedisiplinan hadir dalam latian juga kesehatan Atlet wajib terjaga. Sebenarnya kami sebagai orangtua sangat mendukung Puslatkab diadakan jauh hari tapi mengapa tepat seminggu sebelum Ujian Sekolah dilaksanakan, terutama saya dan kak Reva, karena perijinan cukup sulit dan itu wajib disepakati. Kami mengerti jika Atlet sudah dijamin dengan Japres untuk masuk Sekolah Negeri dimanapun, namun ambisi kak Reva untuk mempertahankan 10 besar di Sekolah memiliki Prestige tersendiri. Ya sudah, Bismillah saja semoga kak Reva dapat mempersembahkan yang terbaik untuk Ujian Sekolahnya..aamiin.

Jadwal yang sudah tertera sementara ini Maret – Desember dilaksanakan tiap Selasa, Rabu dan Minggu pagi, diluar itu ada jadwal Club tiap Kamis, Sabtu dan Minggu, berarti Minggu pagi Puslatkab dan Minggu sore latian Club, bisa bayangkan lelahnya kak Reva. Dan Desember terjadwal Degradasi pertama, berikutnya di Januari hingga Juni 2022 terjadwal setiap hari latian Puslatkab hingga scedule Porprov tiba. Sekarang yang perlu direncanakan dengan baik adalah mencari Sekolah SMA untuk kak Reva yang terbaik, dalam arti mau bekerjasama saling mendukung kelancaran program Puslatkab ini. Saat ini masih mengajukan bargaining dengan SMA Raudlatul Jannah dimana kak Reva mulai toddler bersekolah disana, selain Beasiswa tentunya. Alternative kedua adalah SMA 1 Sidoarjo, yang lokasinya bersebelahan dengan lapangan Jenggolo dimana Puslatkab diadakan setiap harinya. Semoga Allah memberikan petunjuk Sekolah terbaik yang di Ridhoi-Nya, salah satu diantara keduanya..aamiin, in syaa Allah.

Kembali ke Jogja demi Sempro

“Nothing in life is to be feared, it is only to be understood. Now is the time to understand more, so that we may fearless” – Marie Curie

Sabtu [30/01] pagi ini, kami bertiga berangkat ke Jogja, untuk urusan kak Belva bertemu dosen pembimbing demi proposal Sempro yang ingin dia selesaikan lebih cepat. Jika selama ini kami sebagai sarjana ekonomi mengenal Skripsi berbeda dengan kedokteran yang menggunakan istilah Sempro yaitu Seminar Proposal. Kak Belva baru saja memasuki semester 6, namun dia sudah mulai penyiapkan proposal sejak awal semester 5, dia ingin lebih cepat menyelesaikan Sempro, sehingga setahun berikutnya tinggal menjalani beberapa matkul dan praktek medis menjelang S.Ked di akhir semester 8.

Sejak Corona datang menyerang di awal tahun, bulan February kak Belva mulai kuliah daring hingga detik ini, sejauh ini masih bisa dilalui dengan baik, ujian blok masih stabil dihiasi nilai A dan ranking masih bertahan di tiga besar. Namun ada beberapa matkul seperti praktikum dan praktek medis yang keteteran dan terpaksa tidak dikerjakan sambil menunggu pandemi berakhir. Sembari menunggu kak Belva mengerjakan Sempro berbasis uji kuesioner karena kondisi Covid dia tak cukup berani melakukan penelitian. Qadarullah, kak Belva mendapatkan dosen pembimbing yang sudah lanjut usia dan beliau menginginkan bimbingan dengan tatap muka offline, itulah akhirnya kami memutuskan untuk mengantar kak Belva kembali ke kosan untuk melaksanakan bimbingan Sempro. Alhamdulillah, kediaman dokter pembimbing tidak jauh dari Kampus, sehingga kak Belva dan teman satu grup bisa lebih mudah riwa-riwi nya. Kampus sementara masih beraktivitas terbatas, sebelum PPKM diberlakukan, seharusnya kak Belva mulai kembali ke Kampus, start semester 6 ini dia bisa kuliah normal terbatas, hanya beberapa angkatan yang diprioritaskan, terutama 2016, 2017 dan 2018 yang mengerjakan Sempro serta Praktek Medis yang tertunda. Kak Belva berencana tinggal di Kosan sementara seminggu hingga dua minggu kedepan, jika selesai akan kembali ke rumah atau mungkin juga lanjut perkuliahan, bismillah saja yang terbaik selalu buatnya, in syaa Allah.

Kami tiba pk 11.00, jalanan masih sepi karena se Jawa Bali sedang menerapkan PPKM, PSBB versi baru, dimana terjadi pembatasan aktivitas masyarakat karena korban Corona meningkat. Jogja yang termasuk memiliki destinasi wisata favorite seperti melesu kembali, isu diluaran akan ada pemeriksaan swab/pcr, nyatanya los dol sampai Jogja, aman terkendali, Alhamdulillah. Seperti biasa kami mampir kuliner, ke beberapa tempat makan favorite kami, seperti Sate Balibul Solo, Selat Solo Tenda Biru, Waruh Jadah mbah Carik dan pusat oleh-oleh Djoe, dimana Lumpia dan pepes Bandeng favorite Eyangnya anak-anak dijual. Masih terus beradaptasi New Normal, tetap menjalankan Prokes dimanapun berada. Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan perlindungan untuk kak Belva dimanapun dia berada, dan semoga pandemi ini segera berakhir dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal seperti sediakala..aamiin.

Satu Emas, Satu Perak dan Satu Perunggu untuk Aduan Beregu di Turnamen Juanda Open

“Keberanian adalah saat kau tahu akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan merampungkannya, apapun yang terjadi”

Setelah menyelesaikan Porkab dan Kejurkab, Reva dan Mika masih harus menghadapi Juanda Open sebagai penutup turnamen di 2020 ini. Lelah pasti, tapi sebagai tanggungjawab, maka mereka harus tetap melaksanakan pertandingan. Hari Senin terjadwal kategori U-15, dimana Reva dan Mika akan bermain di divisi Compound dengan kategori Umur dibawah 15th, dan seperti yang sudah diperkirakan Mika menjadi peserta paling kecil. Seharusnya ada kategori U-12 tapi Coach ingin Mika mendapat Challenge lebih tinggi, karena Skill yang sudah mumpuni.

Kami berempat berangkat ke Lapangan Puspenerbal tepat pk 06.30 dan sampai disana pk 07.15, kami tidak ingin terlambat, karena pk 08.00 pertandingan akan segera dimulai. Dengan peserta yang cukup banyak, karena memang kelas Provinsi, antar Club se Jatim. Club Paser dimana Reva dan Mika berlatih, mengirimkan atlet divisi Compound U-15 ini sebanyak total 7 orang, Laki 4 orang dan Perempuan 3 orang. Dimana nantinya ada 2 pertandingan, yaitu Babak Kualifikasi di pagi hari, dan Babak Eliminasi Perorangan setelah Ishoma. Untuk Beregu, hanya berdasarkan score total perorangan atlet yang terdaftar dalam Beregu.

Pagi ini Senin [23/12] Mika meski sedikit insecure karena setelah pandemi kurang latian, apalagi untuk kategori U-15 dia harus menembak jarak 40mt, sedangkan turnamen Porkab Mika cukup dengan jarak 30mt, dan Kejurkab di jarak 50mt. Kekacauan jarak ini ditambah dengan perbaikan tehnik yang baru dilakukan juga. Berbeda dengan Reva yang sudah cukup matang secara Mental, meski score belum maksimal namun Reva cukup percaya diri.

Babak Kualifikasi segera dipertandingkan dengan 2 sesi masing-masing 6 seri. Sesi pertama Mika berhasil mencatatkan 309 berada di ranking 9, dan Sesi kedua berhasil mencatatkan 312 dan berhasil bertengger di ranking 4, total sesi berada di ranking 5, Alhamdulillah. Dan Reva mencatatkan score sesi pertama 301 berada di ranking 13, sesi kedua 302 naik ke ranking 11, total sesi ada di ranking 12, Alhamdulillah. Meski keduanya tidak berhasil meraih Medali, karena memang secara kompetisi masih banyak atlet senior yang lebuh layak mendapatkan juara. Panahan adalah olahraga yang melihat ke dalam diri sendiri, atlet fokus pada goal setting masing-masing dan baik Reva maupun Mika telah mencapai 90% dari Goal Settingnya, Alhamdulillah.

Setelah ishoma kurang lebih satu jam, yaitu 12.00 – 13.00 pertandingan dilanjutkan kembali. Kali ini adalah babak eliminasi atau babak aduan, dimana para atlet yang berada di 16 ke atas akan melakukan aduan perorangan. Mika yang kebetulan berada di ranking 5 bertemu atlet ranking 9 dari Surabaya. Tidak berlangsung lama, Skor Mika bertahan diatas dan memenangkan pertandingan di babak 1/8 final ini. Mika melaju ke 1/4 final bertemu atlet nomer 3 dari Blitar. Meski sempat membalas, namun Mika terpaksa berhenti dibabak ini, wajar karena lawan Mika di atas kertas memang berada diatasnya. Namun disyukuri saja, Mika dan Team secara total skor berhak atas Medali Emas untuk kategori Aduan Beregu, Alhamdulillah.

Untuk Reva sendiri, agak sulit karena ranking dibawah akan selalu bertemu ranking atas. Reva posisi 12 harus berhadapan dengan ranking 5, seperti sudah diperkirakan tak ada pembalasan sedikitpun, Reva menyerah kalah..hiks. Reva memang belum matang tapi sudah bermain cukup bagus. Dari total skor Team atlet Paser Putri berhak mendapatkan Medali Perak untuk Beregu, Alhamdulillah.

Rabu [25/12], pagi ini Mika dan Reva terscedule mengikuti pertandingan Panahan untuk kategori Umum. Jika Senin kemarin untuk usia dibawah 15th, kali ini usia bebas, meski 30th juga boleh ikut serta, sebebas-bebasnya. Mika dan Reva mengeluh capek tapi Reva masih semangat, berbeda dengan Mika yang mentalnya belum matang, dengan skill tembakan 50mt yang masih perbaikan, membuat Mika merasa hari ini akan buruk hasilnya. Sejak awal saya keberatan Mika dan Reva, tapi karena salah satu walet menginginkan beregu dengan Mika, akhirnya Mika dipaksa ikut oleh Papa-nya, dan Reva juga didaftarkan untuk kategori Dewasa.

Pertandingan segera dimulai, Reva berada di sisi paling ujung Kiri dan Mika ada ditengah. Saya mendampingi Reva, dan papa mendampingi Mika. Sesi 1 dapat dillui dengan baik oleh Reva, skor cukup bagus, bahkan lebih baik dari skoring latian selama ini, berbeda dengan Mika yang skor turun drastis, seperti yang sudah diperkirakan.

Mika memang dalam masa perbaikan, selama ini dia berlatih dengan varian jarak yang berlainan untuk Porkab di 20mt, untuk Kejurkab di 50mt, di Juanda Open U-15 di 40mt dan Dewasa di 50mt, Mika seperti kehilangan jati diri, tehnik rusak berat, tembakan semburat dan berakhir Mika mogok ditengah pertandingan Sesi kedua, tepatnya Seri ke 4, 5 dan 6 tidak dia selesaikan. Hancur hati ini melihat Mika putus asa dan menangisi skornya yang memburuk, disaat itu pula kepala pusing dan badan kelelahan. Ingin menyalahkan si Papa karena terlalu ambisi, tapi apa gunanya, saya hanya menekankan, Mika jangan sampai dimarahi, dia juga tidak ingin seperti ini, Mika sangat lelah apalagi mental belum terbentuk dengan baik, Mika masih kecil dan harus bertanding dengan lawan yang sudah Dewasa, orangtua lah yang salah, kami yang salah. Mika harus segera direcovery baik fisik, mental dan tehnik bermainnya. Coach memberikan Mika untuk break 1 bulan karena Mika sangat kehilangan tehnik yang dia pelajari selama ini. Mika harus menemukan kembali semangatnya, masih panjang jalan karir buat Mika, jangan sampai putus asa ditengah jalan, kami sebagai orangtua juga harus banyak instropeksi diri, jangan terlalu berambisi hingga mengorbankan anak sendiri. Saya bukan tipikal orngtua ambisius, karena setiap anak adalah individu yang berhak menentukan nasibnya sendiri, tentunya dengan arahan dan dukungan dari orangtua dan lingkungan agar sukses di kemudian hari. In syaa Allah Mika dan Reva bisa lebih sukses lagi di dunia Panahan dengan tekun berlatih dan menambah jam terbang, in syaa Allah..aamiin

Tiga Perunggu dan Satu Perak di Turnamen Kejurkab Sidoarjo 2020

Busur dan anak panah ini adalah perpanjangan jiwa dan raga kalian. Bila pikiran kalian tenang, fokus, maka anak panah akan melesat lurus ke depan. Musuh terbesar seorang pemanah adalah dirinya sendiri.

– 3 Srikandi –

Porkab Sidoarjo 2020 baru saja selesai, dua minggu berikutnya Reva dan Mika harus menghadapi Kejurkab. Menjelang akhir tahun 2020 ini memang terjadwal Turnamen yang padat merayap, setelah Porkab dipertengahan November dilanjutkan Kejurkab diawal Desember, setelah itu Juanda Open telah menanti, dua minggu sebelum 2020 berlalu. Perbedaan dari Porkab dengan Kejurkab ini adalah pada panitia pelaksananya. Jika Porkab merupakan hajatan dari Disporapar atau Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, maka Kejurkab dilaksanakan oleh Perpani yang merupakan perpanjangan dari Koni. Untuk Peserta Porkab tahun ini dikhususkan untuk pelajar tingkat SD dan SMP yang berada di wilayah kabupaten Sidoarjo saja, berbeda dengan Kejurkab yang lebih luas, selain usia dibawah 21th [U-21], bebas dari Club mana saja, asalkan KTP dan berdomisili di Sidoarjo diperbolehkan mengikuti Turnamen ini.

Agenda Kejurkab dilaksanakan 3hari, seperti biasa Practice Day dihari pertama, Recurve Compound Putra Putri dihari kedua, dan terakhir Standart Bow Nasional Putra Putri dihari ketiga. Karena Mika Reva sudah dalam satu divisi, dan terjadwal hari yang sama memudahkan kami untuk mengawal, tidak seperti Porkab kemarin yang terpisah karena jenjang SD dan SMP berbeda harinya. Practice day dimulai selepas Sholat Jumat [4 Des], sekitar 2 sesi, mereka latian, dilanjutkan hari Sabtu [5 Des] para Atlet diwajibkan datang maksimal pk 08.00 untuk registrasi dan pemeriksaan Alat untuk semua Divisi. Mika dengan target 4A sedangkan Reva ada ditarget 2B. Peta persaingan berbeda dengan sebelumnya, untuk Compound Putra ada 6 Atlet, Compound Putri pun sama 6 Atlet. Dengan range usia Usia dibawah 17th, tertua SMA dan termuda SD kelas 6 SD. Para Atlet terjadwal 2 kali bermain, yaitu babak Kualifikasi kemudian setelah ishoma ada babak Eliminasi [Aduan].

Reva sebagai atlet ranking 4 di Sidoarjo, diatas kertas masih akan sulit mengalahkan 3 Atlet diatasnya, hanya berharap memiliki kemungkinan menang tipis di babak Aduan. Reva termasuk memiliki keberuntungan yang cukup bagus dibabak Aduan, dia dapat bermain cantik seperti saat Popkab 2018 lalu dan berhasil mengalahkan atlet nomer 2 dan 3, sehingga memperoleh Emas, saat itu Reva masih berada di divisi Recurve. Yach..siapa tau seberuntung itu di divisi Compound..hiks. Reva terlihat antusias mengikuti Turnamen Kejurkab ini, karena dia masih penasaran Skor yang tidak maksimal di Porkab kemarin, berbeda dengan Mika yang sangat ogah-ogah dan banyak Drama diawal setelah mengeluh kecapekan dan jarang latian di jarak 50Mt. Memang awalnya Kejurkab ini dikhususkan usia minimal 14th dan maksimal 21th, sedangkan Mika masih berusia 11th. Tetiba 4hari sebelum pertandingan, ada perubahan Usia, yaitu minimal 11th, Coach berharap Mika dapat ikut bertanding karena sudah mumpuni melawan atlet Senior. Namun Mika sangat komitmen dengan kesepakatan awal, itulah kenapa hingga detik terakhir, saat practice day dia ingin mundur. Saya berusaha keras merayunya, untuk menyelesaikan apa yang sudah dia mulai, apapun hasilnya itu belakangan, Mika memang merasa belum bisa bermain bagus seperti biasanya, selain vakum latian sejak Pandemi, dia sedang melaksanakan perbaikan tehnik, dan dia hampir tidak pernah menembak jarak 50Mt lagi karena fokus perbaikan dan turnamen Porkab yang hanya 30Mt saja.

Dan hasil babak Kualifikasi memang amat sangat parah untuk kedua atlet kesayangan ini. Mika hanya mencatatkan 224 dan 257 biasanya diatas 300 hingga 330. Memang keberuntungan Mika kali ini sangat besar, salah satu atlet yang diprediksi bisa menandingi Mika, tiba-tiba salah satu alat di Bow Compound-nya patah, dan tidak bisa dipakai untuk menembakkan Arrow, otomatis mundur dari pertandingan. Kasian, atlet yang usianya selisih 1th dengan Mika ini, harusnya memiliki kans besar untuk juara, melihat Mika main jelek sekali, karena selain mood juga skill belom kembali Normal. Untuk babak Kualifikasi Mika berhasil mendapatkan 3 perunggu, yaitu sesi 1, sesi 2 dan total sesi, Alhamdulillah.

Nasip yang sama juga dirasakan Reva, alat Compound-nya mendadak mrotoli satu persatu, mungkin kelelahan, setelah digeber turnamen sebelumnya..hiks. Reva sedih, terlihat matanya berkaca-kaca, latian tidak pernah absen, selalu semangat mencatatkan skor terbaik hingga 300, saat pertandingan mendadak jeblok parah, sesi 1 tercatat 269, sesi 2 hanya 190. Dan hasilnya seperti yang sudah diperkirakan, berada diranking 4, untuk babak Aduan selanjutnya Reva akan bertemu atlet nomer 5, sedangkan Mika lawan Bye, lanjut semifinal bertemu atlet yang menang di 1/4 final.

Semifinal digeber saat hujan deras, bertahan hanya 3 seri, karena kondisi semakin tidak memungkinkan, dengan posisi Mika unggul dan Reva masih tertinggal. Terpaksa aduan semifinal yang tersisa 3 seri dan final dilanjutkan Minggu [6 Des] pk 07.00 sebelum divisi Nasional bertanding.

Keesokan paginya, pk 08.00 pertandingan tunda, dilaksanakan. Reva sempat menyusul tapi akhirnya kurang beruntung, Reva kalah diperebutan Perunggu. Namun Mika berhasil melaju ke Final, setelah mengalahkan atlet nomer 2. Selanjutnya Final langsung digelar, dengan mudah Mika ditaklukan, karena memang diatas kertas Mika masih ranking 2 di Sidoarjo, sejak tahun lalu, tetap Alhamdulillah.

UPP dilaksanakan setelah pertandingan divisi Nasional selesai digelar. Mika mendapatkan total 3 Perunggu di babak Kualifikasi dan 1 Perak di babak Eliminasi, Ma syaa Allah Tabarakallah. Terimakasih ya Allah, atas Karunia-Mu, Mika yang awalnya ogah-ogahan, akhirnya mendapatkan keberuntungan dari hasil kerja kerasnya juga serta bagaimana dia berdamai dengan keadaan. Disaat lelah melanda, juga tehnik yang belum sempurna, tetap harus menyelesaikan tanggungjawabnya dengan mempersembahkan yang terbaik. Semoga Mika juga Reva dapat mencacatkan prestasi lebih baik lagi kedepan, dalam waktu dekat ini di turnamen Juanda Open..aamiin. In syaa Allah

Mengkoleksi Satu Emas dan Satu Perak di Ajang PORKAB Sidoarjo 2020

Success is no accident. It is hard work, perseverance, learning, studying, sacrifice and most of all, love of what you are doing or learning to do”

Pele

Ma syaa Allah Tabarakallah, Puji Syukur kami panjatkan kepada Allah Azza Wa Jalla yang telah memberikan Karunia-Nya untuk keluarga kecil kami, dua buah kemenangan Duo Atlet kebanggaan keluarga di ajang Porkab Sidoarjo 2020, Alhamdulillah. Satu Medali Emas untuk adek Mika di divisi Compound Putra [tingkat SD] dan Satu Medali Perak untuk kak Reva di divisi Fita Compound Putri 50M [tingkat SMP].

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata yang disingkat dengan Disporapar mulai membuka turnamen tahun ini untuk pertama kali di penghujung tahun 2020. Ditengah pandemi yang masih membayangi, turnamen PORKAB 2020 digelar dengan peserta pelajar tingkat SD dan SMP. Di tahun lalu turnamen yang diadakan adalah POPKAB tapi dengan peserta tingkat SD hingga SMA, sebagai seleksi POPDA Jatim. Kemungkinan Popkab diganti dengan Porkab mungkin karena pembatalan agenda Popda di tahun ini, yang seharusnya digelar di Sidoarjo sebagai tuan rumah. Selain peserta yang hanya SD dan SMP, pengurusan seluruh kebutuhan pendaftaran siswa wajib dilakukan oleh Guru Sekolah yang bersangkutan. Kepanitiaan juga diubah menjadi 50% Guru dan 50% pengurus Cabor, misalnya Perpani untuk Panahan. Dua hari menjelang pertandingan, tepatnya Sabtu [21/11] organisasi Guru Olahraga SD kecamatan Waru mengadakan ceremonial pelepasan Atlet, selain memberikan motivasi juga membagikan uang saku, jangan dilihat nilainya namun perhatian yang luar biasa buat para Atlet akan berjuang membawa nama Sekolah dan Kecamatan. Jika dulu kak Reva mendapat 50k, adek Mika ada kenaikan, yaitu 70k, Alhamdulillah.

Senin [23/11] adek Mika terjadwal bertanding lebih dulu, sedangkan kak Reva masih besok Selasa. Pertandingan kali ini tidak terlalu berat buat adek Mika, di atas kertas, jelas paling unggul dan Emas kemungkinan besar pasti diraih, in syaa Allah. Selain peserta khusus tingkat SD, rata-rata masih yunior dibanding adek Mika yang tahun lalu saja sudah mengalahkan kakak-kakak SMP – SMA di ajang Popkab 2019. Namun olahraga Panahan, bukan tentang mengalahkan lawan, tapi pada pencapaian Diri Sendiri, yang harus mencatatkan Score terbaik sesuai Goal Setting. Tahun lalu adek Mika mencatatkan Score 330 untuk jarak 50M, untuk Goal Setting saat ini berlaku sama namun dengan jarak 30M, dan saat pertandingan di Lembang, telah mencatatkan Score 340an untuk jarak 30M.

Pagi pk 08.00 kami tiba dilapangan dan sudah penuh peserta, Ustadzah Sekolah dari SDI Raudlatul Jannah dan koordinator kecamatan Waru juga sudah hadir lebih awal. Setelah melakukan registrasi dan cek peralatan, maka tembakan percobaan segera dimulai, hanya 2 seri saja. Alhamdulillah peserta cukup banyak dan antusias, apalagi kali ini banyak pendukung yang hadir, baik dari Sekolah, maupun Kecamatan. Bu Is dan Ustadzah Eka, sangat sabar menunggu pertandingan hingga selesai, beliau berdua optimis adek Mika akan jadi Juaranya, dan Satu Emas dapat dipersembahkan untuk Kecamatan Waru. Tak kalah semangat, Akung dan Ochi-nya anak-anak juga hadir sebagai supporter setia disetiap pertandingan kedua cucu atlet keluarga.

Babak kualifikasi segera dimulai, dengan 12 Seri dibagi dua Sesi, peserta harus menembakkan 72 anak panah. Sesi pertama adek Mika mencatatkan Score 317, kurang maksimal, tapi karena sejak Pandemi Covid, anak-anak jarang berlatih, hampir 6 bulan vakum, dan hanya 2 bulan latian langsung turun dalam pertandingan, wajar hasilnya seperti ini. Score inipun yang tertinggi di Sesi pertama. Selepas istirahat, peserta mulai lagi Sesi kedua, kali ini naik 3 poin, adek Mika menyelesaikan babak kedua dengan score 320, Alhamdulillah score total 637.

Ma syaa Allah Tabarakallah, sesuai prediksi adek Mika tampil sebagai juara 1 untuk divisi Compound Putra tingkat SD jarak 30M. Lega rasanya, adek Mika yang selama pertandingan banyak mengeluh panas, capek dan lainnya, mendadak bangga dan bahagia, lelah itu seperti hilang karena terbayang Medali Emas yang akan menambah koleksinya, Alhamdulillah. Setelah berfoto ria, kami segera pulang, jadwal berikutnya ada divisi lain yang akan bertanding.

Selasa [24/11] pagi ini pk 07.30 kami sudah hadir dilapangan, kali ini ganti kak Reva yang akan bertanding, sesuai kesepakatan bahwa kak Reva dan adek Mika tidak saling support dilapangan, tapi dari rumah senantiasa saling mendoakan. Ustadz Antok dari Sekolah Raudlatul Jannah sudah hadir lebih pagi dan siap mendampingi Reva hari ini. Alhamdulillah divisi Compound terjadwal pagi, tidak terlalu panas, namun cukup panas juga cuaca, sedangkan sore rawan sekali hujan.

Peta persaingan kak Reva juga bisa dibilang ringan, dengan 3 Atlet jelas Auto Win untuk ketiga peserta, namun kak Reva ingin fokus mencapai Goal Settingnya, yang cukup tinggi yaitu 310, yang artinya dia menginginkan Medali Emas, karena di tahun lalu, Popkab 2019 dia sudah mengkoleksi Perak. Score Goal Setting sudah pernah terlampaui saat latian, dan wajar jika kak Reva berharap menjadi Numero Uno. Sesi pertama kak Reva kurang maksimal, semacam underpressure karena target yang dia pasang, tembakan menyebar tidak sesuai latian, Score tercatat *hanya* 283 saja. Kak Reva sedih, dia merasa kurang klik dengan Bow-nya kali ini.

Selesai istirahat, sesi kedua mulai dipertandingkan, dan hasil akhirnya Score kak Reva naik 6 poin, yaitu 289. Di sesi kedua ada peningkatan, namun belum juga maksimal, malah terjadi sedikit kerusakan alat pada Bow, bukan sesuatu yang penting, tapi cukup mengacaukan konsentrasi dalam menembak. Alhamdulillah saja ya kak kondisi pandemi membuat kak Reva dan adek Mika nge Freeze latian, dirumah juga malas-malasan. Score kak Reva masih lebih baik dari tahun lalu, ada peningkatan cukup signifikan, hanya memang harusnya bisa lebih baik seperti saat latian. Ma syaa Allah Tabarakallah, tetap bersyukur kak Reva masih mempertahankan Medali Peraknya, Alhamdulillah.

Porkab 2020 selesai sudah ditunaikan, Satu Emas dari adek Mika dan Satu Perak dari kak Reva dipersembahkan untuk Kecamatan Waru dan Sekolah Raudlatul Jannah, Alhamdulillah prestasi yang membanggakan untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan Sekolah. Di awal bulan Desember telah menunggu turnamen Kejurkab yang diselenggarakan oleh Perpani Sidoarjo, untuk peserta minimal SMP, kali ini adek Mika tidak diikutkan, meski Skill sudah mumpuni namun prioritas untuk kakak senior terlebih dahulu. Adek Mika fokus ke pertandingan Juanda Open di akhir bulan Desember. Terimakasih ya Allah, berikanlah anak-anak kami kesehatan dan semangat juang yang tinggi untuk meraih Prestasi yang lebih gemilang dimasa depan..aamiin.

Happy 24th Anniversary Dea Wijaya Toserba [ 06/10/96 – 06/10/20]

“Strength does not come from winning. Your struggles develop your strengths. When you go through hardships and decide not to surrender, that is strength”.

Di ulang tahunmu yang 24th, kamu harus menanggung begitu besar permasalahan akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir setahun. Sedih rasanya melihat kamu bergeletak lemah tak berdaya kekurangan Cashflow akibat jatuhnya penjualan hampir 50% bahkan lebih. Anakmu Candela sedang sakit parah, membuat dirimu juga semakin tersiksa. Beberapa aset telah terjual, karyawanpun semakin sedikit tersisa untuk dapat bertahan ditengah Ujian.

Berusaha terus memompa penjualan agar cashflow dapat berjalan lancar, selain menjual aset dan penghematan. Kami mencoba membuka Bazar Murah di depan Toko, siapa tau bisa memancing orang melihat bahwa harga kami termurah dipasarnya. Apapun kami lakukan, promosi online, offline, semua kami kerjakan, untuk menyelamatkan Dea Wijaya. Alhamdulillah anak kedua, Baby Dea berhasil survive, penjualan semakin bagus karena pola konsumen berubah sejak psbb ditetapkan, terlalu jauh Dea Wijaya dijangkau, maka Baby Dea sebagai jujukan alternatifnya. Terkesan kanibalisme namun lebih baik daripada diperebutkan oleh Indo Alfa.

Ya Allah, beri kekuatan Dea Wijaya Corporate untuk dapat survive dalam menjalani Ujian Maha Dahsyat ini, berikanlah kelancaran dan keberkahan Rezeki, agak kami tidak lagi melakukan pengurangan karyawan yang sudah tinggal sedikit ini. Ampunilah segala kelalaian kami dalam bermuamalah dalam perdagangan yang menyebabkan Engkau tidak Ridho, dan membuat kami makin terpuruk. Bantu kami membenahi semua kelemahan perusahaan, agar kedepan kami akan kembali berjaya..aamiin.

In syaa Allah