Officially Expired, 5 years only used for 15 days

“Sometimes we can’t let go of memories, because they are constant reminders of a great story that we never expected to end”

Tak terasa lima tahun berlalu, Visa Amerika adalah Visa pertama yang nampang di Paspor yang pertama kali juga kami miliki ini, per tanggal 20/03/2019 telah resmi kadaluarsa. Amor Royalty Frisian Flag Indonesia adalah titik awal bagi toko kami Dea Wijaya mulai menerima rewards setiap tahunnya. Allahu Akbar, Allah memberikan hadiah yang tidak kami bayangkan sebelumnya, bermimpi-pun tidak pernah akan menginjakkan kaki di negara Adidaya, seperti Amerika Serikat, apalagi ditambah Canada. Sungguh kami hanya niatkan bekerja dengan baik dan halal untuk mencari keberkahan didalamnya. Amor Royalty pertama inilah yang memaksa kami untuk membuat Paspor untuk pertama kalinya, setelah itu hadir Amor kedua ganti benua Eropa (Spain – Porto), Amor ketiga benua Asia (Jepang), Alhamdulillah untuk Amor keempat akhir April sudah terscedule menuju Dubai, in syaa Allah.

Perjalanan Amor Royalty pertama ke USA – Canada ini kami lakukan di pertengahan April 2014, dimana Visa USA dan Canada sama-sama memberikan 5 tahun Multiple, Alhamdulillah, paling panjang umurnya dibandingkan semua peserta yang lainnya, padahal paspor kami masih baru, kosong melompong, tidak ada sedikitpun catatan sebagai rekomendasi bagi Amerika guna menyetujui Visa kami. Di saat itu kami berkesempatan berkunjung di wilayah East Coast yang meliputi New York dan Canada bagian Toronto. Saat itu kami mengunjungi Washington DC dan sekitarnya, lanjut ke Canada, melalui Corning, menuju Toronto, kemudian Ottawa, kembali masuk ke New York melalui Boston dan New Jersey, berakhir dengan New York Times Square, Manhattan dimana ada patung Liberty berada.

Betapa kami takjub dengan semua perjalanan reward yang spectacular ini, pertama kali kami keluar negeri langsung yang terjauh, di belahan Bumi yang berbeda. Ma syaa Allah jika tidak karena rahmad dan karunia Allah semua ini tidak akan terjadi. Untuk wisata keluar negeri tentu tidak murah, kami lebih memilih berinvestasi, wisata bersama anak-anak di dalam negeri sendiri saja, sudah sangat indah dan beragam. Tapi Allah Maha Berkehendak, kami memiliki kesempatan yang tidak semua orang bisa memilikinya, Alhamdulillah.

Di tahun 2018 kemarin sebenarnya kami berdua ingin kembali mengunjungi Amerika untuk wilayah West Coast dimana Los Angeles berada, kebetulan reward dari popok Fitti membebaskan kami memilih antara Eropa atau Amerika. Namun karena anak pertama kami lebih membutuhkan biaya untuk kuliah Kedokteran yang tidak sedikit, maka reward yang sudah siap pakai, kami putuskan untuk diganti dana mentahan saja, Alhamdulillah Fitti berkenan memberikannya.

Jika mengingat umur Visa yang begitu panjang, apalagi dari Amerika yang terkenal sangat sulit pengurusannya, sungguh sayang hanya terpake 15 hari saja. Namun kami tetap harus banyak-banyak bersyukur, masih diberikan kesempatan traveling kesana. Terimakasih ya Allah atas segala rahmat dan karunia-Mu, terimakasih juga buat Frisian Flag Indonesia, kenangan yang sangat indah dan tak akan pernah terlupa. In syaa Allah, kita jalan bareng lagi di akhir April ya, semoga tidak ada aral melintang, sesuai scedule yang ada, kita menuju Dubai..aamiin.

Advertisements

Officially Tim Recurve Putri Sidoarjo for Porprov Jatim 2019, Alhamdulillah

“If you have the will to win, you have achieved half your success; if you don’t, you have achieved half your failure”

Tak ada angin, tak ada hujan, Senin pagi Coach Gatot mengumumkan Degradasi kedua Porprov akan dilaksanakan pada Selasa pagi (19/03), karena data Atlet Porprov harus segera masuk KONI paling lambat 19/03 (..duh). Padahal jadwal resmi Puslatkab terscedule hari Minggu (24/03), bagaimana kami tidak sport Jantung sedangkan Reva baru ganti Alat di hari Kamis, dan tembakan belum stabil betul, ya Allah. Bagaimanapun keputusan Coach tidak bisa diganggu gugat, bahkan sesaat setelah diumumkan adanya Degradasi yang mendadak itu para Wali Atlet protes, karena beberapa ada yang Kuliah dan tidak bisa mendapatkan izin begitu saja dari Kampus, selain itu status pelajar kelas 12 dan 9 masih banyak yang mulai ujian rentetan USBN. Alhamdulillah Reva masih kelas 7, dan belum banyak tuntutan, dan baru saja selesai scedule PTS, jadi minggu ini sedikit longgar. Coach segera mengeluarkan surat dispensasi dari PERPANI untuk memohon ijin sekolah agar bisa mengikuti Jadwal Degradasi yang dilaksanakan hari Selasa. Alhamdulillahnya, Reva memang berencana untuk tidak sekolah hari Senin karena kecapekan setelah digeber setiap hari dengan Hoyt Velos yang berat itu. Jadi berharap Reva dapat menampilkan tembakan terbaiknya saat Degradasi esok harinya.

Selasa pk 12.00 Reva diantar Papa-nya menuju lapangan Lebo dimana Puslatkab dan Degradasi diadakan. Dengan perasaan campur aduk, sampai Papa Reva tidak doyan makan, saking tegangnya, Reva tidak kalah under pressure, dengan kondisi dia seperti ini, rasanya bingung tidak karuan. Reva selama ini merasa di PHP, menuju Porprov Jatim 2019 ini dia harus melalui dua kali degradasi, dia mengorbankan keringat, darah dan airmata, tapi masih harus siap dicoret saat tidak lolos degradasi, padahal sekolahpun untuk beberapa nilai Mapel kosong karena hampir tiap hari pulang lebih awal. Namun Alhamdulillah, Sabtu kemarin (16/03), ustadzah Wali Kelas menyempatkan Home Visit ke rumah dan menceritakan jika Reva selalu berusaha belajar mandiri di kelas, disaat teman lain bisa mengobrol dan bermain dia terus membuka buku dan bertanya jika tidak paham, sehingga hasil semester 2 ini banyak peningkatan (..Masyaallah), saya benar-benar lega mendengarnya, Reva memang termasuk anak yang perfectionist, dia ingin berusaha untuk menyeimbangkan Akademis dan Non Akademis sehingga terkesan susah woles (terkadang kasian melihatnya). Berulang kali saya berusaha membesarkan hatinya, untuk selalu optimis jangan berfikir tentang “worst case scenario”, namun tetap realistis. “Mama yakin Reva bisa nak,” mantra itu selalu saya ucapkan berulang kali. Kali ini saya tidak bisa mendampinginya di pertandingan, padahal hampir setiap kali bertanding saya adalah suporter paling setia yang ada dibelakangnya. Si Emak cuti lebih dari sebulan adalah penyebabnya, karena adek Mika pulang sekolah 15.30, tidak ada orang di rumah.

Setelah menyelesaikan Sesi 1 dengan Skor 225, lanjut Sesi 2 dengan Skor 202, hasil total menunjukkan Reva berada di posisi 4, dan Allahu Akbar, akhirnya Reva resmi masuk menjadi salah satu Atlet Tim Recurve Putri Sidoarjo untuk Porprov Jatim 2019. Atlet Recurve Sidoarjo terdiri dari 5 Atlet, namun dengan sangat terpaksa salah satu harus dicoret karena peraturan Tim terdiri dari 4 Atlet, itulah yang membuat kami sesak napas, kalo mengingat perjuangan Reva jika tidak lolos seleksi. Terimakasih ya Allah atas kesempatan yang Engkau berikan untuk Reva, semoga keRidhoan-Mu selalu menyertai dan Reva dapat menunaikan tugasnya dengan baik dan bertanggungjawab hingga memberikan yang terbaik untuk Sidoarjo..aamiin.

Korea Selatan bareng Danone-Nutricia dan Dubai bareng Frisian Flag Indonesia di April 2019

“To my mind, the greatest reward and luxury of travel is to be able to experience everyday things as if for the first time, to be in a position in which almost nothing is so familiar it is taken for granted.” -Bill Bryson

Alhamdulillah dua rewards berhasil kami raih di 2019, Korea Selatan dari Danone – Nutricia dan Dubai dari Frisian Flag Indonesia. Awalnya kami berdua ingin agar Ayah dan Ibu lagi yang berangkat, karena masih disibukkan oleh agenda latian dan scedule Degradasi Reva menuju tim Porprov di akhir Maret, namun Ayah dan Ibu malah membuat agenda perjalanan sendiri, yaitu wisata religi di bulan Maret ini ke 3 negara yaitu Mesir, Jordania dan Palestina (..huwwiii), keren poll ini. Jadi daripada rewards hangus, kamilah yang berangkat lagi, setelah ada kejelasan berangkat, Alhamdulillah terscedule di bulan April, Korea Selatan di awal April dan Dubai di akhir April (kenapa harus bareng coba, gak mau gantian)..Bismillah sehat semuanya, Ayah, Ibu, Suami dan saya sendiri..aamiin. Karena perjalanan Ayah dan Ibu yang ke Palestina harus melalui Israel namun mendekati keberangkatan visa Israel masih belum ada kejelasan, approve atau tidaknya, agak khawatir juga, katanya sih itu resiko, jika sampai Mesir dan Jordania tidak diapprove berarti belum rezeki dan kerugian ditanggung wisatawan. Saya hanya bisa berdoa semoga semua urusan visa selesai dengan baik, bisa lolos sesuai jadwal, Ayah dan Ibu senantiasa sehat, perjalanan religi ini bisa berjalan lancar, diberikan keselamatan dan keberkahan oleh Allah Azza Wa Jalla..aamiin.

Dan untuk kami sendiri, agenda perjalanan ke Korea Selatan masih di organized oleh Panorama, sama seperti kemarin ke New Zealand. Untuk pengurusan visa dihandle oleh pihak Tour namun tetap harus melengkapi data Visa yang sudah disiapkan, berhubung tulisan campur dengan huruf Korea jadi males duluan sebelum dibaca, padahal ada bahasa Inggris juga dibawahnya. Dan seperti biasa, dengan bantuan salah satu Travel Blogger favorite saya disini https://backpackstory.me/2016/12/24/panduan-lengkap-membuat-visa-korea-selatan/ pengisian Visa Korea Selatan dapat terselesaikan dengan baik, sebelumnya juga terbantu untuk pengisian Visa Australia yang segedhe gaban, Alhamdulillah semua berkas sudah terkirim ke Jakarta, semoga pengurusan Visa Korea Selatan lancar dan segera diapprove..aamiin. Scedule selama di Korea adalah 6 Hari 4 Malam, tanggal 06/04 kami berangkat malam, tanggal 07/04 tiba di Incheon, langsung city tour ke tempat syuting drama korea yang sama sekali kami tak paham (..hiks) di Petite France dan Nami Island lanjut ke MT Sorak untuk check in Hotel (hari pertama pasti sangat melelahkan). 08/04 agenda di MT Sorak untuk ber-Cable Car-ria lanjut ke Yongin berkunjung di Everland Theme Park, malam hari langsung menginap di Seoul hingga tanggal 10/04, dengan agenda yang padat merayap mulai City Tour dan tentu saja ditutup dengan Shopping, terakhir 11/04 kami kembali ke Incheon, setelah makan pagi lanjut berkeliling sebentar dan kemudian terbang ke Jakarta.

Sambil menunggu Visa Korea Selatan selesai, kamipun sedang mengurus Visa Dubai, sementara hanya menggunakan copy Paspor dan foto saja, karena menurut agen travel yang ditunjuk, untuk Dubai ini hanya bersifat “Permit” saja (..entah apa maksudnya), jadi untuk Paspor asli bisa menyusul kemudian. O iya untuk perjalanan Dubai ini, FFI masih setia menggandeng agen perjalanan Trip Event sama seperti Spain-Porto dan Jepang kemarin. Masalah enak mana dikawal Panorama atau Trip Event??, menurut kami sama enaknya-lah karena Gratis gak pake bayar..hahaha. Traveling ke Dubai terjadwal di 22/04 – 27/04, dimana kami akan berangkat tanggal 22/04 dini hari, tiba di Dubai 23/04 Subuh dan check in Hotel untuk breakfast dan seperti biasa hari pertama ini langsung City Tour ke Burj Al Arab, Burj Khalifah dan sekitarnya, kemudian hari kedua mengunjungi Musium Dubai, Ride Abra Taxi, Safari Desert serta melihat secara langsung kerajinan Emas, hari ketiga masih di Dubai untuk menikmati Miracle Garden, Sky Dubai, Global Village, hari keempat lanjut ke Abu Dhabi, untuk berkunjung ke Sheikh Zayed Grand Mosque dan Ferrary World, hari kelima balik ke Dubai kemudian terbang kembali ke Jakarta. Ya Allah terimakasih atas rahmat dan karunia-Mu, kami akan menikmati dua rewards sekaligus di bulan April ini, kami mohonkan kesehatan, kelancaran dan keselamatan agar seluruh agenda Tour dapat terlaksana dengan baik..aamiin.

Move from Hoyt X-Tour to Hoyt Velos

“Move out of your comfort zone. You can only grow if you are willing to feel awkward and uncomfortable when you try something new”

Menjelang degradasi kedua menuju Porprov, kak Reva diharuskan upgrade Limbs, yang biasa menggunakan Hoyt X-Tour sekarang Hoyt Velos. Officially sejak hari Kamis lalu (07/03), kak Reva sudah berlatih dengan Hoyt Velos, mengapa harus ganti??, pertama karena selama ini Limbs yang digunakan belum standart untuk divisi Recurve (saat berpindah divisi dari Standart Bow ke Recurve, Reva masih terlalu amatir, belum cukup umur dan pengalaman sebenarnya, hingga akhirnya sempat cidera, namun demi mengejar target turnamen yang membutuhkan atlet Recurve maka Reva harus segera dipersiapkan), dan yang kedua karena Reva sudah cukup kuat dan mature, untuk segera ganti untuk mendapatkan tembakan yang lebih baik dan stabil.

Seharusnya Limbs Hoyt X-Tour dengan ukuran yang lebih berat tersedia, tapi entahlah menurut Coach, saat ini discontinued dan disarankan untuk pindah type lain, tetap dengan merk Amerika yaitu Hoyt tapi berbeda Type, yaitu Velos dengan tampilan yang lebih ranping (harapannya bisa lebih ringan, tapi ternyata tidak juga), namun yang terpenting Limbs ini adalah hasil improvement tehnologi yang terbaru, jadi Insyaallah harusnya akan menghasilkan tembakan yang lebih baik juga. Jangan tanya harganya, karena kita niatkan investasi kalo masalah satu ini..hiks. Ngomongin proses adaptasi Alat, jika hanya move on dari alat yang satu ke yang lain sih gampang jika bertahap, yang susah bagaimana dia bisa matang dalam waktu singkat, apalagi degradasi dalam dua minggu ke depan, tentu tidak mudah dan itulah tantangan dari seorang Atlet Panahan. Alat yang baru ini jelas lebih berat meski lebih ramping bentuknya, Reva harus siapkan tangan dan bahu yang lebih kuat sehingga saat menarik dan menahan tidak sampai cidera, caranya harus latian barbel atau tarik-tarik karet diluar jam latian, bukan itu saja, dengan Alat baru akan terjadi penyesuaian visir, string dan yang lainnya, semua itu tidak mudah.

Dengan semua tantangan yang ada, Reva diharapkan tidak merasa under pressure, tetap semangat berlatih dan melakukan yang terbaik, meskipun terkadang mood Reva berubah-ubah karena untuk kategori Atlet Recurve, Reva masih sangat muda, dan tantangan divisi Recurve ini jauh lebih sulit meraih kestabilan tembakan daripada Compound yang mudah diperoleh. Apapun hasil dari Degradasi nanti bukan ukuran keberhasilan dari pengorbanan waktu dan tenaga Reva juga dana dari orangtua, namun merupakan salah satu tahapan yang memang harus dilalui menuju kemenangan di masa depan. Nothing to lose adalah sikap terbaik buat Reva yang harus dipersiapkan, bukan pasrah tapi Qanaah atas hasil adalah kewajiban terakhir setelah Ikhtiar dan Tawakal dilaksanakan. In syaa Allah, doa yang terbaik selalu mama dan papa panjatkan kepada Allah Azza Wa Jalla demi kesuksesan kak Reva di dunia Panahan. Selamat menjemput Degradasi kedua Porprov di tanggal 24/03/2019 nanti, semoga lolos dan menjadi Team Recurve Putri Porprov Sidoarjo 2019 di Bojonegoro..aamiin

Ipk 3.88 di semester 1, Alhamdulillah

“Our ability to achieve success depends on the strength of our wings gained through knowledge and experience. The greater our knowledge and experience, the higher we can fly.” – Catherine Pulsifer

Alhamdulillah sudah seminggu ini kak Belva kembali ke kampus, setelah menikmati liburan di rumah hampir sebulan lamanya, walaupun kepotong jadwal baksos 2 hari di pertengahan liburan ke sebuah desa di Bantul, Jogjakarta. Jadi ceritanya kak Belva sempat pulang seminggu kemudian balik lagi ke Jogja buat baksos 2 hari, kemudian balik lagi ke rumah, buat lanjutin liburan. Kenapa bisa begitu???..

Setelah menyelesaikan Blok 1.1 hingga 1.3 maka sebagai ritual akhir semester selalu ada OSCE semacam mempraktekan dari teori-teori yang sudah diperoleh selama satu semester. Nilai mulai blok 1.1 – 1.3 kak Belva mendapat nilai sempurna yaitu A, jadi Ipk sementara sebelum OSCE kemarin 3.92, hebat kakak ini, Alhamdulillah. Dan nilai setelah OSCE baru keluar setelah masuk kuliah, yaitu Ipk 3.88, karena kak Belva kena remidi 1 biji, materi OSCE mengenai “Refleks”. Jadi jadwal resmi liburan Fakultas Kedokteran memang setelah Baksos, paling akhir dibandingkan fakultas yang lain. Tapi berhubung kak Belva cuma kena remidi 1 materi, dia bisa pulang lebih awal daripada teman yang lain, tapi itu tadi terpaksa riwa-riwi karena Baksos terjadwal ditengah liburannya. Gpp, Alhamdulillah saja karena kak Belva lebih banyak menikmati liburan dibanding sebagian teman-teman dia yang jadwal remidinya berjejer rapat hingga Baksos tiba.

Baksos diadakan di desa Gluntung Lor daerah Bantul, Jogjakarta. FK UII angkatan 2018 secara keseluruhan diwajibkan mengikuti Baksos ini, kecuali beberapa teman yang mudik keluar pulau sebagian ijin. Kali ini kakak dan teman-temannya akan dibagi beberapa kelompok dengan jobdisc-nya masing-masing, kebetulan kalo kakak bagian cek darah warga desa. Selain itu kakak juga mengajarkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi di SDN yang ditunjuk. Selama Baksos kakak dan teman-temannya tidur di rumah warga. Dan kakak tidur di karpet kemudian bercerita jika banyak nyamuk dan yang paling menakutkannya adalah kamar mandi tanpa lampu, huwiiii..pengalaman yang tak terlupakan ya kak. Diharapkan Baksos ini sebagai sarana mengasah mental para calon dokter, karena di masa datang tentu mereka akan menghadapi kehidupan seorang dokter yang sesungguhnya yang lebih berat, jadi harus belajar bertahaplah.

Setelah agenda Baksos selesai, kak Belva persiapan pulang ke rumah lagi, melanjutkan liburannya dua minggu yang tersisa. Dan sekarang kak Belva sudah kembali ke kampus, masa-masa istirahat sudah selesai, persiapan untuk berlari kembali mengejar cita-cita dengan menuntut ilmu jauh dari orangtua. Planning dalam jangka waktu pendek ini kak Belva ingin mewujudkan keinginannya menjadi Asiaten Laboratorium matkul Biokimia dan Anatomi dan untuk mewujudkannya, dia harus mendapatkan nilai A untuk dua matkul tersebut selain itu baru saja dia mengabarkan jika ikut seleksi “Kating” (kakak tingkat) untuk mendampingi maba angkatan 2019 nanti. Mama dan Papa bangga padamu kak, kamu bisa buktikan bahwa pilihanmu di Fakultas Kedokteran UII ini adalah benar dengan mempertanggungjawabkannya secara baik, padahal sempat membayangkan kuliah jauh dari rumah apa kakak bisa, ternyata kakak sangat mandiri bahkan terus meraih prestasi. Mama dan Papa serta keluarga akan terus mendoakan kakak agar senantiasa dalam penjagaan Allah Azza Wa Jalla, tetap tekun beribadah dan belajar agar ilmu yang kamu peroleh nanti membawa berkah untuk seluruh umat manusia..aamiin.

Happy 1st Anniversary Baby Dea, Happy 10th Birthday Mika and Happy 13th Birthday Reva

Be grateful for what you already have while you pursue your goals. If you aren’t grateful for what you already have, what makes you think you would be happy with more. -Roy T. Bennett

Alhamdulillah, Baby Dea hari ini tepat berusia 1 tahun [18/02/18 – 18/02/19]. Tak ada perayaan istimewa, seperti biasa hanya berbagi nasi bareng karyawan Dea Wijaya Corporate saja. Bahkan Baby Dea sendiri tidak diadakan program diskon atau apalah, saking sibuknya buat mengatur semuanya. Berusaha mengevaluasi Baby Dea di usia setahun ini berdasarkan SWOT :

>> Strength : tempat yang nyaman dan tertata rapi, harga susu dan popok yang kompetitif (murah dipasarnya), kelengkapan dan variasi pilihan produk baby yang lumayan lengkap, dekat dengan kepadatan penduduk, sesuai dengan taglin Baby Dea, Murah, Lengkap, Dekat masih terus kami pertahankan.

>> Weekness : turnover karyawan lumayan tinggi, namun kali ini sudah stabil dalam 4 bulan terakhir. Formasi 7 orang dibagi 2 shift, bisa dikatakan sangat mepet, apalagi toko dengan 2 lantai, 1 kasir, 1 supervisor dan 1 pramuniaga, tentunya sangat terbatas dalam mewarkan produk, oleh sebab itu kadang shift p/s kami jadwalkan jika kondisi tanggal muda, sehingga shift siang hingga malam bisa 4 karyawan. Kelemahannya terkadang pemasukan tidak terlalu besar, jika bayar karyawan hingga 7 orang tentu belum ideal, apalagi seharusnya budget gaji karyawan 1/3 dari total profit, tapi saat ini kondisinya, 1/2 dari profit. Bisa dianggap kerja bakti, namun kembali lagi ke tujuan awal, bahwa investasi property adalah tujuan utama, sedangkan Baby Dea adalah salah satu proyek ideali untuk penerus kami nanti.

>> Opportunity : kesempatan buat Baby Dea berkembang masih sangat luas, kami belum memaximalkan lahan yang ada karena saya sebagai owner sangat sibuk mengurus banyak hal, belum juga mengoperasikan Sosial Media seperti yang sudah dilakukan Dea Wijaya. Dalam waktu dekat ini, kami akan eksekusi program-program terbaru berdasarkan skala prioritas, serius tapi santai..hiks

>> Threat : hmm..tidak perlu jauh-jauh deh, di sebelah Baby Dea bahkan satu tembok, sudah ada Pesaing, dia follower, datang lebih akhir tapi lebih PD, awalnya dia mengambil segmen mainan dan baju baby, tapi lama kelamaan dia mulai jual botol susu dan popok, mirip seperti kami, ngeselin kan?!!..huh, gpp buat penyemangat, asal bisa bersaing dengan sehat, lu jual gue beli deh..hehehe.

Dari evaluasi SWOT kami dapat melakukan planing ke depan akan seperti apa, sepertinya kalo modal kata-kata begini gampang, tapi susah pelaksanaannya..hahaha. Duh, mana kalo malesnya kambuh, demotivasi, rasanya, pengen istirahat saja, cuti gitu dari mikir yang berat-berat, lebih menikmati hidup. Tapi ya, mana mungkin, cuti paling liburan ke Jogja sambil visit anak mbarep, selain itu riwa-riwi anter dua atlet panahan kesayangan dengan segala agenda turnamen yang padat, intinya harus pandai menetapkan skala prioritas lah. Doa buat Baby Dea kedepan, semoga tambah sukses, dan yang paling penting selalu diberkahi oleh Allah Azza Wa Jalla..aamiin

Selain Baby Dea, adek Mika dan kak Reva juga ulang tahun lho, kalo adek yang ke 10 th, dan kak Reva ke 13 th. Tanggal memang berdekatan, Mika tanggal 17/02, Baby Dea 18/02 dan Reva 19/02, Alhamdulillah, tanpa acara khusus, emang tidak pernah mengkhususkan sih, cuma makan malam bersama keluarga inti. Yang terpenting doa yang terbaik untuk Mika dan Reva, semoga semakin Shalih dan Shalihah juga semakin berprestasi baik akademis maupun non akademisnya sebagai atlet panahan dan tentunya senantiasa dalam penjagaan Allah Azza Wa Jalla dimanapun berada..aamiin.

Alhamdulillah, meski kalah di ajang RJMB kemarin, Mika belajar untuk berlapang dada dan ikhlas, akhirnya Allah menggantinya dengan penghargaan Student Profile yang ketiga kali di kelas 4 ini yaitu “TAQWA”, dimana sebelumnya di kelas 2 juga memperoleh “Taqwa” dan kelas 3 mendapat Student Profile “Disiplin”, sangat membanggakan orangtua, Selamat atas prestasimu ya Dek. Sedangkan kak Reva sejauh ini belum ada lagi turnamen selain latian Puslatkab menjelang agenda PorProv dipertengahan 2019 ini, namun meski sibuk berlatih, nilai Sekolah kak Reva tetap stabil di atas, hikmahnya Sekolah semakin longgar dalam memberi ijin latian, Alhamdulillah. Terimakasih atas segala karunia-Mu ya Allah, baik usaha yang berjalan dengan lancar, juga anak-anak yang sehat dan berprestasi, semoga ini semua sebagai wujud dari keRidhoan-Mu yang selama ini kami pinta, semoga kami dapat terus istiqomah belajar dan berjuang untuk mewujudkan impian kami dan anak-anak kami sebagai khalifah di bumi ini..aamiin

Rezeki kalian bukan di RJMB

Your strength doesn’t come from winning. It comes from struggles and hardship. Everything that you go through prepares you for the next level”.

Sejak kemarin siang (12/02) Mika sakit panas, dan ijin ke ustadzah untuk pulang lebih awal, karena rumah dekat, maka Mika bisa pulang sendiri ke rumah. Posisi saya sedang di Surabaya, tidak bisa menjemput setelah dihubungi oleh ustadzah, dan Alhamdulillah kak Belva sedang pulang kampung, jadi ada orang di rumah. Mengingat remidial yang harus dikerjakan Mika sedang memgantri, tanpa menunda, semalam langsung visit dokter, untuk meminta antibiotik. Dan pagi ini (13/02) terjadwal Pengumuman pemenang RJMB (Raudlatul Jannah Mencari Bakat) di Sekolah, bersamaan dengan tutup tema “Entrepreneurship”, maka di Sekolah diadakan agenda jualan tanpa ada Kegiatan Belajar Mengajar, Alhamdulillah Mika bisa beristirahat dengan tenang di rumah. Namun karena saya optimis Mika akan menang, dengan total like yang dia peroleh, maka saya ajak Mika berangkat ke Sekolah hanya untuk melihat pengumuman RJMB, tapi ijin tidak masuk Sekolah ke ustadzah. Setelah berjuang mendapatkan Like dari teman-teman berbagai grup baik alumni, keluarga dan bisnis, maka posisi Mika ada di nomer 3 dengan total “Like” sebanyak 708. Tanpa berfikir bahwa akan ada Penjurian yang lain bukan Like semata, dan informasi ini baru saya dapatkan saat pagi itu juga dari ustadzah koordinator RJMB, yaitu 60% penilaian Juri dan 40% jumlah Like. Saya mulai sedikit goyah, apakah kejadian kak Reva akan terulang???. Dan benar saja ketika Pengumuman itu tiba, nama Mika tidak disebut dalam salah satu dari 3 pemenang, kemudian saya melihat Mika di pinggir panggung sambil berharap menjadi salah satu Juara itu sangat melukai jiwa keIbuan saya, ya Allah paringi sabar dan qanaah buat saya dan Mika (menggenang air mata ini..hiks). Juara 3 justru diperoleh total Like urutan 4 dan tidak ada separuh total Like Mika. Saya langsung menarik tangan Mika untuk mengajaknya pulang, saya tidak mau Mika semakin terluka melihat kekalahannya yang tragis seperti kak Reva dulu. Di saat fisik sedang sakit, lanjut psikisnya pun terluka, double kill namanya :”(

Mika terus mempertanyakan, mengapa dia kalah, padahal jumlah Like berada di nomer 3, dengan berbagai alibi saya mencoba menenangkannya,”Video adek tidak ada doa sebelum beraktivitas, video lain kan semua ada Bismillahnya dek,”. Dengan mata berkaca-kaca, Mika berusaha menahan air mata dengan suara bergetar,” iya Ma, tapi Mika sedih liat Mama sedih, sudah susah payah cari Like malah kalah,”. “MasyaaAllah, Mama gpp dek, kq jadi kamu yang menjaga perasaan Mama,” jawab saya (sumpah pengen nangis). Semua salah saya, ambisi saya untuk membalas kekalahan Reva di RJMB 2014 dan 2016 yang lalu justru membuat Allah tidak mengijinkan Mika menang, saya harus instropeksi diri, toh sejak awal saya paham kualitas penilaian ajang semacam “Got Talent” ini pasti diwarnai Subyektifitas yang kental. Meski beberapa Mama teman Mika yang “ngompori” untuk melakukan Protes, saya bergeming memilih qanaah atas hasil yang ada. Sebenarnya sangat berat mengingat Mika juga telah menyumbangkan dua Medali Panahan untuk Sekolah dari Kejuaraan Daerah, namun mengapa berbalas seperti ini, bakat macam apalagi yang dicari. Sistem penilaiannya berdasar voting Like itu justru terukur, jika dengan Juri malah semakin Subyektif. Kalaupun ada penilaian Juri mengapa tidak diumumkan sejak awal. Ahh..Sudahlah, berdamai dengan keadaan memang berat, tapi anak-anak harus selalu diingatkan bahwa “everything happens for a reason” selalu ada hikmah dari setiap kejadian yang tidak diharapkan, mungkin itu buruk menurut kalian namun justru yang terbaik menurut Allah. Sore ini Mika berusaha melupakan rasa sakit dan kecewanya dengan pergi ke Lapangan, menembakkan Anak Panahnya ke Papan Target akan membuatnya merasa lebih baik, meski cuaca sedang mendung sesekali turun hujan, berharap hujan ini dapat menghapus luka hatinya. Keep Calm ya dek Mika, target yang harus kamu capai bukan menang-menangan juara RJMB, tapi persiapan meraih Medali untuk even POR SD dalam waktu dekat serta Kejuaraan Panahan yang lainnya, Tetap semangat berlatih dan be A Champion, in syaa Allah yang terbaik selalu untukmu..aamiin ^^